Tiga Calon Rektor Unmul Dipilih Senat, Dikirim ke Mendikbudristek RI, Pemilihan Rektor Digelar 11 Agustus

DIKSI.CO, SAMARINDA – Tahapan pemilihan Rektor Universitas Mulawarman, sampai pada penyampaian visi misi bakal calon rektor.

5 bakal calon rektor menyampaikan visi misi dihadapan anggota senat Universitas Mulawarman, pada Selasa (28/6/2022).

Usai melaksanakan visi misi, anggota senat lalu melaksanakan rapat tertutup.

Hasilnya, 3 calon Rektor Unmul terpilih, di antaranya:

1. Dr. Eng. Idris Mandang, meraih 20 suara (23,3 persen)

2. Prof. Bohari Yusuf, meraih 26 suara (30,2 persen)

3. Dr. Abdunnur, meraih 27 suara (31,4 persen)

dr Nathaniel Tandirongang, Sekretaris Senat Unmul, mengungkap 86 anggota senat telah bermusyawarah mufakat untuk melakukan voting mencari calon rektor.

"Hasil rapat senat dihadiri 86 anggota, disepakati musyawarah mufakat untuk calon (rektor) melalui voting," kata dr Nathaniel, Selasa (28/6/2022).

Selanjutnya, 3 nama Calon Rektor Unmul, akan diajukan ke Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) RI.

"Bakal calon yang menerima suara terbanyak akan diajukan ke Mendikbudristek. Tiga nama itu yang diusulkan," paparnya.

Diketahui, Mendikbudristek RI memiliki 35 persen suara pemilihan rektor.

Setelah itu, akan dilakukan sidang senat pemilihan Rektor Universitas Mulawarman, yang dijadwalkan pada 11 Agustus 2022 mendatang.

"Jadi seluruhnya ada 133 suara di dalam rangka pemilihan rektor. Menteri akan datang memberikan hak suara, menyesuaikan jadwal tentunya," tegasnya.

"Untuk Kementerian besok kami akan mengantar berkas ketiga calon ini. Kemungkinan ketiga calon diajak diskusi, sehingga menteri memberikan suaranya tidak sembarangan," sambungnya. (tim redaksi Diksi)

Daniel

Diksi.co adalah portal berita terdepan di Samarinda dan Kalimantan Timur yang menyajikan informasi terkini seputar politik, hukum, dan pemerintahan. Kami berkomitmen menghadirkan berita yang tajam, kritis, dan terpercaya. Tim redaksi kami terdiri dari jurnalis profesional yang siap mengawal isu-isu strategis, mulai dari anggaran daerah (APBD) hingga perkembangan Ibu Kota Nusantara (IKN), demi transparansi publik
Back to top button