DIKSI.CO - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti resmi mengubah sistem Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menjadi Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) pada 2025.
Abdul Mu'ti mengatakan perubahan nama PPDB ke SPMB lantaran ingin memperkenalkan nama dan kebijakan yang berbeda.
"Ini tidak sekadar berganti nama, melainkan memang ada hal baru dalam kebijakan kami. Kami ingin keluar dari stigma PPDB zonasi, karena jalur yang digunakan tidak hanya zonasi, namun ada 4," ujar Mu'ti dalam keterangannya.
Dijelaskan Abdul Mu'ti, empat jalur penerimaan murid baru 2025 yakni domisili, afirmasi, prestasi, dan mutasi.
"Jalur dalam penerimaan murid baru itu yang pertama jalur domisili yaitu tempat tinggal murid dengan sekolah yang dekat, kemudian prestasi baik akademik maupun nonakademik, seni, olahraga, dan kepemimpinan. Kemudian ketiga adalah jalur afirmasi ini prioritas untuk mereka yang berasal dari kalangan ekonomi kurang mampu dan kalangan difabel atau disable. Kemudian yang keempat itu adalah jalur mutasi anak-anak yang mutasi mengikuti tugas orang tuanya atau karena alasan lain," jelas Abdul Mu'ti.
Berikut kuota jalur penerimaan pada setiap jenjang pendidikan.
Jenjang SD
1) jalur domisili minimal 70 persen
2) jalur afirmasi minimal 15 persen
3) jalur mutasi maksimal 5 persen
4) tidak ada jalur prestasi.
Jenjang SMP
1) jalur domisili minimal 40 persen
2) jalur afirmasi 20 persen
3) jalur mutasi maksimal 5 persen
4) jalur prestasi minimal 25 persen
Jenjang SMA
1) jalur domisili minimal 30 persen
2) jalur afirmasi 30 persen
3) jalur mutasi maksimal 5 persen
4) jalur prestasi dari sisa kuota menjadi minimal 30 persen. (*)