Sementara itu, dalam muswil pemilihan Ketua APBMI Kaltim saat ini Juswandi menyebut kalau pucuk pimpinan bisa menjabat lebih dari dua periode. Namun dengan syarat khusus yang harus dipenuhi terlebih dulu.
“Dalam ADART APBMI itu ketua bisa dua periode. Bahkan hingga tiga periode ketika diminta anggota dan disetujui organisasi. Tapi pesan saya, siapapun yang jadi ketua dia harus meluangkan waktu bekerja untuk organisasi dan kelangsungan hidup anggota,” sambungnya.
Sementara itu, Ketua DPW APBMI Kaltim periode 2018-2023, Tekka Singko mengatakan jika dalam Muswil ke II APBMI Kaltim, bukan hanya persoalan peremajaan pengurus. Tetapi juga menjadi momentum dalam peningkatan pelayanan. Baik kepada seluruh anggota maupun ke OPD terkait.
“Selain pengurus baru APBMI, kita juga akan terus meningkatkan pelayanan kepada anggota. Kedua, tentunya kita akan sinergi menghadapi regulasi yang ada ditingkat pusat. Dan kita terus koordinasi dengan DPP untuk meredam itu. Meskipun kita tau regulasi itu bukan hal yang singkat diputuskan, karena pasti ada perjalanannya (hingga diputuskan),” ucapnya.
Terkait namanya yang digadang-gadang menjadi kandidat kuat dalam pemilihan Ketua DPW APMBI priode lima tahun mendatang, Tekka tak keberatan jika dirinya kembali terpilih. Jika pun dirinya kembali terpilih, peningkatan koordinasi di tubuh APMBI tingkat pusat, daerah dan kabupaten/kota akan menjadi fokus pekerjaannya. Pun demikian Upaya membangun hubungan baik dengan pemerintah pusat dan daerah.
“Saya masih akan mencalonkan diri dan mudahan bisa masuk kembali dan mohon doa semua. Kalau saya terpilih kembali saaya akan meningkatkan koordinasi anggota. Cuman kita lihat nanti siapa yang terpilih,” tukasnya.
(Tim Redaksi)