Soal New Normal di Balikpapan, Rizal Effendi: Kami Lagi Susun Skemanya

DIKSI.CO, BALIKPAPAN – Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan masih mengevaluasi grafik penurunan kasus Covid-19 untuk dapat menerapkan new normal di Kota Balikpapan.

Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi mengatakan masih menyusun pedoman yang harus dilakukan jika new normal dapat diterapkan, sembari melakukan peninjauan protokol di beberapa tempat.

“Kita lagi menyusun skemanya termasuk juga meninjau rumah ibadah dan sebagainya,” katanya.

Mengingat adanya perintah dari Presiden RI Joko Widodo bahwa grafik R Nought (RO) harus dibawah angka 1 sebagai syarat yang harus dipenuhi suatu daerah jika ingin menerapkan new normal.

“Salah satu yang disampaikan kemarin Bapak Presiden salah satu indikator yang harus dilihat adalah grafik RO nya harus dibawah 1,” kata Rizal

Sementara di Kota Balikpapan syarat tersebut belum terpenuhi karena masih menunjukkan angka 1 pada grafik RO nya.

“Saat ini atau dalam minggu ini grafik RO kita masih diangka 1, jadi kita menunggu dulu evaluasi mulai Senin kalau sudah dibawah 1,” ujarnya.

Ia mengatakan sembari menunggu grafik RO Balikpapan menurun, Pemkot Balikpapan terus menyusun protokol-protokolnya baik dari Kemenkes, tim gugus tugas pusat.

“Mudah-mudahan grafiknya bisa turun dibawah 1, dan kita akan menentukan new normalnya,” tuturnya.

Rizal juga mengimbau kepada masyarakat untuk tetap melakukan protokol kesehatan seperti biasa seperti tetap physical distancing, menggunakan masker, tetap dirumah, agar daya tahan tubuh tetap terjaga dan grafik RO dapat menurun.

“Jadi saya mohon kepada masyarakat dalam rangka menurunkan grafik RO nya jangan mengendurkan protokol kesehatannya,” pungkasnya. (tim redaksi Diksi) 

Daniel

Diksi.co adalah portal berita terdepan di Samarinda dan Kalimantan Timur yang menyajikan informasi terkini seputar politik, hukum, dan pemerintahan. Kami berkomitmen menghadirkan berita yang tajam, kritis, dan terpercaya. Tim redaksi kami terdiri dari jurnalis profesional yang siap mengawal isu-isu strategis, mulai dari anggaran daerah (APBD) hingga perkembangan Ibu Kota Nusantara (IKN), demi transparansi publik
Back to top button