Celni Pita Sari Minta Pemkot Samarinda Kurasi Ketat UMKM Teras Samarinda II

Gunakan suara perangkat Anda
1,140 dibaca
Bagikan:

Ringkasan Cepat

  • DIKSI.CO - Kualitas rasa, kebersihan, dan kemasan produk menjadi perhatian DPRD Kota Samarinda menjelang pengisian tenan UMKM di kawasan Teras Samarinda II.
  • Pemerintah kota perlu menyeleksi pelaku usaha secara ketat agar kawasan tersebut mampu menghadirkan produk lokal yang menarik sekaligus terjangkau bagi pengunjung.
  • Wakil Ketua III DPRD Kota Samarinda, Celni Pita Sari, menilai kurasi menjadi langkah penting sebelum pemerintah membuka kesempatan berjualan di kawasan dermaga…

DIKSI.CO – Kualitas rasa, kebersihan, dan kemasan produk menjadi perhatian DPRD Kota Samarinda menjelang pengisian tenan UMKM di kawasan Teras Samarinda II. Pemerintah kota perlu menyeleksi pelaku usaha secara ketat agar kawasan tersebut mampu menghadirkan produk lokal yang menarik sekaligus terjangkau bagi pengunjung.

Wakil Ketua III DPRD Kota Samarinda, Celni Pita Sari, menilai kurasi menjadi langkah penting sebelum pemerintah membuka kesempatan berjualan di kawasan dermaga Teras Samarinda II. Ia ingin pelaku UMKM yang terpilih mampu menjaga kualitas produk dan memenuhi standar pelayanan kepada konsumen.

Dinas Perhubungan (Dishub) Samarinda sebelumnya menyiapkan 14 tenan di kawasan tersebut melalui kolaborasi dengan Bank Mandiri.

“Pengalaman saya melaksanakan kegiatan UMKM setiap tahunnya, masyarakat itu lebih tertarik kepada rasa, kemasan, dan juga kebersihan. Jadi kita berharap dari pihak Pemkot juga melakukan sortir atau kurasi untuk yang akan berjualan di Teras Samarinda II nantinya,” kata Celni saat ditemui di DPRD Samarinda, Rabu (21/10/2026).

Pemkot Samarinda Perlu Dampingi Pelaku UMKM

Celni menegaskan, kurasi bukan berarti membatasi kesempatan pelaku usaha kecil untuk berkembang. Sebaliknya, pemerintah perlu memberikan pendampingan agar UMKM mampu meningkatkan kualitas produk sebelum menempati tenan.

Pendampingan tersebut dapat mencakup edukasi mengenai standar kebersihan, pengemasan produk, cita rasa, hingga penetapan harga jual. Dengan pembinaan yang tepat, pelaku UMKM dapat meningkatkan daya saing sekaligus memberikan pengalaman berbelanja yang baik bagi pengunjung.

Menurut Celni, pemerintah juga perlu memperhatikan variasi produk yang ditawarkan. Pilihan makanan dan minuman yang beragam dapat menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat yang berkunjung ke Teras Samarinda II.

Harga Produk Harus Tetap Terjangkau

Selain kualitas produk, Celni mengingatkan pelaku UMKM agar menetapkan harga yang sesuai dengan daya beli konsumen. Kawasan Teras Samarinda menjadi ruang publik yang berpotensi menarik pengunjung dari berbagai kalangan.

Karena itu, pelaku usaha perlu menyesuaikan harga tanpa mengabaikan kualitas bahan, rasa, dan kebersihan. Pemerintah juga perlu mempertimbangkan aspek tersebut saat menyeleksi calon pedagang.

Celni memperkirakan Teras Samarinda II mampu menampung sekitar 10 hingga 14 pelaku usaha. Jumlah tersebut perlu diimbangi dengan pemilihan produk yang tepat agar setiap tenan memiliki daya tarik dan tidak menawarkan jenis dagangan yang terlalu seragam.

Skema Tenan Teras Samarinda II Masih Dalam Pembahasan

Meski mendukung keterlibatan UMKM, Celni menyebut pemerintah masih mendalami mekanisme operasional kawasan tersebut. Pembahasan mencakup penyediaan stan permanen dan kemungkinan pedagang membawa gerobak sendiri.

Menurutnya, pemerintah perlu merancang pola pengelolaan yang tertib agar aktivitas perdagangan tidak mengganggu fungsi kawasan sebagai ruang publik.

“Kami masih mendalami polanya. Mengingat saat ini fokus utama penuntasan proyek masih berkejaran dengan target penyelesaian fisik hingga akhir tahun ini,” jelasnya.

Celni menambahkan, pemerintah saat ini masih memprioritaskan penyelesaian pekerjaan fisik Teras Samarinda II. Proses pengisian tenan kemungkinan baru berjalan pada 2027 setelah tahap penyelesaian proyek rampung.

“Karena saat ini Teras Samarinda tahap II ada perbaikan-perbaikan penyelesaian, yang harus segera diselesaikan sampai di akhir tahun ini. Jadi kemungkinan 2027 dapat terealisasi,” demikian Celni Pita Sari.

Dengan persiapan tersebut, DPRD berharap Pemkot Samarinda dapat menghadirkan kawasan UMKM yang tertata, nyaman, dan mampu mendorong pertumbuhan usaha lokal. Kurasi serta pendampingan yang konsisten juga diharapkan membantu pelaku UMKM meningkatkan kualitas produk dan menarik lebih banyak pengunjung.

(Adv)

DIKSI.co

VNS

Tim Redaksi DIKSI.co

Menyajikan informasi terkini, akurat dan terpercaya untuk masyarakat.