Langkah Awal Cegah Virus Corona, Simak Penjelasan dari RS Abdul Wahab Sjahranie Samarinda


person access_time 1 year ago remove_red_eyeDikunjungi 644 Kali
Langkah Awal Cegah Virus Corona, Simak Penjelasan dari RS Abdul Wahab Sjahranie Samarinda

Kabid Pelayanan Rumah Sakit Abdul Wahab Sjahranie Samarinda, dr. Nurliana Adriati Noor/ Diksi.co

Virus corona yang menghebohkan dunia belakangan ini juga menjadi perhatian dari Rumah Sakit Abdul Wahab Sjahranie (RSUD AWS) Samarinda. Rumah sakit kebanggan warga Samarinda ini adalah salah satu dari 100 rumah sakit yang ditunjuk dan ditetapkan oleh pemerintah sebagai fasilitas rujukan untuk penyakit baru yang muncul.

Ditulis Oleh: Irwan Wahidin
27 Januari 2020

DIKSI.CO, SAMARINDA - Virus corona yang menghebohkan dunia belakangan ini juga menjadi perhatian dari Rumah Sakit Abdul Wahab Sjahranie (RSUD AWS) Samarinda. Rumah sakit kebanggan warga Samarinda ini adalah salah satu dari 100 rumah sakit yang ditunjuk dan ditetapkan oleh pemerintah sebagai fasilitas rujukan untuk penyakit baru yang muncul.

Pihak rumah sakit akui telah melakukan upaya-upaya antisipasi jika ada pasien yang terjangkit virus baru seperti corona, seperti menyiapkan ruangan isolasi dan peralatan khusus untuk penanganannya. Namun, bagaimana jika ada warga yang diduga terindikasi flu maupun virus yang dapat menular di daerah yang belum memiliki fasilitas kesehatan memadai? 

Hal ini ditanggapi oleh Kepala Bidang (Kabid) Pelayanan Rumah Sakit Abdul Wahab Sjahranie (RSUD AWS) Samarinda, dr. Nurliana Adriati Noor saat menggelar konferensi pers di RSUD AWS, Senin (27/1/2020).

Sebagai penanganan awal pada saat ditemukan indikasi atau gejala terjangkit virus, hal yang dilakukan adalah isolasi terhadap pasien.

“Tindakan awal cukup dilakukan isolasi,” kata Nurliana.

Setelah itu, pasien diberikan media pengaman masker untuk menghindari jika ia bersin, hal ini dilakukan agar tidak menimbulkan penularan kepada orang lain yang berada disekitarnya. Nurliana menyarankan untuk masker yang digunakan adalah yang memenuhi standar virus menular, yaitu N95.

“Kalau ada N95 itu lebih baik, karena itu memang masker standar untuk pasien di situasi darurat terhadap virus baru. Tapi kalaupun tidak ada tetap menggunakan masker lain,” tuturnya.

Jika pasien telah mendapat tindakan medis, ia mengingatkan kepada perawat atau petugas yang berada di rumah sakit daerah untuk melaporkan indikasi pasien kepada instansi atau pihak yang berwenang di daerahnya, dalam hal ini dinas kesehatan setempat.

Kemudian untuk penanganan lebih lanjut, petugas bisa merujuk pasien ke rumah sakit yang sudah ditunjuk sebagai rumah sakit yang memiliki fasilitas penanganan khusus seperti RSUD AWS di Samarinda untuk wilayah Kalimantan Timur. Namun, sebelumnya berkoordinasi terlebih dahulu untuk mendapat pengarahan dari pihak rumah sakit rujukan.

“Kalau ada kendala baik di sumber daya manusia maupun fasilitas bisa dirujuk ke kami (RSUD AWS) tapi sebelumnya lapor dulu, nanti kami akan berikan arahan dan kalau memang pasien sudah dicurigai dari daerah asal, setiba di RSUD AWS tidak akan dimasukkan ke unit gawat darurat lagi tapi langsung ke ruang isolasi, nanti petugas kami akan menyambut tentunya dengan alat pelindung diri,” jelasnya.

Saat ini, rumah sakit di seluruh indonesia memang diminta untuk waspada terhadap virus yang bisa menular ini. Pun demikian dengan pemerintah pusat melalui Kementerian Kesehatan, mengimbau kepada masyarakat untuk sebisa mungkin tidak bepergian ke daerah yang saat ini sedang endemik untuk corona virus.

Di akhir, Nurliana menyarankan untuk tetap waspada, tidak panik dengan situasi yang ada dan selalu menjaga perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Tetap menjaga kebersihan terutama mencuci tangan sebelum makan yang menjadi salah satu media penularan virus, menjaga asupan makanan yang bernutrisi karena manusia akan terkena virus apapun jika kondisi tubuh menurun.

“Jaga pola makan, jangan lupa cuci tangan, menggunakan masker juga, tidak harus yang sesuai standar N95 untuk corona virus karena yang dihindari adalah untuk pencegahan diri sendiri, bepergian menggunakan masker walaupun dalam kondisi sehat juga tidak dilarang. Hindari juga kontak dengan orang yang baru saja datang dari daerah endemik,” tandasnya. (tim redaksi Diksi) 

Iklan Saefuddin Zuhri/ Diksi.co

 



Tinggalkan Komentar



Baca Lainnya