Diduga Konsleting Arus listrik Bangsalan Enam Pintu di Timbau Tenggarong Terbakar

Diksi.co – Kebakaran menghanguskan satu bangunan rumah enam pintu di Jalan Ruwan Gang 7, Kelurahan Timbau, Kecamatan Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kamis (22/1/2026) pagi.
Api berhasil petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkar Matan) Kutai Kartanegara kendalikan dalam waktu kurang dari satu jam sejak laporan diterima.
Laporan Kebakaran Pukul 07.23 Wita
Kepala Disdamkar Matan Kutai Kartanegara, Fida Hurasani, membenarkan peristiwa kebakaran tersebut saat konfirmasi di Kamis sore. Ia menjelaskan bahwa laporan awal petugas terima sekitar pukul 07.23 Wita dari relawan yang berada di sekitar lokasi kejadian.
“Begitu laporan masuk, personel langsung bergerak cepat ke lokasi. Api berhasil padam sekitar pukul 08.05 Wita, kemudian dilanjutkan dengan proses pendinginan untuk memastikan tidak ada titik api yang tersisa,” ujar Fida Hurasani.
Rumah Petak Enam Pintu Terbakar di Kawasan Padat Penduduk
Berdasarkan laporan resmi, kebakaran terjadi pada Kamis pagi di kawasan permukiman padat penduduk. Bangunan yang terbakar merupakan rumah petak dengan total enam pintu, yang dugaanya ada beberapa kepala keluarga menghuni.
Hingga berita ini turun, belum ada laporan mengenai korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa tersebut.
Mulai Upaya Pemadaman Beberapa Menit Setelah Laporan
Awal penanganan kebakaran sekitar pukul 07.29 Wita, hanya beberapa menit setelah laporan ada. Petugas Damkar Kukar langsung melakukan upaya pemadaman secara intensif untuk mencegah api merambat ke bangunan lain di sekitarnya.
“Wilayah tersebut cukup padat, sehingga fokus utama kami adalah mengendalikan api secepat mungkin agar tidak meluas ke rumah warga lainnya,” kata Fida.
Pleton 3 Turun, Dukungan Back Up Pleton 1 dan 2
Untuk menangani kebakaran tersebut, Damkar Kukar mengerahkan Pleton 3 sebagai tim utama, dengan dukungan back up dari Pleton 1 dan Pleton 2. Selain personel internal, sejumlah pihak turut membantu di lapangan guna memperlancar proses penanganan.
“Penanganan kebakaran ini melibatkan relawan damkar, unsur TNI dan Polri, Satpol PP, serta PLN. Kolaborasi ini sangat membantu, terutama dalam pengamanan lokasi dan pengendalian risiko lanjutan,” jelas Fida.
Sebanyak 10 Unit Brandweer Terjun
Dari sisi peralatan, petugas mengerahkan sedikitnya 10 unit brandweer, satu unit rescue, serta satu unit kendaraan pick up yang lengkap dengan pompa portable. Armada tersebut untuk memastikan suplai air dan proses pemadaman berjalan optimal.
“Jumlah unit yang kami turunkan sesuai dengan kondisi bangunan dan potensi risiko kebakaran meluas. Alhamdulillah, dengan dukungan semua pihak, api bisa segera padam,” ujarnya.
Penyebab Kebakaran Masih Dalam Penyelidikan
Meski api berhasil dipadamkan, Damkar Kukar masih melakukan pendataan terkait kerugian material akibat kebakaran tersebut. Sementara itu, penyebab pasti kebakaran hingga kini masih dalam penyelidikan tim terkait.
“Asal-usul kebakaran masih dalam proses penyelidikan. Kami belum bisa menyimpulkan penyebabnya, apakah akibat korsleting listrik atau faktor lain. Semua masih didalami,” tegas Fida.
Tujuan Pendinginan untuk Cegah Api Sisa Konsleting Arus Listrik
Setelah api terkendali, petugas melanjutkan proses pendinginan di lokasi untuk mencegah kebakaran ulang. Pendinginan berjalan dengan menyiram sisa-sisa material bangunan yang berpotensi menyimpan bara api.
“Pendinginan merupakan tahapan penting. Kami tidak ingin ada api sisa yang bisa memicu kebakaran ulang, apalagi di kawasan permukiman padat seperti ini,” tambahnya.
Damkar Kukar Apresiasi Peran Relawan dan Warga
Fida juga mengapresiasi peran relawan dan warga sekitar yang turut membantu memberikan informasi awal dan membuka akses jalan bagi kendaraan pemadam kebakaran.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada relawan dan masyarakat yang sigap melapor. Kecepatan informasi sangat menentukan keberhasilan penanganan di lapangan,” katanya.
Imbauan Bahay Konsleting Arus Listrik: Waspada Bahaya Kebakaran
Pasca kejadian, Damkar Kukar kembali mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, khususnya di musim cuaca yang tidak menentu dan kawasan permukiman padat.
“Kami mengingatkan warga untuk rutin memeriksa instalasi listrik, tidak menggunakan sambungan listrik berlebihan, serta memastikan peralatan elektronik dalam kondisi aman, terutama pada pagi hari saat aktivitas rumah tangga meningkat,” imbau Fida.
Ia juga mendorong masyarakat untuk segera melapor ke petugas atau relawan damkar terdekat apabila melihat tanda-tanda kebakaran, sekecil apa pun.
“Semakin cepat laporan masuk, semakin besar peluang api bisa dikendalikan sebelum menimbulkan kerugian yang lebih besar,” pungkasnya.
(Redaksi)
