Sedangkan untuk pelaksanaan E-TLE secara mandiri yang akan lebih dulu dilakukan Polresta Samarinda dengan mekanisme semi, saat ini masih dikoordinasikan bersama operasi perangkat daerah (OPD) terkait lainnya dengan titik fokus di persimpangan Mal Lembuswana.
"Iya karena di situ sangat memungkinkan. Tetapi proses E-TLE ini masih berat, karena memerlukan biaya yang cukup besar," ujarnya.
Pelaksanaan E-TLE semi ini nantinya masih akan tetap menggunakan tenaga manual dari para petugas berwajib di lapangan.
"Kalau kamera E-TLE sesungguhnya kan benar-benar canggih, itu sudah jalan sendiri dan petugas hanya memantau saja," sambungnya.
Sehingga untuk penerapan semi E-TLE tersebut nantinya akan memanfaatkan kamera-kamera yang ada di sudut-sudut jalan Kota Tepian.
"Dari situ nanti akan kami adopsi, bagaiamana mekanismenya dari E-TLE sebenarnya yang diambil, tapi masih secara manual. Jadi dari rekaman CCTV kalau ada yang melanggar kami screenshot setelah itu kami laksanakan seperti jalurnya E-TLE," pungkasnya. (tim redaksi Diksi)