Kronologi Insiden Kendaraan Rombongan Gubernur Kaltim di Jalur Pedalaman Kubar–Mahulu

DIKSI.CO – Rangkaian kunjungan kerja rombongan Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) ke wilayah pedalaman Kutai Barat (Kubar) dan Mahakam Ulu (Mahulu) sempat ada insiden kecelakaan kendaraan pada hari pertama perjalanan. Peristiwa tersebut terjadi saat rombongan melintasi jalur Hutan Tanaman Industri (HTI) milik PT Acacia Andalan Utama, namun pastinya tidak menimbulkan korban jiwa maupun luka-luka.
Insiden ini mencuat ke ruang publik setelah sejumlah unggahan di media sosial menyebutkan adanya kecelakaan yang melibatkan rombongan Gubernur Kaltim, bahkan ada yang mengklaim kendaraan masuk ke sungai. Pemerintah Provinsi Kaltim kemudian memberikan klarifikasi untuk meluruskan informasi yang berkembang.
Insiden Terjadi di Hari Pertama Kunjungan Kerja
Kepala Biro Administrasi Pembangunan (Adbang) Setda Provinsi Kaltim, Irhamsyah, menjelaskan bahwa kejadian tersebut berlangsung pada hari pertama rangkaian kunjungan kerja Gubernur Kaltim ke Kubar dan Mahulu yang dijadwalkan pada 6–8 Januari 2026.
Saat itu, rombongan tengah melintas di ruas jalan HTI yang memiliki karakteristik medan cukup berat. Kondisi jalan berpasir, sempit, dan dipenuhi debu tebal akibat lalu lintas kendaraan, sehingga jarak pandang pengemudi sangat terbatas.
“Kejadian itu memang terjadi, tetapi tidak seperti yang ramai di media sosial. Kendaraan kami terbalik di jalan, bukan masuk sungai,” kata Irhamsyah, Selasa (7/1/2026).
Kendaraan Melaju Pelan, Namun Jalan Tidak Bersahabat
Irhamsyah menegaskan, kendaraan rombongan Gubernur Kaltim yang mengalami insiden melaju dengan kecepatan rendah, tidak lebih dari 40 kilometer per jam. Pengemudi sengaja membatasi kecepatan sebagai langkah antisipasi terhadap kondisi medan yang tidak memungkinkan untuk berkendara cepat.
Meski demikian, kombinasi jalan sempit, permukaan berpasir, serta debu tebal yang menutup pandangan membuat kendaraan kehilangan keseimbangan dan akhirnya terbalik di badan jalan.
“Debu cukup tebal, jarak pandang terbatas, dan kondisi jalan memang tidak ideal. Itu yang menyulitkan pengemudi,” ujarnya.
Tidak Ada Korban Jiwa dalam Insiden
Dalam kendaraan yang terlibat insiden tersebut terdapat tiga orang, termasuk Irhamsyah. Ia memastikan seluruh penumpang dalam kondisi selamat dan tidak mengalami cedera.
“Alhamdulillah tidak ada korban. Semua penumpang aman dan sehat,” kata Irhamsyah.
Setelah kejadian, tim segera melakukan evakuasi kendaraan dari lokasi insiden. Rombongan kemudian melanjutkan perjalanan menggunakan kendaraan lain yang telah siap sebelumnya.
Agenda Rombongan Gubernur Kaltim Tetap Berjalan Sesuai Rencana
Irhamsyah menambahkan, insiden tersebut tidak mengganggu agenda kunjungan kerja Gubernur Kaltim. Seluruh rangkaian kegiatan tetap berjalan sesuai jadwal, termasuk agenda utama berupa peresmian ruas jalan Tering–Ujoh Bilang di wilayah perbatasan Kubar–Mahulu.
“Setelah kejadian, kegiatan tetap berlanjut. Kendaraan yang mengalami insiden kemudian kami bawa kembali ke Samarinda,” jelasnya.
Diskominfo Kaltim Luruskan Informasi Viral Terkait Rombongan Gubernur Kaltim
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Kaltim, Muhammad Faisal, turut memberikan penjelasan untuk meluruskan informasi yang beredar luas di media sosial. Ia menegaskan bahwa kendaraan rombongan tidak masuk ke sungai, melainkan keluar jalur dan masuk ke parit besar di sisi jalan.
“Lokasinya setelah jembatan kayu logging. Jalan menyempit dan debu sangat tebal, sehingga menutup pandangan pengemudi. Mobil keluar jalur dan masuk ke parit,” kata Faisal.
Menurut Faisal, Irhamsyah selaku koordinator kunjungan kerja Gubernur Kaltim telah menyampaikan kronologi kejadian tersebut. Oleh karena itu, ia mengimbau masyarakat agar tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi.
Imbauan Jaga Akurasi Informasi
Faisal juga mengapresiasi media massa yang melakukan konfirmasi sebelum mempublikasikan pemberitaan terkait rombongan Gubernur Kaltim tersebut. Ia menekankan pentingnya menjaga akurasi di tengah derasnya arus informasi, khususnya di media sosial.
“Jangan menggunakan judul bombastis yang justru menimbulkan kesalahpahaman. Prinsip jurnalistik harus tetap dijaga,” pungkas Faisal.
(Redaksi)
