RUSMADI, An Epic Comeback or Worst Nightmare?


person access_time 8 months ago remove_red_eyeDikunjungi 316 Kali
RUSMADI, An Epic Comeback or Worst Nightmare?

Grafis Artikel Rusmadi/ Diksi.co

Dari perkembangan politik sebelumnya, Rusmadi diketahui juga pernah berikan dukungan ke beberapa calon-calon di Samarinda. Apri Gunawan, salah satunya. Rusmadi pernah mengenalkan Apri Gunawan kepada Ikatan Keluarga Tanah Jawi (IKA Pakarti), organisasi yang ia pimpin.

Ditulis Oleh: DIKSI.co
26 November 2019

RUSMADI, An Epic Comeback or Worst Nightmare? 

Poin 4 -  Dengan mempertimbangkan dinamika politik saat ini yang terjadi dan demi menjamin suasana kondusif pemerintahan, saya TIDAK melanjutkan pencalonan saya dalam PILGUB 2018.

Poin 5 - Keputusan untuk tidak melanjutkan pencalonan ini, saya lakukan dengan kesadaran dan keiklasan semata-mata sebagai tanggung jawab saya dalam menjaga situasi yang harmonis, demi kebaikan dan stabilitas pada Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur sebelum dan sesudah PILGUB 2018 dilaksanakan.

(SIARAN PERS PERNYATAAN SIKAP DR. H. RUSMADI WONGSO DALAM PILGUB 2018) – diupload 4 Januari 2018 di akun Facebook @Rusmadi Wongso

DIKSI.CO, SAMARINDA – Rabu (19/11/2019), pukul 13.30 Wita, Rusmadi baru saja tiba di DeKADE Coffee & Arts Studio, Jalan Keledang Samarinda. Ia tengah miliki agenda ke kampus, saat tim redaksi Diksi.co diberikan waktu bincang sejenak. 

Hari itu, tepat 22 hari, usai Rusmadi declare keinginannya maju di Pilkada serentak. Bukan sebagai Cagub lagi, kali ini, ia maju di Pilwali Samarinda, entah untuk 01 ataupun 02. 

“Keputusanku maju dan menang,” ucap Rusmadi di tengah obrolan. 

“Kalau kemarin saat diwawancara Awan dari STV, saya pernah berucap pak Isran yang kuat. Nah tesambat aku jadi doa, dan (Isran) menang. Makanya sekarang  Rusmadi yang kuat, tak mau lagi aku (tesambat),” kata Rusmadi lagi. 

Banyak pihak dikejutkan dengan majunya Rusmadi, mantan Kepala Bappeda Kaltim, ke Pilwali Samarinda 2020. Pernah kalah di Pilgub Kaltim 2018 dan kontestasi DPR RI, tak buatnya menyerah. 

Sempat tersiar informasi dirinya tak bakal maju, Rusmadi ikut jelaskan hal-hal itu kepada Diksi.co. Diakuinya, perkembangan waktu lah yang membuatnya akhirnya merubah keputusan. 

"Waktu itu kalkulasi belum jelas, tapi beginilah dinamika politiknya. Dengan ditetapkannya Kaltim jadi ibu kota negara, itu jadi tantangan bagi saya untuk Samarinda sebagai kota penyangga. Berarti keinginan memajukan daerah ini terbuka lebar," kata Rusmadi.

Ia pun tak menampik, bahwa dukungan partai sudah ia kantongi. Tetapi, hingga akhir pertemuan, Rusmadi belum ada membeber partai mana yang ia maksud, hingga apakah modal rupiah dalam kontestasi Pilwali Samarinda 2020 sudah ia kantongi ataukah tidak. 

“Partai sudah aman. Partai berikan ruang ke saya. Kalau partai itu sudah inginkan tokoh untuk maju, sudah pasti tidak sembarangan. Pasti ada survei,” ujarnya. 

Diksi.co ikut pertanyakan persoalan keputusan maju. Dari perkembangan politik sebelumnya, Rusmadi diketahui juga pernah berikan dukungan ke beberapa calon-calon di Samarinda. Apri Gunawan, salah satunya. Rusmadi pernah mengenalkan Apri Gunawan kepada Ikatan Keluarga Tanah Jawi (IKA Pakarti), organisasi yang ia pimpin. Di perkenalan itu, Rusmadi justru mengenalkan Apri sebagai tokoh muda yang berkeinginan membangun Samarinda. 

