Saefuddin Zuhri Luncurkan Aplikasi SOPPA untuk Perlindungan Perempuan dan Anak
DIKSI.CO, SAMARINDA – Wakil Wali Kota Samarinda, Saefuddin Zuhri, secara resmi meluncurkan Aplikasi SOPPA (Sistem Online Pengaduan Perempuan dan Anak) dalam kegiatan sosialisasi yang berlangsung di Kafe Bagios Samarinda, Senin siang.
Peluncuran ini menjadi langkah strategis Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda untuk memperkuat perlindungan perempuan dan anak dari berbagai bentuk kekerasan.
Kasus Kekerasan Masih Tinggi
Saefuddin Zuhri menegaskan, kekerasan terhadap perempuan dan anak masih menjadi persoalan serius di Samarinda.
Berdasarkan data UPTD PPA Samarinda, sepanjang Januari hingga November 2025 tercatat 264 kasus dengan 303 korban.
“Angka ini menunjukkan kompleksitas persoalan yang membutuhkan penanganan sistematis dan berkelanjutan,” ujarnya.
Saefuddin Zuhri menjelaskan, kekerasan yang terjadi sangat beragam, mulai dari fisik, psikis, seksual, penelantaran rumah tangga, hingga sengketa hak asuh dan anak berhadapan dengan hukum.
Ia menekankan, kekerasan bisa terjadi di ruang domestik maupun publik dan menyentuh banyak aspek kehidupan keluarga.
Korban Sering Diam karena Takut dan Malu
Saefuddin Zuhri menyoroti, masih banyak korban yang enggan melapor karena takut, malu, ketergantungan ekonomi, atau keterbatasan akses dan informasi.
“Kondisi ini menegaskan kewajiban negara untuk hadir melalui mekanisme perlindungan yang mudah diakses, aman, dan berpihak kepada korban,” kata dia.
Sebagai jawaban atas kebutuhan itu, Pemkot Samarinda menghadirkan SOPPA.
Aplikasi ini memungkinkan masyarakat melaporkan kasus kekerasan kapan saja dan di mana saja tanpa harus datang langsung ke kantor layanan.
“SOPPA hadir untuk menghapus jarak, waktu, dan rasa takut korban dalam melapor,” tutur Saefuddin Zuhri.
Ia menambahkan, SOPPA bukan sekadar aplikasi, tetapi wujud kehadiran negara yang berlandaskan nilai kemanusiaan, empati, dan keberpihakan kepada korban.
Setiap laporan dipandang sebagai panggilan darurat yang harus ditangani secara cepat, serius, dan terpadu.
Terintegrasi Lintas Sektor
SOPPA terintegrasi dengan UPTD PPA, kepolisian, layanan kesehatan, lembaga pendamping, dan perangkat daerah terkait.
Sistem ini menjadi pintu masuk menuju ekosistem perlindungan yang menyeluruh, mulai dari penanganan awal hingga pemulihan korban.
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Samarinda, Ibnu Araby, menambahkan, mayoritas pelaku kekerasan berasal dari orang terdekat, termasuk keluarga.
“SOPPA menjamin kerahasiaan data pelapor dan korban. Kami berharap ini mendorong keberanian masyarakat untuk melapor,” katanya.
SOPPA dapat diakses melalui laman pwa.samagov.id.
Masyarakat cukup masuk menggunakan nomor WhatsApp, menerima kode OTP, lalu memilih menu pelaporan kekerasan terhadap perempuan dan anak.
Dengan aplikasi ini, Pemkot Samarinda berharap tercipta kota yang aman, ramah, dan berkeadilan bagi perempuan dan anak. (redaksi)