Mantan Wali Kota Balikpapan Soroti Dugaan Penghinaan Kalimantan oleh Edy Mulyadi

DIKSI.CO, BALIKPAPAN – Edy Mulyadi menjadi sorotan publik akibat potongan video yang viral di media sosial yang diduga melakukan penghinaan terhadap Kalimantan.

Masyarakat Kalimantan pun ikut memanas dengan ujaran yang dilontarkan Edy Mulyadi, salah satunya Mantan Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi yang menuliskan tanggapannya melalui media sosial Instagram pribadinya.

"Indonesia bukan hanya soal Jakarta. Dari Sabang sampai Merauke, semua bersama dalam bingkai Nusantara. Tidak apa tidak setuju wacana pemindahan Ibukota. Tapi menghina warga Kalimantan, ini lain cerita," tulis Rizal Effendi.

Mantan Wali Kota Balikpapan yang telah menjabat selama 2 periode ini mengatakan warga Kalimantan, khususnya warga Balikpapan sangat ramah kepada pendatang, dan tidak memandang perbedaan satu sama lain.

"Datang ke Balikpapan, lihat bagaimana warga kota ini menjunjung tinggi toleransi. Lihat, betapa ramahnya kami bagi para pendatang. Bergandengan tangan, membantu sesama, tanpa terkotak perbedaan," ujarnya.

Dalam video tersebut Edy Mulyadi yang merupakan Caleg PKS menyebut Kalimantan adalah tempat jin buang anak, dan menyebutkan warga Kalimantan adalah Kuntilanak, dan Genderuwo.

"Tempat jin buang anak? Hanya monyet? Kota ini bukan lagi hanya sekedar hutan belantara. Ada budaya, tradisi dan kultur yang dijaga seiring dengan pembangunan yang ada," ujarnya.

Dengan viralnya potongan video yang viral, tersebut, Rizal Effendi menyebutkan dirinya tersinggung dengan ujaran yang dilontarkan Edy Mulyadi.

"Iya, sama seperti yang lain, saya tersinggung dengan pernyataan ini. Tapi sebagai warga negara Indonesia, semoga kami tidak terpancing dalam provokasi perpecahan," tulisnya. (Tim redaksi Diksi)

Daniel

Diksi.co adalah portal berita terdepan di Samarinda dan Kalimantan Timur yang menyajikan informasi terkini seputar politik, hukum, dan pemerintahan. Kami berkomitmen menghadirkan berita yang tajam, kritis, dan terpercaya. Tim redaksi kami terdiri dari jurnalis profesional yang siap mengawal isu-isu strategis, mulai dari anggaran daerah (APBD) hingga perkembangan Ibu Kota Nusantara (IKN), demi transparansi publik
Back to top button