Siap Hadapi Pilkada 2029, Helmi Abdullah: Tunggu Keputusan DPP Gerindra

DIKSI.CO – Meski tahapan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2029/2030 belum dimulai, Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Gerindra Samarinda sudah mulai menggerakkan konsolidasi internal sebagai langkah awal menghadapi kontestasi politik mendatang.
Ketua DPC Partai Gerindra Samarinda, Helmi Abdullah, menegaskan bahwa langkah-langkah yang dilakukan saat ini masih berada dalam koridor persiapan organisasi. Sementara untuk penentuan kandidat, pihaknya tetap menunggu arahan dari Dewan Pimpinan Daerah (DPD) hingga Dewan Pimpinan Pusat (DPP).
Konsolidasi Internal Jadi Fokus Utama
Helmi menyebut, penguatan struktur partai menjadi prioritas utama dalam menghadapi Pilkada mendatang. DPC Gerindra Samarinda saat ini terus melakukan konsolidasi hingga ke tingkat paling bawah.
“Kami terus melakukan kerja-kerja politik. Struktur partai diperkuat dari bawah, mulai kecamatan sampai kelurahan, bahkan nanti ke tingkat RT,” ujarnya saat ditemui di Samarinda, Minggu (22/3/2026).
Menurutnya, langkah tersebut penting untuk memastikan mesin politik partai siap bergerak ketika tahapan pemilu resmi dimulai.
Keputusan Kandidat Tunggu Arahan Pusat
Terkait kandidat yang akan diusung pada Pilkada 2029/2030, Helmi menegaskan bahwa keputusan tersebut sepenuhnya menjadi kewenangan DPD dan DPP Partai Gerindra.
“Kalau bicara 2029, tentu kami tetap menunggu arahan dari partai. Itu sudah menjadi mekanisme yang tidak bisa dilepaskan,” tegasnya.
Ia menambahkan, DPC hanya menjalankan peran sebagai perpanjangan tangan dari kebijakan pusat dalam mengimplementasikan strategi politik di daerah.
Gerindra Konsisten Usung Kader Sendiri
Dalam tradisi politiknya, Partai Gerindra dikenal konsisten mengusung kader internal dalam setiap kontestasi politik, termasuk Pilkada.
Helmi menegaskan, hingga saat ini tidak ada perubahan terkait kebijakan tersebut.
“Sejak dulu, Gerindra tidak pernah mengusung kader di luar partai. Arahan dari pusat selalu jelas, kader sendiri yang harus maju,” ungkapnya.
Hal ini membuka peluang bagi seluruh kader untuk tampil, sepanjang memiliki kesiapan dan memenuhi kriteria partai.
Nama Helmi Ikut Menguat di Bursa Calon
Di tengah dinamika politik yang berkembang, nama Helmi Abdullah mulai masuk dalam bursa calon potensial Pilkada Samarinda 2029/2030.
Menanggapi hal tersebut, ia mengakui adanya dinamika, namun menegaskan bahwa seluruh kader memiliki peluang yang sama.
“Semua kader punya peluang. Tinggal bagaimana keseriusan masing-masing,” katanya.
Elektabilitas dan Kinerja Jadi Penentu
Helmi menekankan bahwa kesiapan maju dalam Pilkada tidak hanya ditentukan oleh niat, tetapi juga oleh kerja nyata dan tingkat elektabilitas di masyarakat.
“Tidak cukup hanya niat. Harus ada kerja nyata, dan tentu elektabilitas juga menjadi ukuran penting,” tegasnya.
Tahun 2027 Jadi Momentum Persiapan
DPC Gerindra Samarinda juga mulai menatap tahun 2027 sebagai fase penting dalam mematangkan infrastruktur politik partai.
Menurut Helmi, periode tersebut akan menjadi tahapan awal sebelum memasuki kontestasi yang lebih besar pada Pilkada 2029/2030.
“Infrastruktur politik menjadi kunci. Itu yang sedang kami siapkan menuju 2027,” jelasnya.
Optimisme Gerindra Samarinda
Dengan berbagai langkah persiapan yang dilakukan, Helmi optimistis Partai Gerindra dapat mempertahankan bahkan meningkatkan capaian politiknya di Samarinda.
“Saya optimis Gerindra tetap menjadi pemenang, bahkan kursinya bisa bertambah,” ujarnya.
Strategi Terukur Hadapi Pilkada
Sikap DPC Gerindra Samarinda yang menunggu arahan pusat sekaligus memperkuat basis di tingkat akar rumput mencerminkan strategi politik yang terukur dan berjenjang.
Di tengah spekulasi yang mulai berkembang, arah resmi partai untuk Pilkada 2029/2030 dipastikan masih akan ditentukan oleh DPP, sementara kerja-kerja politik terus berjalan di lapangan sebagai fondasi utama menghadapi kontestasi mendatang.
(tim redaksi)