Ada pula Saefuddin Zuhri, rekan satu organisasinya di IKA Pakarti  yang juga pernah ia dukung untuk maju ke Pilwali Samarinda. 

Tetapi, justru akhirnya Rusmadi sendirilah yang putuskan maju, yang otomatis juga bertarung dengan Apri Gunawan hingga Saefuddin Zuhri. 

Perubahan sikap ini pun diamini pihak yang disebut di atas. 

Saefuddin Zuhri saat dikonfirmasi pada, Senin (04/11/19) di kediamanya, komplek Villa Tamara Jalan Aw. Syahranie Samarinda menjawab hal itu. 

“Iya saat itu begitu. Kalau dia berubah pilihan sekarang ya gak masalah, kalau ada peluang, ada gandengan, kemauan dan kemampuan saya pikir itu gak masalah,” kata Zuhri.

Dinamisnya dunia politik Kata Zuhri memberikan peluang bagi semua orang ikut berkontestasi setiap Pilkada. Baginya tidak bisa menyalahkan setiap keputusan seseorang.

Saefuddin Zuhri juga tidak merasa kecewa, malah ia bersyukur karena semua bakal calon yang tampil adalah saudara termasuk Rusmadi.

“Saya malah bersyukur karena mereka semua saudara dengan niat yang sama ingin memajukan kota Samarinda lebih baik lagi,”ucapnya.

Lain Zuhri, lain pula Apri Gunawan saat dikonfirmasi mengenai majunya Rusmadi. 

“Biasa saja, dalam hal mau ikut pemilihan ini sah sah saja saya pikir, siapapun kan bisa,” ucap Apri saat dikonfimasi.

Saat dipastikan bahwa Rusmadi pernah perkenalkan dirinya sebagai kandidat walikota, dengan santai Apri menjelaskan.

“Gak, tapi gini, Artinya kan saya anggap Rusmadi sebagai orang tua saya, mulai dari beliau sebelum calon saya juga sudah dekat dengan beliau, Sampai hari ini pun saya dekat dengan beliau, ketika beliau memutuskan maju itu hak beliau, iya gak apa-apa,” ucapnya.

Apri mengaku komunikasinya tetap berjalan, layaknya anak dan bapak. 

“Karena beliau saya anggap sebagai bapak,”tutur Apri. (*) 

Jawaban Rusmadi 

Rusmadi tak menampik, dirinya pernah membawa Apri Gunakan untuk diperkenalkan ke IKA Pakarti, pun demikian dengan Saefuddin Zuhri yang ia sempat dorong untuk maju. 

“Apri juga saya dorong. Waktu itu kan dia juga termasuk pemula. Waktu itu, kalkulasi masih belum jelas. Kalau saya maju, tak bisa asal maju. Harus maju dan menang. Karena inikan politik masih dinamis. Waktu itu tidak ingin maju, jadi siapa saja yang berkomunikasi ke saya akan saya dukung. Termasuk Apri Gunawan, aku juga yang dorong. Termasuk Saefuddin Zuhri, Ketua Ika Pakarti Samarinda, waktu peralihan di rumahnya saat ramadan, aku termasuk yang mendukung. Ibu Meiliana juga ingin maju, ya, saya dukung," jelasnya.

Kepada beberapa orang yang pernah ia dorong untuk maju, Rusmadi juga sampaikan ia telah meminta izin sebelum akhirnya maju ke Pilwali Samarinda 2020. Hal itu ia sampaikan melalui pesan Whatss App yang ia kirim langsung secara personal. Termasuk ke Saefuddin Zuhri ataupun Apri Gunawan. 

"Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatu, mohon maaf, saya mohon izin maju di Pilwali Samarinda. Mohon doa dan dukungannya. Salam hormat Rusmadi,"  kata Rusmadi membacakan pesan chatting di handphone miliknya. (*) 

Grafis Profil Rusmadi/ Diksi.co

Dua Kali Gagal Maju 

Sempat menjadi pejabat tertinggi di kalangan ASN (Aparatur Sipil Negara) saat di periode kedua kepemimpinan Awang Faroek Ishak (AFI), Rusmadi mengambil langkah berani. 

