Satu Unit Rumah Terbakar di Muara Badak, Damkar Hadapi Hujan Deras dan Akses Licin

Laporan Diterima Dini Hari, Petugas Langsung Bergerak
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Kutai Kartanegara, Fida Hurasani, menjelaskan bahwa laporan kebakaran diterima pada pukul 03.03 WITA dari seorang warga bernama Padli. Menindaklanjuti laporan tersebut, petugas Damkar Pos Kecamatan Muara Badak segera bergerak ke tempat kejadian perkara.
“Begitu menerima laporan, personel langsung kami kerahkan ke tempat kejadian perkara. Meski kondisi cuaca kurang bersahabat, proses penanganan tetap dilakukan secepat mungkin,” ujar Fida Hurasani saat dikonfirmasi.
Delapan Personel dan Dua Armada Dikerahkan
Penanganan kebakaran dimulai pada pukul 03.17 WITA. Sebanyak delapan personel Damkar Matan Pos Muara Badak diterjunkan ke lokasi dengan membawa dua unit armada, yakni Unit Firedome dan Unit Fire Rescue.
Dalam proses pemadaman, petugas juga mendapat dukungan dari Masyarakat Peduli Api (MPA) Muara Badak serta warga sekitar yang turut membantu pengamanan lingkungan.
Api Sudah Membesar, Tidak Ada Korban Jiwa
Berdasarkan laporan lapangan, api diketahui telah membesar saat petugas tiba di lokasi. Rumah yang terbakar merupakan rumah tinggal milik warga setempat. Beruntung, tidak ada penghuni rumah yang berada di dalam bangunan saat kebakaran terjadi.
“Kami memastikan terlebih dahulu tidak ada korban jiwa sebelum fokus pada pemadaman api dan pendinginan area,” jelas Fida.
Hujan Deras dan Jalan Licin Jadi Kendala Pemadaman
Proses pemadaman menghadapi sejumlah kendala. Hujan deras yang mengguyur wilayah Muara Badak serta kondisi jalan yang licin dan sempit membuat mobilisasi armada membutuhkan kehati-hatian ekstra.
“Kendala utama di lapangan adalah hujan deras dan akses jalan yang licin. Namun hal tersebut tidak menghambat semangat personel untuk segera mengendalikan api,” tambahnya.
Api akhirnya berhasil dipadamkan sepenuhnya pada pukul 03.50 WITA. Setelah itu, petugas melakukan proses pendinginan untuk memastikan tidak ada sisa api yang berpotensi memicu kebakaran ulang.
Dugaan Penyebab Kebakaran: Korsleting Listrik
Berdasarkan pemeriksaan awal di lokasi, kebakaran diduga disebabkan oleh korsleting listrik atau hubungan arus pendek pada instalasi listrik rumah tersebut. Dugaan ini diperkuat dengan temuan kerusakan pada jaringan listrik di dalam bangunan.
“Penyebab sementara kebakaran diduga akibat korsleting listrik. Namun kami tetap mengimbau masyarakat agar secara rutin memeriksa instalasi listrik di rumah masing-masing, terutama pada bangunan lama,” kata Fida Hurasani.
Kerugian Masih Didata, Damkar Apresiasi Peran Warga
Dalam peristiwa tersebut, satu unit rumah warga dilaporkan terbakar. Meski tidak menimbulkan korban jiwa, kerugian materiil masih dalam tahap pendataan oleh Damkar Matan Kukar.
Peralatan yang digunakan dalam proses pemadaman meliputi dua selang berdiameter 1,5 inci, satu nozzle, satu konektor Y, alat pelindung diri (APD) lengkap, serta peralatan pendukung lainnya seperti tongkat pengait.
Fida Hurasani mengapresiasi kerja cepat personel Damkar serta peran aktif masyarakat dalam membantu penanganan kebakaran.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada MPA Muara Badak dan warga sekitar yang telah membantu di lapangan. Kesadaran dan kepedulian masyarakat menjadi kunci dalam menghadapi situasi darurat seperti ini,” ujarnya.
Imbauan Waspada Kebakaran Dini Hari
Di akhir keterangannya, Fida kembali mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, khususnya pada malam hingga dini hari.
“Kebakaran bisa terjadi kapan saja. Kewaspadaan dan pencegahan sejak dini adalah langkah terbaik untuk melindungi keluarga dan harta benda,” pungkasnya.
(Redaksi)
