Prabowo Tegur Keras TNI Soal Tambang Ilegal, Soroti Peran Babinsa hingga Danrem

DIKSI.CO – Presiden Prabowo Subianto melontarkan kritik tajam terhadap jajaran aparat teritorial TNI yang dinilai gagal mendeteksi maraknya aktivitas tambang ilegal di berbagai daerah. Ia menilai, praktik ilegal yang berlangsung secara terbuka seharusnya bisa terpantau oleh aparat di lapangan.

Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo sebagai bentuk evaluasi terhadap lemahnya pengawasan wilayah, terutama di tingkat bawah seperti Babinsa hingga komando teritorial yang lebih tinggi.

Prabowo Pertanyakan Fungsi Aparat Teritorial

Prabowo secara tegas mempertanyakan kinerja aparat teritorial TNI jika aktivitas ilegal berskala besar justru luput dari pengawasan.

“Saya bilang kepada Panglima TNI, kamu usut bagaimana ada tambang ilegal Babinsa tidak tahu, Danramil tidak tahu, Kodim tidak tahu, Danrem tidak tahu. Untuk apa kita punya pejabat seperti itu, kalau dia tidak tahu atau tidak mau tahu soal tambang ilegal, perkebunan ilegal, dan sebagainya,” kata Prabowo dikutip dari pernyataannya, Senin (23/3).

Ia menegaskan bahwa ketidaktahuan aparat terhadap aktivitas ilegal tidak bisa diterima, mengingat fungsi utama mereka adalah menjaga dan mengawasi wilayah.

Instruksi Usut Tuntas hingga Akar Masalah

Prabowo mengaku telah memberikan instruksi langsung kepada Panglima TNI untuk mengusut tuntas dugaan pembiaran maupun keterlibatan oknum aparat dalam praktik ilegal tersebut.

Menurutnya, maraknya tambang ilegal, perkebunan ilegal, hingga penyelundupan merupakan indikasi kuat lemahnya penegakan hukum di lapangan.

“Penyelundupan itu pasti terjadi karena lemahnya penegakan hukum. TNI Angkatan Laut bagaimana, Danden bagaimana, Babinsa bagaimana, kok bisa terjadi tambang ilegal, saya pertanyakan,” ujarnya.

Ia menilai, aktivitas ilegal dalam skala besar mustahil terjadi tanpa adanya celah pengawasan atau bahkan pembiaran dari aparat terkait.

Apresiasi Polri, TNI Diminta Lakukan Hal Serupa

Di sisi lain, Prabowo mengapresiasi langkah Kepolisian Negara Republik Indonesia yang mulai menindak tegas perwira bermasalah, termasuk di tingkat Kapolres. Ia menyebut langkah tersebut sebagai arah positif dalam pembenahan institusi.

Namun demikian, ia menegaskan bahwa TNI juga harus melakukan langkah serupa karena masih terdapat oknum perwira yang dinilai tidak beres.

“Saya lihat sekarang kepolisian banyak menindak perwira-perwira yang gak beres. Kalau kita lihat ada Kapolres, ada beberapa ya, saya kira itu arah yang lebih baik. Dan juga TNI ada perwira-perwira yang gak beres juga,” jelasnya.

Jaga Marwah Institusi, Prabowo Minta TNI Berbenah

Sebagai mantan prajurit dan alumni militer, Prabowo mengaku prihatin jika institusi TNI yang selama ini dipercaya masyarakat justru tercoreng oleh ulah segelintir oknum.

Ia menekankan pentingnya langkah pembenahan internal secara menyeluruh, baik di tubuh Polri maupun TNI, demi menjaga kepercayaan publik.

“TNI harus bereskan diri. Saya gak rela institusi saya yang begitu dicintai rakyat tercemar oleh pejabat-pejabat. Jadi ini saya kira kita harus fair, polisi harus bereskan diri, TNI juga harus bereskan diri,” pungkas Prabowo.

Pernyataan tersebut menjadi sinyal kuat bahwa pemerintah akan mendorong penegakan hukum yang lebih tegas terhadap praktik ilegal, sekaligus memperkuat integritas aparat di lapangan.

(Redaksi)

Back to top button