Jabatan Sekprov Kaltim ia tinggalkan, untuk selanjutnya mengambil kontestasi Pilgub Kaltim 2018, berpasangan dengan mantan Kapolda Kaltim Irjen Pol Safaruddin. Rusmadi-Safaruddin saat itu diusung PDI-P dan Hanura dengan 14 kursi di legislatif. Mereka maju di Pilgub Kaltim dengan nomor urut 4. 

Sempat dapatkan survei dengan hasil tinggi, pasangan Rusmadi-Safaruddin justru kalah dari nomor urut 3 Isran-Hadi. 

Di rekapitulasi suara KPU, Rusmadi-Safaruddin kantongi 324.226 suara (24,32 persen). Sementara pasangan pemenang, Isran-Hadi dapatkan 417. 711 suara (31,33 persen). 

Lepas Pilgub, Rusmadi melenggang ke kontestasi Pileg 2019, untuk kursi DPR RI. 

Di kontestasi Pilgub, Rusmadi kembali gagal maju ke Senayan. Sementara, pasangannya, Safaruddin, justru lolos. 

Sama-sama bertarung melalui PDIP, partai berlambang banteng itu hanya bisa meloloskan dua kader mereka, yakni Safaruddin dan Ismail Thomas. Di Pileg 2019 itu, suara Rusmadi berada di posisi kedua untuk kota Samarinda, yakni 12.251 suara. Ia hanya kalah dari Rini Gustiana dengan 18. 241 suara. (*) 

Kalah di TPS Sendiri

Selain pernah gagal dua kali, Rusmadi Wongso, juga pernah gagal unggul di TPS nya sendiri saat Pilgub 2018 lalu. 

Saat itu, di Tempat Pemungutan Suara (TPS) 06, Kelurahan Gunung Lingai, justru pasangan  Isran-Hadi yang unggul dengan perolehan 134 suara. 

Sementara, pasangan Rusmadi-Safaruddin berada di posisi kedua dengan perolehan 97 suara. Disusul pasangan Syaharie Jaang-Awang Ferdian sebanyak 36 suara dan terakhir Sofyan-Rizal dengan perolehan 30 suara.

Ditemui diksi.co dikediamannya, Ketua RT 06 mengatakan sangat mendukung Rusmadi menjadi Calon Wali Kota Samarinda. Ia juga akui, beberapa hari lalu Rusmadi menggelar silaturahmi dengan warga untuk meminta izin maju sebagai bakal calon Wali Kota Samarinda.

"Mudah-mudahan dia (Rusmadi) menang nanti, sedangkan belum naik saja peduli dengan warga sendiri," katanya.

Tidak hanya mendukung, ia juga sebut beberapa aksi yang dilakukan Rusmadi juga sangat membantu keberadaan lingkungan sekitar tempatnya bermukim.

"Griya mukti bisa maju seperti ini kan gegara pak Rusmadi juga. Sama masyarakat bagus, kalau ada apa-apa mau terjun, seperti banjir parah kemarin saja dia mau bantu warga yang kekurangan, beliau koordinir langsung," ucap Ibu yang kesehariannya bekerja sebagai penjahit.

Ditanya soal kekalahan Rusmadi di lingkungan rumahnya sendiri saat Pemilihan Gubernur (Pilgub) Kaltim 2018 lalu, Ketua RT06 sebut respon warga pada saat itu memang mendukung, namun sehari sebelum pemilihan, ia mendengar isu warga yang mendapat serangan fajar.

"Ya soal kalah itu kita tidak tahu, politik sekarang marak money politics, kalau pak Rusmadi itu enggak, murni terpilih apa adanya. Saya sendiri tidak enak dengan warga sendiri, sudah berjuang juga istilahnya biar saja ditempat lain kalah yang penting di RT sini menang, tapi masih kuat yang money itu kan sama aja orang membeli suara," tuturnya. (*) 

Grafis track politik Rusmadi/ Diksi.co

Pernah Bawa Bappeda Kaltim Jadi Terbaik ke 2

Dari akademisi hingga ke birokrat, beberapa hal juga pernah diraih Rusmadi Wongso di karirnya di pemerintahan. 

