Lula da Silva Kembali Menang Pilpres Brasil, Cetak Sejarah Empat Kali Terpilih

Gunakan suara perangkat Anda
971 dibaca
Bagikan:

Ringkasan Cepat

  • DIKSI.CO - Perjalanan politik Luiz Inacio Lula da Silva kembali mencatat sejarah di Brasil.
  • Presiden petahana berusia 80 tahun itu memenangkan putaran kedua pemilihan presiden pada Minggu (25/10), setelah mengungguli Flavio Bolsonaro, putra mantan Presiden Jair…
  • Lula meraih 51,7 persen suara, sedangkan Flavio memperoleh 48,2 persen.

DIKSI.CO – Perjalanan politik Luiz Inacio Lula da Silva kembali mencatat sejarah di Brasil. Presiden petahana berusia 80 tahun itu memenangkan putaran kedua pemilihan presiden pada Minggu (25/10), setelah mengungguli Flavio Bolsonaro, putra mantan Presiden Jair Bolsonaro.

Lula meraih 51,7 persen suara, sedangkan Flavio memperoleh 48,2 persen. Kemenangan tipis tersebut memperkuat posisi Lula sebagai salah satu tokoh paling berpengaruh dalam politik Brasil.

Hasil pemilihan ini juga mencatat sejarah baru. Lula menjadi presiden Brasil pertama yang terpilih untuk keempat kalinya. Sebelumnya, ia memimpin negara tersebut pada periode 2003–2006, 2007–2010, dan sejak 2023.

Selain itu, kemenangan Lula menandai keberhasilan kandidat yang menempati posisi kedua pada putaran pertama untuk merebut kursi kepresidenan pada putaran kedua.

Berawal dari Keluarga Miskin di Brasil

Lula lahir pada Oktober 1945 di Caetes, Pernambuco, Brasil. Ia merupakan anak ketujuh dari delapan bersaudara yang tumbuh dalam keluarga petani dengan kondisi ekonomi sulit.

Sejak muda, Lula menjalani berbagai pekerjaan untuk membantu memenuhi kebutuhan hidup. Ia pernah menjadi tukang semir sepatu, pedagang kaki lima, hingga pekerja logam di sebuah pabrik.

Masa kecilnya juga diwarnai keterbatasan tempat tinggal. Dalam buku Back Into Politics, Fernando Morais menggambarkan kerasnya kehidupan Lula ketika keluarganya tinggal di tempat yang menyerupai kandang babi.

Lula kemudian bekerja sebagai office boy sebelum mengikuti pelatihan operator mesin bubut pada awal 1960-an. Pengalaman bekerja di lingkungan industri kelak membentuk kedekatannya dengan gerakan buruh.

Gerakan Buruh Membuka Jalan ke Politik

Perjalanan Lula menuju panggung politik mulai menguat pada 1970-an. Pada 1975, ia semakin tertarik pada aktivitas politik setelah saudara laki-lakinya mengalami penculikan dan penyiksaan oleh aparat keamanan.

Lula kemudian aktif dalam gerakan buruh dan memimpin sejumlah pemogokan besar pada akhir 1970-an. Aksinya menjadikannya salah satu pemimpin serikat buruh paling dikenal di Brasil.

Pada 1979, ia semakin memperkuat perannya dalam perjuangan buruh. Gerakan tersebut kemudian menjadi salah satu fondasi pembentukan Partai Buruh atau Partido dos Trabalhadores (PT), yang hingga kini menjadi kendaraan politiknya.

Lula pertama kali mencalonkan diri sebagai presiden pada 1989. Namun, ia gagal memenangkan pemilihan tersebut. Ia kembali mencoba pada 1994 dan 1998, tetapi belum berhasil merebut kursi kepresidenan.

Kesempatan itu akhirnya datang pada 2002. Lula memenangkan pemilihan presiden dan memulai periode pertama kepemimpinannya pada 2003.

Kebijakan Sosial Angkat Popularitas Lula

Selama memimpin Brasil pada 2003–2010, Lula mendorong berbagai kebijakan sosial untuk mengurangi kemiskinan dan memperluas kesejahteraan masyarakat.

Kebijakannya membantu jutaan warga keluar dari kemiskinan. Pemerintahannya juga memperkuat peran Brasil dalam percaturan internasional.

Namun, perjalanan politik Lula dan Partai Buruh tidak selalu berjalan mulus. Partainya menghadapi berbagai skandal korupsi, sementara Brasil juga mengalami tekanan ekonomi dan resesi.

Penggantinya, Dilma Rousseff, bahkan menghadapi pemakzulan pada 2016. Peristiwa tersebut menjadi salah satu periode paling sulit bagi Partai Buruh dan kelompok kiri Brasil.

Sempat Dipenjara Sebelum Kembali ke Panggung Politik

Karier politik Lula mengalami pukulan besar pada 2018 ketika pengadilan menjatuhkan hukuman 12 tahun penjara dalam kasus korupsi dan pencucian uang. Putusan tersebut membuatnya tidak dapat melanjutkan pencalonan dalam pemilihan presiden tahun itu.

Mengutip Anadolu Agency, Lula menjalani 580 hari di penjara sebelum pengadilan membebaskannya pada 2019.

Mahkamah Agung Brasil kemudian membatalkan putusan yang menjadi dasar penghukumannya. Keputusan tersebut memulihkan hak politik Lula dan membuka jalan baginya untuk kembali mengikuti pemilihan presiden.

Pada 2022, Lula kembali memenangkan pemilihan presiden dan mengalahkan Jair Bolsonaro. Ia kemudian menjabat untuk periode ketiganya sejak 2023.

Kemenangan terbaru atas Flavio Bolsonaro kembali menempatkan Lula di puncak politik Brasil. Perjalanan dari pekerja pabrik, pemimpin buruh, hingga presiden empat kali terpilih menjadi bagian penting dari sejarah politik negara tersebut.

(Redaksi)

DIKSI.co

VNS

Tim Redaksi DIKSI.co

Menyajikan informasi terkini, akurat dan terpercaya untuk masyarakat.