Kalimantan Tak Punya Menteri, Borneo Muda Bersuara


person access_time 1 week ago remove_red_eyeDikunjungi 948 Kali
Kalimantan Tak Punya Menteri, Borneo Muda Bersuara

Borneo Muda bersama tokoh - tokoh Kalimantan usai acara silaturahmi di Jakarta.

Yang semua kita telah tahu dan yang sangat membanggakan simbol Negara Republik Indonesia burung Garuda juga diciptakan oleh putra Borneo Sultan Hamid II. 

Ditulis Oleh: DIKSI.co
09 Juli 2019

Opini: Harianto Minda (Presidium Nasional Borneo Muda)

DIKSI.CO, SAMARINDA - Indonesia adalah negara besar. Ribuan pulau. 

Beribu suku bangsa, budaya, bahasa dan agama mampu bersatu menjadi sebuah negara Indonesia.

Hal ini merupakan sebuah kenikmatan tak terkira yang patut untuk terus di syukuri. Tentu spirit kebersamaan dalam kebhinekaan yang terangkum dalam falsafah sakti bangsa ini yakni Pancasila itulah yang mejadi perekat persatuan bangsa. 

Sebagaimana adanya, buah kemerdekaan negara Indonesia dipetik dari hasil perjuangan seluruh pejuang kemerdekaan dari berbagai belahan nusantara dan dari berbagai pulau.

Nusantara yang pada zaman pra kemerdekaan dihuni oleh banyak kerajaan akhirnya pun bersatu dan menyerahkan kekuasaan kerajaan demi persatuan NKRI. 

Sebagai pulau terbesar di Indonesia, Borneo atau Kalimantan tak hanya memiliki sumber daya alam yang melimpah, sumber daya manusianya pun terbukti secara historis sangat unggul.

Ini terbukti dalam perjuangan pra kemerdekaan dan pasca kemerdekaan, putra-putri asal Borneo selalu terlibat secara aktif dalam memperjuangan dan mengisi kemerdekaan. 

Putra-putri terbaik Borneo telah berjuang mengorban jiwa dan raga demi meraih cita kemerdekaan. 

Dari perjuangan pra kemerdekaan kita mengenal beberapa tokoh semisal Pangeran Antasari, Sultan Hidayah Tullah, Panglima Batur, Raden Temenggung Setia Pahlawan,Tjilik Riwut, dan masih banyak yang lain. 

Tentu tak akan cukup menulis satu persatu nama para pejuang pra kemerdekaan diruang yang sangat terbatas ini. Begitupun juga pasca kemerdekaan, para putra terbaik borneo tak pernah alpa berperan secara aktif dalam mengisi kemerdekaan republik Indonesia dalam kancah Nasional. 

Kita mengenal Brigjen TNI Purnawirawan Hasan Basry, Dr.KH. Idham Chalid, Drs. Saadilah Mursyid, Letjend Purn. Zaini Azhar Maulani, dan banyak lagi.

Bahkan salah satu putra asal borneo (Hamzah Haz) pernah menjadi orang nomor dua di Republik ini. 

Prestasi-prestasi putra asal Borneo telah tercatat dalam sejarah peradaban bangsa.

Yang semua kita telah tahu dan yang sangat membanggakan simbol Negara Republik Indonesia burung Garuda juga diciptakan oleh putra Borneo Sultan Hamid II. 

Namun yang menjadi wacana dan juga pertanyaan masyarakat Kalimantan akhir-akhir ini adalah sudah hampir satu dasawarsa putra-putra asal Borneo tak pernah muncul namanya dalam kontruksi pembangunan bangsa. 

Apakah dari 18,59 juta penduduk Kalimantan tak ada yang layak dan representative untuk berkonstribusi secara aktif dalam membangun bangsa secara nasional?

Yang jauh-jauh, kursi menteri misalnya, dari periode kedua (setelah perombakan kabinet) pemerintahan SBY dan periode pertama pemerintahan Jokowi tak ada satupun putra asal Kalimantan yang diakomodir dalam kabinet untuk memberikan pengkhidmatan dan konstribusi secara real dalam pembangunan bangsa.

Begitulah desas-desus belakangan ini yang terjadi di tengah masyarakat Kalimantan. 

Harianto Minda (Presidium Nasional Borneo Muda)

Berdasarkan pemikiran diatas, maka kami dari Organisasi Borneo Muda, terpanggil dan merasa perlu untuk menyuarakan aspirasi masyarakat Kalimantan.

Kami sebagai pemuda merasa sudah saatnya kami meneriakkan semboyan bahwa “Kalimantan tak hanya dapat memberi Sumber Daya Alam yang melimpah untuk bangsa Tetapi juga Sumber Daya Manusia yang unggul dan berlimpah. 

Dan juga untuk para tokoh-tokoh Nasional berhentilah menganak tirikan Kalimantan.

Sebab jika api borneo muda sudah menyala akan begitu sulit untuk dipadamkan kembali. Ingatlah bahwa dalam diri kami putra-putra Kalimantan mengalir darah para pejuang-pejuang bangsa. (tim redaksi Diksi)

BACA JUGA: Deretan Meme Banjir Samarinda, Dari Kam Hanyarkah hingga Pak Jaang Dimana

BACA JUGA: Aksi Sosial, Bubuhan Kopi Samarinda Seduhkan Kopi Untuk Korban Banjir

BACA JUGA: Cipayung Plus Kaltim Harap Jokowi-Prabowo Silaturahmi Satu Meja

Ikuti Facebook Diksi.co: 

You Tube Diksi.co: 

 



Tinggalkan Komentar



Baca Lainnya