Desa Kahala Kukar Raih Juara Pertama Nasional, Andalkan Pangan Lokal untuk Tekan Stunting

Gunakan suara perangkat Anda
1,269 dibaca
Bagikan:

Ringkasan Cepat

  • DIKSI.CO - Desa Kahala, Kecamatan Kenohan, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Kalimantan Timur, sukses meraih juara pertama Regional Tengah dalam lomba Desa Berkinerja…
  • Desa Kahala mengandalkan inovasi pangan lokal melalui Posyandu 6 SPM Mekar Satu untuk mendukung pemenuhan gizi masyarakat.
  • Program ini mengolah bahan pangan yang tersedia di lingkungan warga menjadi pemberian makanan tambahan (PMT).

DIKSI.CO – Desa Kahala, Kecamatan Kenohan, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Kalimantan Timur, sukses meraih juara pertama Regional Tengah dalam lomba Desa Berkinerja Baik untuk Percepatan Pencegahan dan Penurunan Stunting.

Desa Kahala mengandalkan inovasi pangan lokal melalui Posyandu 6 SPM Mekar Satu untuk mendukung pemenuhan gizi masyarakat. Program ini mengolah bahan pangan yang tersedia di lingkungan warga menjadi pemberian makanan tambahan (PMT).

Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT), Yandri Susanto, menyerahkan penghargaan tersebut di Bogor, Jawa Barat, Kamis (29/10/2026). Kepala Desa Kahala, Mahlan, menerima penghargaan itu mewakili pemerintah desa dan masyarakat.

Prestasi ini menunjukkan upaya Desa Kahala dalam memperkuat pencegahan stunting melalui inovasi lokal dan keterlibatan masyarakat.

Pangan Lokal Jadi Andalan Desa Kahala Cegah Stunting

Desa Kahala memanfaatkan potensi pangan di sekitar warga untuk mendukung pemenuhan gizi ibu dan anak. Pemerintah desa mengembangkan pemanfaatan bahan pangan lokal menjadi makanan tambahan dalam kegiatan Posyandu.

Program tersebut juga melibatkan pihak ketiga. Kolaborasi ini membantu desa mengoptimalkan sumber daya lokal untuk mendukung intervensi gizi.

Inovasi pangan lokal turut menjadi bagian penting dalam penilaian tingkat nasional. Desa Kahala mewakili Kalimantan Timur dalam nominasi Desa Berkinerja Baik untuk Percepatan Pencegahan dan Penurunan Stunting.

Sebelum meraih penghargaan, Desa Kahala mengikuti wawancara virtual di Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMD) Provinsi Kalimantan Timur pada Selasa (15/9/2026).

Tim penilai menggali informasi mengenai program penanganan stunting dan memeriksa dokumen pendukung dari pemerintah desa.

Kepala DPMD Kukar, Arianto, menjelaskan proses penilaian tersebut kepada Poskotakaltimnews saat dikonfirmasi pada Rabu (16/9/2026).

“Berkaitan dengan bagaimana desa itu melakukan penanganan stunting di wilayahnya. Itu yang ditanyakan, dokumen-dokumennya. Penilaian sesuai dengan persyaratan ketentuan mereka,” ujarnya.

Posyandu Mekar Satu Dorong Pemenuhan Gizi Anak

Posyandu 6 SPM Mekar Satu menjadi salah satu pusat kegiatan pencegahan stunting di Desa Kahala. Melalui kegiatan ini, masyarakat memperoleh layanan dasar sekaligus dukungan pemenuhan gizi.

Transformasi Posyandu 6 SPM mencakup enam bidang pelayanan dasar. Bidang tersebut meliputi pendidikan, kesehatan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, ketenteraman dan ketertiban umum serta perlindungan masyarakat, dan sosial.

Dalam program pencegahan stunting, Desa Kahala memanfaatkan Posyandu untuk memberikan makanan tambahan berbahan pangan lokal. Kegiatan ini juga mendorong keterlibatan kader, masyarakat, dan mitra terkait.

Arianto menegaskan bahwa pemerintah desa memanfaatkan pangan lokal dalam kegiatan Posyandu melalui kerja sama dengan pihak ketiga.

“Mereka memanfaatkan pangan lokal untuk diolah jadi pemberian makanan tambahan di setiap kegiatan Posyandu dan sudah berkolaborasi dengan pihak ketiga,” jelasnya.

Melalui inovasi tersebut, Desa Kahala berupaya memperkuat peran Posyandu dalam mendukung kesehatan ibu dan anak. Pemanfaatan bahan pangan setempat juga membantu desa mengembangkan program sesuai potensi wilayah.

Desa Kahala Raih Penghargaan Tingkat Nasional

Keberhasilan meraih juara pertama Regional Tengah menjadi pencapaian penting bagi Desa Kahala. Prestasi ini sekaligus mendorong pemerintah desa untuk menjaga konsistensi program pencegahan stunting.

Dalam proses penilaian sebelumnya, sejumlah pihak turut terlibat. Mereka meliputi perwakilan Desa Kahala, Kecamatan Kenohan, Tim Percepatan Penurunan Stunting Kabupaten Kutai Kartanegara, tim penilai, dan unsur Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur.

Pemerintah daerah juga mengikuti perkembangan penilaian dari pemerintah pusat. Pada tahap sebelumnya, Arianto menjelaskan bahwa tim penilai berencana melakukan kunjungan lapangan apabila Desa Kahala masuk tiga besar nasional.

Kini, Desa Kahala berhasil meraih penghargaan Regional Tengah. Capaian tersebut diharapkan memotivasi desa-desa lain di Kukar untuk mengembangkan inovasi pencegahan stunting sesuai potensi wilayah masing-masing.

Pemerintah desa bersama kader Posyandu, masyarakat, dan mitra terkait perlu menjaga keberlanjutan program. Kolaborasi tersebut menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan kualitas kesehatan ibu dan anak.

Dengan prestasi ini, Desa Kahala diharapkan terus memperkuat pemanfaatan pangan lokal dan pelayanan Posyandu. Langkah tersebut mendukung cita-cita mewujudkan generasi yang sehat, cerdas, dan bebas stunting.

(Adv/ DPMD Kukar)

DIKSI.co

VNS

Tim Redaksi DIKSI.co

Menyajikan informasi terkini, akurat dan terpercaya untuk masyarakat.