Pemerintah Pusat Tutup Akses ke China Gegara Corona Virus, Wali Kota Bontang: Investasi Terganggu Itu Sudah Pasti


person access_time 2 years ago remove_red_eyeDikunjungi 558 Kali
Pemerintah Pusat Tutup Akses ke China Gegara Corona Virus, Wali Kota Bontang: Investasi Terganggu Itu Sudah Pasti

Wali Kota Bontang, Neni Moernaeni/ Diksi.co

Diketahui, salah satu perusahaan yang saat ini beroperasi di kota Bontang adalah PT Kaltim Amonium Nitrat (PT KAN). Perusahaan yang bergerak di bidang industri bahan peledak ini mengambil barang yang sebagian besar dari China.

Ditulis Oleh: Irwan Wahidin
12 Februari 2020

DIKSI.CO, BONTANG - Merebaknya novel corona virus (nCov) membuat pemerintah pusat secara resmi menutup akses dari dan ke negara China sejak 5 Februari lalu. Hal ini tentu berdampak pada bisnis perekonomian yang ada di daerah, termasuk di kota Bontang.

"Investasi terganggu itu sudah pasti, ini akan menjadi terhambat karena collapse sama China, pasti ada perubahan ekonomi," kata Wali Kota Bontang, Neni Moernaeni, Selasa (11/2/2020).

Diketahui, salah satu perusahaan yang saat ini beroperasi di kota Bontang adalah PT Kaltim Amonium Nitrat (PT KAN). Perusahaan yang bergerak di bidang industri bahan peledak ini mengambil barang yang sebagian besar dari China.

Dengan ditutupnya akses ini, maka belum diketahui jelas perkembangan perusahaan itu sampai ada informasi lebih lanjut dari pemerintah pusat.

Selain itu ada, PT Graha Power Kaltim (PT GPK) yang membangun Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) di teluk kadere. Total ada 90 tenaga kerja asing yang berasal dari China bekerja pada perusahaan tersebut. Hal ini juga mendapat tanggapan dari Neni.

"Kalau sudah ada di kota Bontang kan sudah terdeteksi tidak kena, ya gapapa tinggal disini, mereka kan sudah membaur dengan kita dan selalu dimonitoring oleh dinas terkait. Bekerja saja seperti biasa, kalau ada yang baru masuk itu yang ditolak, takutnya bawa penyakit," ucapnya.

"Ikuti saja dulu aturannya karena sifatnya goverment to goverment, kewenangannya ada di pemerintah pusat," tambahnya.

Sementara itu, Agus selaku perwakilan manajemen PT GPK menyebutkan bahwa pekerja China yang saat ini bekerja di GPK masih dalam kondisi baik, pun diakuinya mereka sudah beberapa bulan tinggal sebelum nCov ditemukan.

"Sehat-sehat semua, kalau dibilang khawatir saya juga sama, tapi mereka kan sudah datang, sudah tinggal 3 bulan, masa inkubasinya kan 14 hari, kalau sudah lewat ya sehat dong, jadi gak perlu pemeriksaan lagi," tandasnya. (tim redaksi Diksi) 

Iklan Saefuddin Zuhri/ Diksi.co

 



Tinggalkan Komentar



Baca Lainnya

google.com, pub-8789333855088993, DIRECT, f08c47fec0942fa0