Pemkot Fokus Penanganan Stunting di 8 Lokasi di Balikpapan

DIKSI.CO, BALIKPAPAN – Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kota Balikpapan, Alwiati, mengungkapkan selama ini penanganan stunting memang dilakukan secara keseluruhan.

Namun dari hasil evaluasi, penanganan secara keseluruhan ini malah memberatkan dan masalah malah tidak tuntas.

“Jadi kita ambil lokus yang terbesar permasalahannya. Ada delapan lokus terbesar untuk kami lakukan intervensi. Tapi yang tidak masuk dalam lokus bukan berarti tidak dilaksanakan intervensi,” katanya.

“Hanya delapan ini yang kita harus sama-sama keroyokan datang ke situ untuk melakukan intervensi,” lanjutnya.

Tiap hari tim memastikan bahwa anak-anak stunting makan sesuai kebutuhan gizi.

“Informasinya ada penambahan yang merupakan daerah warning, yaitu Lamaru. Jadi ada peningkatan. Itu juga jadi perhatian kami, jangan sampai lepas lagi,” ungkapnya.

Berdasarkan peta keluarga berisiko stunting, tertinggi di Karang Rejo. Sementara terendah di Gunung Samarinda Baru.

Berdasarkan peta prevalensi stunting, tertinggi di Kariangau sebesar 20,63 persen. Sedangkan Sumber Rejo terendah, 1,36 persen. (Tim Redaksi Diksi)

Daniel

Diksi.co adalah portal berita terdepan di Samarinda dan Kalimantan Timur yang menyajikan informasi terkini seputar politik, hukum, dan pemerintahan. Kami berkomitmen menghadirkan berita yang tajam, kritis, dan terpercaya. Tim redaksi kami terdiri dari jurnalis profesional yang siap mengawal isu-isu strategis, mulai dari anggaran daerah (APBD) hingga perkembangan Ibu Kota Nusantara (IKN), demi transparansi publik
Back to top button