Kebijakan ganjil genap ini juga diikuti dengan penyesuaian jam operasional sejumlah SPBU.
Sebanyak 11 SPBU akan buka pada jam tertentu, dengan penyesuaian waktu pada hari Sabtu dan Minggu untuk mengakomodasi kebutuhan masyarakat di berbagai waktu.
Hal ini sejalan dengan upaya untuk tidak mengganggu aktivitas ekonomi sekitar.
"Kebijakan ini tidak berlaku untuk kendaraan darurat seperti ambulans, kendaraan online, dan angkot. Kendaraan darurat dan pelayanan publik akan mendapatkan dispensasi dengan syarat-syarat tertentu, termasuk memiliki izin yang lengkap," tambahnya.
Dengan penerapan ganjil genap, Dinas Perhubungan berharap dapat mereduksi antrian di SPBU dan mengoptimalkan distribusi bahan bakar.
"Kami berharap kebijakan ini dapat memberikan solusi efektif terhadap permasalahan antrian serta memberikan dampak positif terhadap pasokan bahan bakar di pertamini," ujar Manalu.