Pada 2015, saat masih menjadi Kepala Bappeda, Rusmadi berhasil bawa Bappeda Kaltim sebagai Terbaik ke-II dalam Penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah Tingkat Provinsi. 

Hal itupun turut diceritakan Rusmadi Wongso. 

“Itu Bappeda terbaik ke II se Indonesia,” ucapnya. 

Meski demikian, saat masih menjabat Sekprov Kaltim di 2016 (Rusmadi dilantik menjadi Sekprov definitif di 10 Februari 2016), ekonomi Kaltim justru masuki masa kelam. 

Tercatat, di 2016 pertumbuhan ekonomi Kaltim ada pada posisi minus 0, 38 persen. Tahun setelahnya, 2017 barulah ekonomi Kaltim tumbuh dengan 3,13 persen. Berlanjut dengan 2018 dengan juga tumbuh meskipun tidak sebagus 2017, yakni dengan 2,67 persen. (*) 

Rusmadi Wongso/ Diksi.co

Andi Harun- Rusmadi? 

Santer dikabarkan akan berpasangan dengan Rusmadi Wongso, Wakil Ketua DPRD Provinsi Kaltim, Andi Harun, sampaikan belum menentukan siapa yang akan mendampinginya untuk bertarung di Pilkada Samarinda 2020 mendatang.

Terkait rumor yang beredar ini, Andi Harun mengatakan semua calon masih memiliki peluang yang sama untuk bisa bersanding dengannya menjadi bakal calon Wakil Walikota.

"Belum kami tentukan, ini masih proses, semua calon walikota masih memiliki peluang yang sama, pada waktu yang tepat kita akan sampaikan," ungkap Andi saat ditemui Diksi.co di Samarinda, Minggu (3/11/2019).

Tidak ingin terburu-buru, politisi partai Gerindra ini juga menambahkan bahwa dirinya masih akan melakukan survei untuk menunjang keterpilihannya dalam memenangkan pesta demokrasi nantinya.

"Informasi terupdate kita masih akan melakukan survey terhadap siapa wakil walikota yang benar-benar bisa mengangkat elektroral keterpilihan pasangan ini nanti," ujarnya.

Dalam waktu dekat, Andi Harun sebut akan mengambil keputusan final untuk calon wakil Walikota yang sudah masuk dalam kriteria yang diinginkannya.

"Kemungkinan di akhir Desember, saya kira banyak hal yang akan dipertimbangkan terutama komunikasi dengan partai politik," ucapnya. (*) 

Dianggap Tidak Teguh Pendirian

Gaya politik Rusmadi Wongso dianggap tidak teguh pendirian oleh pengamat politik dari Universitas Mulawarman, Sonny Sudiar.

Rusmadi, bermula dari Sekdaprov Kaltim dirinya mengatakan berhenti sebagai PNS dan berkontetasi di pilgub Kaltim.

Dalam perjalanannya ia menyatakan mundur kemudian maju kembali. 

Sementara untuk Pilwali Samarinda 2020, diketahui dirinya mensupport sejumlah tokoh muda termasuk Apri  Gunawan dan Saefuddin Zuhri untuk maju pada Pilwali kota Samarinda. 

Namun belakangan dirinya menyatakan diri maju pada Pilwali Samarinda tahun 2020 mendatang.

“Saya lihatnya gini, gaya politik pak Rusmadi ini tidak teguh pendirian, mestinya ketika terjun di politik harus kafah atau total,” ucal Sonny Sudiar saat dikonfirmasi, Senin (28/11/19) sore.

Pengamat Politik dari Universitas Mulawarman, Sonny Sudiar.

Menurutnya dalam politik tidak harus setengah setengah, apalagi melenggang dalam ketidakpastian.

“Sehingga harusnya ketika beliau memutuskan untuk maju, iya maju dulu jangan maju mundur,” tandasnya.

Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Mulawarman ini menilai, sikap yang seperti itu akan membuat orang  bingung, dalam artian orang akan melihat Rusmadi ini akan maju atau tidak.

Sebelum maju di Pilwali, Rusmadi juga membangun komunikasi politik dan mendorong beberapa figur politik, namun belakangan justru dia maju juga.

“Nah ini kan kita melihatnya sebagai sikap yang tidak tegas,” ujar Sony. (tim redaksi Diksi)



Tinggalkan Komentar



Baca Lainnya