Gerakan sejuta akseptor KB di seluruh Indonesia ini dalam rangka untuk membuktikan kepada masyarakat bahwa di masa pandemi Covid-19 ini program KB masih ada.
"Masyarakat diharapkan mengerti bahwa pelayanan KB itu tidak hanya datang ke fasilitas kesehatan, tetapi ada juga pelayanan KB yang tidak harus datang ke fasilitas kesehatan, tapi melalui peran penyuluh KB kami, yaitu melalui pil dan kondom," katanya.
Diketahui pembagian pil KB dan alat kontrasepsi ini hanya diberikan dengan terdata dan ada kriteria bagi pasangan subur yang mendapatkan pil KB yang dinilai penyuluh program KB.
"Karena pil itu ada kriterianya. Kalau misalnya darah tinggi, ya nggak boleh. Kondom itu untuk KB baru, sekitar 105 pasangan usia subur. Kemudian kondom 1.269 untuk KB ulangan," ujarnya. (tim redaksi Diksi)