Selasa, 5 Maret 2024

Tanggapi Program Beras Saset Bulog, Budisatrio : Kita Harus Berpikir Jangka Panjangnya

Koresponden:
Alamin
Sabtu, 25 November 2023 18:41

Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, G Budisatrio Djiwandono yang merespon program beras saset. (IST)

DIKSI.CO, SAMARINDA – Tingginya harga beras di Indonesia masih menjadi satu persoalan penting yang terus digempur pemerintah hingga saat ini.
 
Salah satu langkah menanganinya, yakni dengan kembali meluncurkan kemasan beras saset seharga Rp 2.500 oleh Perum Bulog.
 
Hal itu diungkapkan Direktur Utama Perum Bulog, Budi Waseso (Buwas) belum lama ini, kalau pihaknya akan meluncurkan beras saset seharga Rp 2.500 per 200 gram sebagai salah satu strategi intervensi harga beras yang tinggi.
 
Rencananya, beras saset itu akan diluncurkan tahun depan.
 
"Ya nanti nih, mudah-mudahan tahun depan. Saya sedang rapatkan, kita menciptakan itu lagi untuk kita sebar ke seluruh wilayah," terang Buwas kepada salah satu media nasional, ditulis, Selasa (21/11/2023).
 
Merespon program pemerintah itu, Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, G Budisatrio Djiwandono berpendapat, kalau pemerintah juga harus memikirkan jangka panjang dari kenaikan harga beras di pasaran.
 
“Selama program itu direncanakan dan di implementasikan dengan baik, tepat sasaran, ya pasti komisi IV tidak akan ada masalah,” kata Budisatrio kepada media ini, ditulis, Sabtu (25/11/2023).
 
“Tapi juga kita harus berpikir dan membicarakan jangka panjangnya, mulai dari (kesiapan) bibit unggul yang menjadi riset berbagai lembaga, dan ini harus kita kedepankan agar kita bisa menjaga kebutuhan pangan termasuk beras, sehingga kita bisa benar-benar menghadirkan (pasokan beras) dari dalam negeri,” tegasnya.
 
Menukil dari data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional, tercatat rata-rata harga beras kualitas medium i (per kg) harian di pasar modern di beberapa provinsi telah menyentuh angka Rp 15,07 ribu per kg, data per Jumat, 24 November 2023. Secara keseluruhan, rata-rata minggu ini harga beras mengalami kenaikan, dibandingkan rata-rata pekan lalu yang tercatat Rp. 15,01 ribu per kg.
 
“Tapi kembali sesuai tugas komisi IV (DPR RI), kami akan tetap cek apakah itu (program beras saset) baik dan seperti apa mekanismenya. Disisi lain juga kita akan terus mendorong bagaimana caranya masyarakat yang membutuhkan program ini mendapatkannya dengan tepat sasaran,” tambah Budisatrio.
 
Kenaikan harga bahan pokok seperti beras saat ini, diprediksi para ahli sebab beberapa faktor. Salah satunya adalah keputusan beberapa negara untuk berhenti mengekspor beras untuk mengamankan stok pangan mereka. Selain itu, ada fenomena cuaca El Nino yang mempengaruhi hasil panen secara luas di seluruh dunia, khususnya Indonesia.

Bahkan beberapa waktu sebelumnya, Plt. Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Amalia Adininggar Widyasanti, mengatakan bahwa inflasi beras pada bulan September 2023 adalah yang terparah dalam lima tahun terakhir. Dan ini adalah permasalahan yang serius.
 
Karena banyaknya faktor yang melatarbelakangi kenaikan harga beras saat ini, Budisatrio pun kembali menekankan agar pemerintah bisa mengambil langkah jangka panjang. Tak hanya sebatas mengatasi persoalan saat ini dengan kembali meluncurkan program beras saset.
 
“Dengan kondisi sekarang ini, kita harus benar-benar melakukan antisipasi, waspada, dan jangan sampai kita bergantung terus dari kiriman luar. Bagaimana pun kita (Indonesia) harus kembali menjadi swasembada pangan,” tutup Budisatrio. (tim redaksi)

Tag berita:
Berita terkait
breakingnews