Firminus Mayon Pimpin KIMKT 2026–2031, Andi Harun Dorong Peran Strategis Budaya dan Pendidikan

DIKSI.CO – Kepengurusan baru Kapakat Isen Mulang Kalimantan Timur (KIMKT) periode 2026–2031 resmi dikukuhkan dalam prosesi pelantikan yang berlangsung di Ballroom Hotel Puri Senyiur, Samarinda, Sabtu (11/4/2026) malam.
Dalam pelantikan tersebut, Firminus Mayon dipercaya memimpin KIMKT menggantikan Ewaldus Benedictus. Wali Kota Samarinda Andi Harun turut hadir bersama istrinya, Rinda Wahyuni, dan menerima amanah sebagai Dewan Pembina organisasi.
Pelantikan KIMKT Sarat Nuansa Budaya
Prosesi pelantikan berlangsung khidmat dengan nuansa budaya yang kental. Saat Andi Harun dan rombongan datang, tarian adat Giring-Giring dan Gelang Dadas mengiringi sebagai bentuk penghormatan sekaligus doa keselamatan.
KIMKT sendiri merupakan wadah masyarakat Dayak asal Kalimantan Tengah yang berdomisili di Kalimantan Timur, dengan ikatan kekeluargaan yang kuat dalam setiap aktivitas organisasi.
Andi Harun Tekankan Pendidikan sebagai Fondasi
Dalam sambutannya, Andi Harun menegaskan bahwa pendidikan menjadi kunci utama dalam mendorong kemajuan daerah sekaligus menjaga identitas budaya.
“Pendidikan adalah senjata paling ampuh untuk mengubah masa depan. Melalui pendidikan, kita tidak hanya menciptakan kemajuan, tetapi juga menjaga marwah dan kearifan lokal di tengah arus modernisasi,” ujarnya.
Ia juga mengangkat filosofi “Isen Mulang” yang berarti pantang menyerah sebagai nilai yang harus generasi muda pegang dalam menghadapi tantangan zaman.
Jadi Mitra Strategis Pemerintah
Andi Harun berharap KIMKT dapat berperan aktif sebagai mitra strategis pemerintah dalam berbagai sektor pembangunan.
“Ke depan, KIMKT harus hadir sebagai penjaga nilai, pengawal marwah budaya, sekaligus mitra strategis pembangunan,” katanya.
Peran tersebut penting untuk memastikan pembangunan tetap berjalan seiring dengan pelestarian budaya lokal.
Keberagaman Jadi Kekuatan Kolektif
Dalam kesempatan itu, Andi Harun juga menekankan pentingnya menjaga harmoni di tengah keberagaman masyarakat Kalimantan Timur.
“Perbedaan harus menjadi energi untuk membangun kebijaksanaan bersama. Dari situlah kita bisa mendorong kemajuan daerah,” ucapnya.
Menurutnya, keberagaman bukanlah sumber perpecahan, melainkan kekuatan untuk memperkuat persatuan.
Kepemimpinan Berbasis Nilai dan Budaya
Ia menilai organisasi berbasis adat seperti KIMKT memiliki karakteristik tersendiri dalam proses regenerasi kepemimpinan.
“Ini organisasi budaya dan kekerabatan. Yang dinilai bukan hanya kapasitas, tetapi juga nilai dan pemahaman terhadap budaya,” jelasnya.
Nilai moral, integritas, dan kedekatan dengan budaya menjadi faktor penting dalam menentukan pemimpin di organisasi tersebut.
Perkuat Jaringan dan Sinergi Daerah
Dengan jaringan yang tersebar di 10 kabupaten/kota, KIMKT harapannya mampu memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah maupun provinsi.
Andi Harun optimistis kepengurusan baru di bawah Firminus Mayon dapat membawa organisasi semakin berkembang dan memberikan manfaat luas bagi masyarakat.
Pelantikan ini menjadi tonggak baru bagi KIMKT untuk terus tumbuh sebagai organisasi yang adaptif, inklusif, dan tetap menjaga jati diri budaya di tengah arus modernisasi.
(Redaksi)
