Hotel dan Restoran Dinilai Jadi Penopang Ekonomi Samarinda, Andi Harun Minta PHRI Perkuat Sinergi

Gunakan suara perangkat Anda
Bagikan:

Ringkasan Cepat

  • DIKSI.CO – Wali Kota Samarinda Andi Harun menegaskan sektor perhotelan dan restoran memiliki peran strategis dalam menggerakkan perekonomian daerah.
  • Selain menyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD), sektor tersebut juga membuka lapangan kerja, mendorong pertumbuhan UMKM, serta membentuk standar hospitality Samarinda.
  • Andi Harun menyampaikan hal itu saat menghadiri Pelantikan Badan Pengurus Cabang Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (BPC PHRI) Samarinda periode 2026-2031 sekaligus…

DIKSI.CO – Wali Kota Samarinda Andi Harun menegaskan sektor perhotelan dan restoran memiliki peran strategis dalam menggerakkan perekonomian daerah.

Selain menyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD), sektor tersebut juga membuka lapangan kerja, mendorong pertumbuhan UMKM, serta membentuk standar hospitality Samarinda.

Andi Harun menyampaikan hal itu saat menghadiri Pelantikan Badan Pengurus Cabang Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (BPC PHRI) Samarinda periode 2026-2031 sekaligus membuka Rapat Kerja Cabang (Rakercab) di Ballroom Hotel Five Premier, Samarinda, Rabu (7/10/2026).

Kontribusi PAD Capai Rp209,8 Miliar

Andi Harun mengapresiasi Leni Marlina yang kembali dipercaya memimpin BPC PHRI Samarinda untuk periode 2026-2031.

Ia menilai pemilihan Leni secara aklamasi melalui Musyawarah Cabang (Muscab) ke-9 menunjukkan kepercayaan anggota terhadap kepemimpinannya.

Menurut Andi Harun, sektor hotel dan restoran memberikan kontribusi nyata terhadap fiskal daerah.

Berdasarkan data Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Samarinda, sektor tersebut menyumbang Rp209,8 miliar terhadap PAD pada 2025.

Sementara itu, hingga September 2026, kontribusinya baru mencapai Rp166,9 miliar.

Andi Harun mengaitkan kondisi tersebut dengan dinamika ekonomi dan kebijakan efisiensi anggaran pemerintah.

Ia menjelaskan penyesuaian APBD Kota Samarinda dari sekitar Rp5,8 triliun menjadi Rp3,4 triliun turut memengaruhi aktivitas usaha hotel, restoran, dan jasa boga.

Pemkot Buka Kemudahan Perizinan

Meski menghadapi efisiensi anggaran, Andi Harun menegaskan Pemkot Samarinda tidak ingin kebijakan tersebut menghambat pertumbuhan dunia usaha.

Ia membuka ruang komunikasi bagi pelaku usaha yang menghadapi kendala pelayanan maupun regulasi.

Salah satunya terkait Sertifikat Laik Fungsi (SLF).

Ia memastikan pemerintah memberikan kemudahan pelayanan bagi hotel, penginapan, dan restoran yang belum memiliki SLF selama memenuhi seluruh persyaratan.

Andi Harun juga meminta pelaku usaha segera melapor jika menemukan pungutan liar, suap, atau korupsi dalam pelayanan pemerintah.

Ia menegaskan akan mengambil tindakan tegas terhadap aparatur yang terbukti melakukan pelanggaran.

Perkuat Kemitraan dengan UMKM

Andi Harun mendorong PHRI memperkuat kerja sama dengan UMKM lokal.

Ia melihat hotel dan restoran sebagai pasar potensial bagi produk-produk Samarinda, termasuk produk sabun rumahan dari Samarinda Seberang dan air minum Samaqua.

Ia juga meminta pengelola hotel dan restoran menjaga kebersihan, kenyamanan, serta keamanan.

Menurutnya, hospitality yang baik tidak selalu identik dengan kemewahan dan biaya mahal, tetapi harus memenuhi standar pelayanan.

Andi Harun menegaskan pembangunan kota membutuhkan kolaborasi pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat.

Ia berharap BPC PHRI Samarinda terus memperkuat sinergi dengan Pemkot Samarinda untuk menjaga pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan daya saing sektor jasa.

“Pembangunan sebuah kota itu tidak bisa hanya pemerintah kalau mau kita maju lebih cepat. Tapi harus didukung oleh semua elemen masyarakat,” pungkasnya. (*)

DIKSI.co

Tim Redaksi

Tim Redaksi DIKSI.co

Menyajikan informasi terkini, akurat dan terpercaya untuk masyarakat.