Rencana Guru Honorer Jadi PPPK, Ini Harapan Ketua Komisi II DPRD Paser


person access_time 9 months ago remove_red_eyeDikunjungi 301 Kali
Rencana Guru Honorer Jadi PPPK, Ini Harapan Ketua Komisi II DPRD Paser

Ketua Komisi II DPRD Paser, Ikhwan Antasari/ Diksi.co

Ikhwan Antasari yang juga adalah Ketua Komisi II sampaikan bahwa pihaknya akan mempelajari lebih dahulu akan rencana pemerintah pusat tersebut.  Ia berharap rencana pemerintah ini bisa menjadi solusi bagi para honorer yang telah lama mengabdi. 

Ditulis Oleh: Ahmad Rano
27 Januari 2020

DIKSI. CO, TANAPASER -Persatuan Guru Republik indonesia (PGRI) Kabupaten Paser Yunus Syam sampaikan sangat menyayangkan rencana penghapusan guru honorer menjadi pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK). 

"Jelas tidak setuju jika honorer diganti  dengan PPPK, karena pemerintah harus menghargai pengabdian guru honorer dengan gaji yang rata-rata dibawah UMK,"kata Yunus Syam kepada tim redaksi Diksi.co, Sabtu (25/1/2020). 

Lanjutnya menjelaskan, ada 1500-an tenaga guru honorer yang tersebar di kabupaten Paser. Jumlah tersebut harus menjadi perhatian pemerintah. 

Beberapa guru honor pun mengaku pasrah. Diantaranya Setya, pria yang mengaku sudah mengabdi 7 tahun di SMP 8 Tanah Grogot. 

Ia menjelaskan bahwa gaji yang sangat minim, sehingga harus dicukupkan untuk kebutuhan keluarga. 

Kemudian ada juga guru honorer Milka Tulak yang bekerja di SMP N 6 Tanah Grogot. Ia sudah mengabdi selama 14 tahun. Ia sampaikan bahwa tidak semua tenaga honorer bisa diakomodir. 

Milka yang juga aktif di forum honor guru se-Kalimantan Timur menambahkan, bahwa ketika PPPK ini dilaksanakan maka yang dicari adalah hanya tenaga pendidik, kesehatan, dan penyuluh saja 

Ia mempertanyakan bagaimana dengan tenaga admin yang berstatus honorer.

Lebih lanjut, terkait dihapusnya honorer menjadi PPPK menjadi perhatian DPRD Paser.

Ikhwan Antasari yang juga adalah Ketua Komisi II sampaikan bahwa pihaknya akan mempelajari lebih dahulu akan rencana pemerintah pusat tersebut.  Ia berharap rencana pemerintah ini bisa menjadi solusi bagi para honorer yang telah lama mengabdi. 

"Dengan  aturan yang ada ini semoga ada jalan keluarnya. Apa lagi terhadap guru-guru yang telah lama mengabdi" kata Ikhwan. 

"Harapan saya honorer yang telah lama mengabdi untuk mereka ini ada keistimewaan agar bisa diangkat menjadi PNS," ujarnya. (advertorial) 

 



Tinggalkan Komentar



Baca Lainnya