Ekspor Perikanan Kaltim Tembus Rp65,39 Miliar, Udang Windu Jadi Andalan

Gunakan suara perangkat Anda
1,014 dibaca
Bagikan:

Ringkasan Cepat

  • DIKSI.CO - Produk perikanan Kalimantan Timur (Kaltim) mencatat nilai ekspor Rp65,39 miliar dengan volume pengiriman mencapai 360,32 ton sepanjang September 2026.
  • Udang windu beku dan kepiting hidup menjadi dua komoditas utama yang menyumbang devisa dari perdagangan perikanan tersebut.
  • Berdasarkan data Balai Pengendalian dan Pengawasan Mutu Hasil Kelautan dan Perikanan (BP2MHKP) Balikpapan, udang windu beku menyumbang nilai ekspor terbesar, yakni Rp35,14…

DIKSI.CO – Produk perikanan Kalimantan Timur (Kaltim) mencatat nilai ekspor Rp65,39 miliar dengan volume pengiriman mencapai 360,32 ton sepanjang September 2026. Udang windu beku dan kepiting hidup menjadi dua komoditas utama yang menyumbang devisa dari perdagangan perikanan tersebut.

Berdasarkan data Balai Pengendalian dan Pengawasan Mutu Hasil Kelautan dan Perikanan (BP2MHKP) Balikpapan, udang windu beku menyumbang nilai ekspor terbesar, yakni Rp35,14 miliar.

Sementara itu, kepiting hidup menempati posisi berikutnya dengan nilai ekspor Rp13,44 miliar dan volume pengiriman mencapai 85,86 ton selama September 2026.

Kepala Bidang Perikanan Budidaya dan Penguatan Daya Saing Produk Perikanan Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kaltim, Irma Listiawati, mengatakan kepiting hidup menjadi salah satu produk unggulan daerah yang menarik minat pasar internasional.

“Permintaan pasar internasional terhadap produk kepiting hidup asal perairan pesisir Kaltim tercatat sangat tinggi dan stabil,” ujar Irma, Senin (19/10/2026).

China, Malaysia, dan Singapura Jadi Tujuan Ekspor Kepiting Kaltim

Irma menjelaskan, pelaku usaha perikanan Kaltim secara konsisten mengirim kepiting hidup ke tiga negara tujuan utama, yakni China, Malaysia, dan Singapura.

Permintaan dari pasar tersebut membuka peluang bagi pelaku usaha perikanan daerah untuk memperluas jangkauan perdagangan. Namun, pelaku usaha perlu menjaga mutu produk agar mampu memenuhi persyaratan pasar internasional.

DKP Kaltim pun menekankan pentingnya standar kebersihan dan jaminan kualitas dalam setiap tahapan penanganan produk perikanan. Langkah ini bertujuan menjaga kualitas komoditas sekaligus meningkatkan kepercayaan pembeli dari luar negeri.

“Kami berupaya memperluas akses pasar ekspor dan meningkatkan daya saing produk perikanan untuk memberikan nilai tambah bagi perekonomian masyarakat pesisir,” tegas Irma.

Udang Pink Beku hingga Kerapu Segar Ikut Sumbang Ekspor

Selain udang windu beku dan kepiting hidup, sejumlah komoditas lain turut memperkuat kinerja ekspor perikanan Kaltim selama September 2026.

Udang pink beku mencatat nilai ekspor Rp10,40 miliar. Berikutnya, udang putih beku menyumbang Rp2 miliar, bawal segar Rp1,55 miliar, dan kerapu segar Rp1,04 miliar.

Keragaman komoditas tersebut menunjukkan bahwa perdagangan perikanan Kaltim tidak hanya bertumpu pada satu jenis produk. Pelaku usaha juga memiliki peluang untuk mengembangkan komoditas lain yang sesuai dengan kebutuhan pasar internasional.

DKP Kaltim Dorong Daya Saing Produk Perikanan

DKP Kaltim terus mendorong peningkatan daya saing produk perikanan agar pelaku usaha mampu memanfaatkan peluang ekspor. Penguatan mutu menjadi salah satu aspek penting untuk menjaga keberlanjutan perdagangan di pasar global.

Upaya tersebut juga berkaitan dengan peningkatan nilai tambah bagi masyarakat pesisir. Ketika pelaku usaha mampu menjaga kualitas dan memperluas akses pasar, peluang ekonomi dari sektor perikanan dapat berkembang lebih luas.

Dengan nilai ekspor mencapai Rp65,39 miliar selama September 2026, komoditas perikanan menjadi salah satu sektor yang berkontribusi terhadap perdagangan luar negeri Kaltim. Udang windu beku dan kepiting hidup tercatat sebagai komoditas utama dalam capaian tersebut.

(Redaksi)

DIKSI.co

VNS

Tim Redaksi DIKSI.co

Menyajikan informasi terkini, akurat dan terpercaya untuk masyarakat.