Mengeluh Sakit, Bos Salon di Komplek Mall Lembuswana Ditemukan Tewas


person access_time 6 days ago remove_red_eyeDikunjungi 76 Kali
Mengeluh Sakit, Bos Salon di Komplek Mall Lembuswana Ditemukan Tewas

Petugas kepolisian bersama sejumlah relawan saat melakukan pengecekan sebelum mengevakuasi jenazah Rizal, pagi tadi, Selasa (3/12/2019)/ Diksi.co

Pria berperawakan sedikit gempal ini, sejak empat hari lalu telah mengeluhkan kondisi kesehatannya yang kian menurun. Di hari ketiga, sebelum ajal menjemput, Rizal sempat mengeluhkan badannya yang terasa pegal.

Ditulis Oleh: DIKSI.co
03 Desember 2019

DIKSI.CO, SAMARINDA - Selasa (3/12/2019) pagi, sekitar pukul 10.27 Wita, salah satu ruko di komplek Mall Lembuswana yang terletak di simpang empat Jalan Dr Soetomo, Jalan Letjend Suprapto, Jalan M Yamin dan Jalan S Parman digegerkan dengan penemuan mayat seorang bos salon di kawasan tersebut. 

Belakangan mayat itu diketahui bernama Rizal Faqih. Ia berusia 47 tahun dan seorang perantau dari Kota Surabaya, Jawa Timur. Hidup sebatang kara, Rizal didapuk sebagai Kepala Salon Cosmo 2 oleh pemiliknya yang diketahui bernama Santi sejak dua tahun terakhir. 

Pria berperawakan sedikit gempal ini, sejak empat hari lalu telah mengeluhkan kondisi kesehatannya yang kian menurun. Di hari ketiga, sebelum ajal menjemput, Rizal sempat mengeluhkan badannya yang terasa pegal. Akhirnya ia pun pergi menggunakan jasa pijat tradisional. 

Tak merasakan adanya perbaikan, Rizal akhirnya mencoba ke dokter dan mendapatkan sejumlah obat. Dari hasil rekam medis, kadar gula dalam tubuh Rizal diketahui meningkat. Meski demikian, tak membuat Rizal berhenti dari aktivitas hariannya. 

"Biasanya dia (Rizal) sudah nunggu di pintu. Jendela lantai dua dan pintu pasti dibuka saat saya datang," ungkap Nona (41), satu dari lima karyawan salon tersebut.  

Lanjut Nona, saat itu dirinya tiba sekitar pukul 08.30 Wita. Ia curiga, karena melihat jendela dan pintu salon yang masih tertutup, tidak seperti biasanya. Karena, Rizal, biasanya selalu menunggu para karyawan salon sesaat sebelum bekerja. 

Penasaran dengan kondisi yang tak biasa ini, Nona coba memasuki salon karena pintu tidak terkunci. Kecurigaannya bertambah saat tegurannya dari lantai satu, tak mendapat respon. 

"Saya panggil mas gitu, tapi nggak ada balasan," terangnya sambil mengusap air mata. 

Iklan Apri Gunawan/ Diksi.co

Saat menuju kamar Rizal yang berada lantai dua, gorden kamarnya juga masih tertutup. 

Mencoba menengok dari balik gorden, kaki Nona mendadak lemas. Rizal ditemukan sudah tergeletak tak bernyawa. 

"Dia (Rizal) sudah begitu (meninggal) waktu saya lihat, saya langsung kasih tahu satpam," lanjut Nona.

Jenazah Rizal yang terbujur kaku itu langsung dievakuasi oleh sejumlah relawan dan petugas kepolisian ke RSUD AW Sjahranie, guna pemeriksaan lebih lanjut. 

Terpisah, Aiptu Arief Mujiono Bhabinkamtibmas Kelurahan Gunung Kelua menjelaskan, saat melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), kepolisian tidak menemukan adanya tindak kekerasan. Rizal diduga meninggal dunia akibat sakit yang dialaminya sejak empat hari sebelumnya. 

"Diduga karena sakit, untuk penyakitnya masih dalam penyelidikan lebih lanjut," tutupnya singkat. (tim redaksi Diksi) 

Iklan Saefuddin Zuhri/ Diksi.co



Tinggalkan Komentar



Baca Lainnya