Satu Rumah di Sangasanga Hangus Terbakar, Diduga Akibat Korsleting Listrik

DIKSI.CO – Satu unit rumah warga di Kelurahan Sangasanga Dalam, Kecamatan Sangasanga, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Kalimantan Timurter terjadi kebakaran pada Jumat pagi (23/1/2025). Peristiwa kebakaran tersebut dugaan pemicunya oleh hubungan arus pendek listrik yang berasal dari dalam kamar tidur rumah korban.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkar Matan) Kutai Kartanegara, Fida Hurasani, membenarkan kejadian tersebut. Ia menyebut laporan kebakaran Pos Damkar sektor Kecamatan Sangasanga terima pada pukul 06.43 WITA dan langsung petugas tindaklanjuti di lapangan.

“Begitu laporan masuk, tim pemadam langsung bergerak menuju lokasi kejadian untuk melakukan upaya pemadaman dan pendinginan,” ujar Fida Hurasani saat dikonfirmasi.

Kebakaran Terjadi di Jalan Corong Sangasanga Dalam

Kebakaran terjadi di sebuah rumah warga yang beralamat di Jalan Corong RT 16, Kelurahan Sangasanga Dalam. Pelapor atas nama Nurdiana menghubungi petugas pemadam kebakaran setelah melihat api membesar dari dalam rumah.

Bangunan yang terbakar merupakan rumah tunggal yang satu kepala keluarga tempati. Berdasarkan data , rumah tersebut penghuninya satu keluarga dengan jumlah satu kepala keluarga (KK) dan tiga jiwa. Kepala keluarga bernama Dayat.

Tidak Ada Korban Jiwa dalam Peristiwa Kebakaran

Beruntung, tidak terdapat korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa kebakaran tersebut. Seluruh penghuni rumah berhasil menyelamatkan diri sebelum api membesar dan melalap bangunan.

“Korban jiwa nihil. Seluruh penghuni rumah berhasil menyelamatkan diri sebelum api membesar,” jelas Fida.

Dugaan Penyebab Kebakaran: Korsleting Listrik

Hasil pemeriksaan awal di lokasi kejadian menyebutkan bahwa kebakaran dugaannya bermula dari hubungan arus pendek listrik. Api pertama kali muncul dari kamar tidur dan dengan cepat merambat ke bagian lain bangunan yang sebagian besar berbahan mudah terbakar.

Petugas masih melakukan pendalaman untuk memastikan sumber pasti korsleting listrik tersebut.

Keterbatasan Sumber Air Jadi Kendala Pemadaman

Dalam proses pemadaman, petugas menghadapi kendala berupa minimnya titik sumber air di sekitar lokasi kejadian. Meski demikian, berkat koordinasi lintas unsur, api berhasil terkendali sebelum merambat ke bangunan lain di sekitarnya.

“Lokasi memiliki keterbatasan sumber air, namun hal itu dapat teratasi dengan dukungan suplai air dari berbagai pihak, termasuk Pertamina Sangasanga,” tambahnya.

Tim Gabungan Terjun ke Lokasi Kebakaran

Penanganan kebakaran melibatkan tim gabungan yang terdiri dari petugas Damkarmatan Pos Kecamatan Sangasanga, relawan pemadam kebakaran (Redkar), serta unsur TNI dan Polri.

Sejumlah relawan yang terlibat di antaranya Redkar Pendingin, Redkar Kota Juang, Redkar Wadah Batuah 99, dan Relawan Al Badar Bantuas. Selain itu, Polsek Sangasanga dan Koramil Sangasanga turut membantu pengamanan lokasi kejadian.

Dukungan juga datang dari HSSE Pertamina Sangasanga yang mengerahkan unit pemadam serta suplai air tambahan.

Armada dan Peralatan Pemadam Bantu Kebakaran

Petugas mengerahkan sejumlah armada dalam proses pemadaman, di antaranya satu unit fire truck milik Damkarmatan, satu unit L300 milik Redkar Kota Juang, satu unit fire truck PT Pertamina, serta unit water supply dari Pertamina Sangasanga.

Untuk menunjang operasi, petugas juga menggunakan berbagai peralatan seperti dua unit mesin portabel, selang ukuran 2,5 inci sebanyak dua roll, selang 1,5 inci sebanyak delapan roll, serta empat buah nozzle semprot.

Pemadaman Selesai dalam Waktu Kurang dari Satu Jam

Proses pemadaman dan pendinginan dilakukan dengan metode penyemprotan langsung ke titik api serta area yang berpotensi menyisakan bara. Upaya tersebut berlangsung hingga api benar-benar padam dan kondisi dinyatakan aman.

“Pemadaman dan pendinginan selesai sekitar pukul 07.33 WITA. Setelah dipastikan aman, tim kembali siaga di pos masing-masing,” terang Fida.

Rumah Warga Rusak Parah, Api Tak Merambat

Pantauan di lokasi kejadian menunjukkan bangunan rumah mengalami kerusakan cukup parah akibat kebakaran. Namun, api tidak sempat merambat ke rumah warga lain di sekitarnya sehingga dampak kebakaran dapat ditekan seminimal mungkin.

Petugas juga melakukan pengecekan lanjutan untuk memastikan tidak ada potensi kebakaran susulan.

Imbauan Waspada Instalasi Listrik

Atas kejadian tersebut, Fida Hurasani mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap potensi kebakaran, khususnya yang disebabkan oleh instalasi listrik rumah tangga.

“Kami mengingatkan masyarakat untuk rutin memeriksa instalasi listrik di rumah, terutama pada bangunan lama. Korsleting listrik masih menjadi penyebab dominan kebakaran permukiman,” tegasnya.

Peristiwa kebakaran ini kembali menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan dan kesiapsiagaan masyarakat serta aparat dalam menghadapi potensi kebakaran, khususnya di kawasan permukiman dengan keterbatasan sarana pendukung seperti sumber air.

(Redaksi)

Back to top button