DIKSI.CO – Dinas Perhubungan (Dishub) Samarinda memprioritaskan pemasangan lampu penerangan pada titik-titik utama Jembatan Achmad Amins. Keterbatasan anggaran membuat perbaikan tahun ini belum mencakup seluruh lampu sorot yang menerangi badan dan tiang jembatan.
Kepala Dishub Samarinda Hotmarulitua Manalu mengatakan pekerjaan rehabilitasi jaringan lampu penerangan saat ini masih berjalan. Petugas memperbaiki jaringan yang sebelumnya mengalami pencurian, termasuk kabel dan sejumlah lampu.
“Ya petugasnya kan kemarin nilai kontraknya itu sekitar Rp949 juta. Nah itu kan yang lampu kita ganti, kemudian kabel kita ganti,” kata Manalu.
Dalam pekerjaan tersebut, Dishub memperbaiki 59 tiang dan memasang sekitar 60 unit lampu. Lampu yang menjadi prioritas merupakan jenis lampu yang menggunakan tiang dan berfungsi menerangi jalur kendaraan.
Sementara itu, lampu sorot berdaya 120 watt yang menerangi bagian badan serta tiang jembatan belum masuk dalam pekerjaan tahun ini.
“Untuk lampu-lampu sorotnya, lampu-lampu sorot yang menerangi badan-badan, yang tiang jembatan itu tidak kita akomodir dulu tahun ini,” jelasnya.
Belum Semua Lampu Menyala
Manalu menegaskan seluruh sistem penerangan belum kembali menyala pada malam setelah pengerjaan. Dishub masih menyelesaikan beberapa bagian pekerjaan sebelum seluruh lampu yang masuk dalam kontrak berfungsi.
Ia menjelaskan bahwa pemerintah memprioritaskan titik-titik yang berkaitan langsung dengan keselamatan pengendara.
“Jadi yang kita isi adalah lampu-lampu yang pakai tiang,” ujarnya.
Pekerjaan rehabilitasi tersebut mulai berjalan sejak September 2026. Dishub menargetkan seluruh pekerjaan selesai sesuai masa kontrak pada November mendatang.
Proyek rehabilitasi jaringan lampu Jembatan Achmad Amins mendapat anggaran sekitar Rp949 juta. Kontrak pekerjaan berlangsung selama 90 hari sejak penandatanganan pada 31 Agustus 2026.
Koordinasi dengan Wali Kota
Manalu mengatakan Dishub telah menyampaikan kondisi penerangan Jembatan Achmad Amins kepada Wali Kota Samarinda setelah terjadi pencurian fasilitas lampu.
Pemerintah kemudian memprioritaskan perbaikan lampu yang paling dibutuhkan untuk menerangi jalur kendaraan di tengah keterbatasan anggaran.
“Waktu kemarin setelah pencurian itu sudah kita sampaikan ke Pak Wali. Nah kemudian kita prioritaskan ini menjadi kepentingan,” katanya.
Manalu juga memastikan pengerjaan tidak mengganggu arus lalu lintas di sekitar jembatan.
Dishub telah berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Samarinda untuk mengatur pekerjaan di lapangan.
“Tidak mengganggu lalu lintas, kita sudah koordinasi juga dengan teman-teman PUPR,” ujarnya.
Dishub Siapkan Pengawasan CCTV
Selain memperbaiki sistem penerangan, Dishub Samarinda mendorong pemasangan CCTV pada sejumlah titik strategis di sekitar Jembatan Achmad Amins.
Dishub telah berkoordinasi dengan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Samarinda mengenai rencana tersebut.
Manalu mengatakan pihaknya mengusulkan pemasangan CCTV pada titik-titik yang memiliki tingkat kerawanan tinggi. Kamera tersebut nantinya dapat membantu pemerintah memantau fasilitas publik sekaligus mencegah kejadian serupa terulang.
“Jadi hal-hal yang tidak diinginkan kembali,” katanya.
Namun, Manalu belum dapat memastikan jumlah CCTV yang akan terpasang karena Diskominfo masih melakukan kajian teknis.
Dishub Minta Warga Ikut Menjaga
Manalu mengajak masyarakat ikut menjaga fasilitas publik di Jembatan Achmad Amins. Ia secara khusus meminta warga yang tinggal di sekitar jembatan ikut memperhatikan kondisi fasilitas penerangan.
“Kita berharap untuk masyarakat juga membantu kita menjaga fasilitas publik ini,” kata Manalu.
Ia meminta masyarakat segera melaporkan kepada pihak terkait jika menemukan aktivitas mencurigakan di sekitar fasilitas jembatan.
“Terutama masyarakat yang bermukim di sekitar Jembatan Ahmad Amin. Kemudian, kalau melihat ada sesuatu yang tidak tepat agar disampaikan,” ujarnya.
Dishub berharap perbaikan jaringan lampu dapat meningkatkan penerangan dan keamanan bagi pengguna Jembatan Achmad Amins.
Pemerintah juga berharap masyarakat ikut menjaga fasilitas tersebut agar kejadian pencurian tidak kembali mengganggu fungsi penerangan jembatan.
(Redaksi)

