Marcos Astina Belum Bisa Turun, Dokter Borneo FC Ingatkan Pentingnya Jaga Kondisi di Cuaca Tak Menentu
DIKSI.CO, SAMARINDA — Borneo FC Samarinda memastikan pemain anyar mereka, Marcos Astina, belum dapat memperkuat Pesut Etam hingga putaran pertama BRI Super League berakhir.
Di sisi lain, tim medis klub turut mengingatkan pentingnya menjaga kondisi tubuh di tengah cuaca Samarinda yang tidak menentu agar performa tim tetap terjaga.
Manajer Borneo FC Samarinda, Dandri Dauri, menegaskan bahwa Marcos Astina baru bisa didaftarkan saat bursa transfer putaran kedua resmi dibuka.
Pengambilan keputusan tersebut demi mematuhi regulasi kompetisi yang berlaku.
“Secara aturan memang belum memungkinkan. Marcos baru bisa kami daftarkan setelah putaran pertama selesai dan bursa putaran kedua,” ujar Dandri, Sabtu (27/12/2025).
Hindari Risiko Langgar Regulasi
Menurutnya, manajemen tidak ingin mengambil risiko dengan melanggar regulasi meski ekspektasi suporter terhadap kehadiran Marcos cukup tinggi.
Nama pemain tersebut belakangan ramai jadi perbincangan karena dinilai mampu menambah kekuatan Borneo FC dalam persaingan papan atas klasemen.
“Kami paham harapan suporter, tapi semuanya harus sesuai aturan dan perencanaan jangka panjang tim,” tegasnya.
Dandri menjelaskan bahwa putaran kedua akan menjadi momentum evaluasi bagi seluruh tim peserta liga, termasuk Borneo FC.
Namun evaluasi tersebut tidak berarti harus tergesa-gesa.
“Setiap keputusan, termasuk soal pemain, harus melalui pertimbangan teknis dan kesiapan. Kami ingin Marcos benar-benar siap,” katanya.
Jadwal Kompetisi Padat
Sementara itu, di tengah jadwal kompetisi yang padat dan kondisi cuaca yang berubah-ubah, dokter tim Borneo FC Samarinda, Muchammad Arfada Awaly, mengingatkan pentingnya menjaga daya tahan tubuh, baik bagi pemain maupun masyarakat umum.
“Hal paling sederhana yang sering dilupakan adalah pola makan,” ujar Arfada.
Ia menyoroti kebiasaan makan yang kurang seimbang, seperti hanya mengonsumsi nasi dan satu lauk, yang berpotensi membuat tubuh kekurangan vitamin dan mineral. Menurutnya, asupan buah dan sayur sangat penting, terutama saat cuaca tidak menentu.
“Kalau pola makan seimbang, sebenarnya tubuh sudah cukup kuat tanpa harus bergantung pada suplemen,” jelasnya.
Selain itu, Arfada juga mengingatkan agar menghindari konsumsi makanan dengan rasa ekstrem secara berlebihan, seperti terlalu pedas, asin, panas, atau dingin, karena dapat memicu gangguan kesehatan.
Tak kalah penting, ia menekankan perlunya aktivitas fisik ringan secara rutin.
Dengan fokus menyelesaikan putaran pertama, manajemen Borneo FC berharap tim tetap menjaga konsistensi performa dan kondisi fisik.
Putaran kedua pun dinantikan, tidak hanya sebagai fase baru kompetisi, tetapi juga sebagai awal kiprah Marcos Astina bersama Pesut Etam.
“Bekerja itu berbeda dengan olahraga. Cukup lima sampai sepuluh menit sehari, seperti jalan cepat atau jogging ringan,” pungkasnya. (redaksi)