Brida Kaltim Ungkap Besarnya Potensi Karbon Biru

Gunakan suara perangkat Anda
Bagikan:

Ringkasan Cepat

  • SAMARINDA — Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida) Kalimantan Timur kembali memperkuat posisi daerah dalam upaya mitigasi perubahan iklim global.
  • Berdasarkan hasil riset terbaru, lembaga tersebut mengungkap bahwa ekosistem padang lamun di pesisir Benua Etam menyimpan potensi karbon biru yang sangat luar…
  • Penelitian ini menunjukkan bahwa stok karbon pada sedimen di salah satu lokasi pengamatan mampu mencapai angka 383 ton per hektare.

SAMARINDA — Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida) Kalimantan Timur kembali memperkuat posisi daerah dalam upaya mitigasi perubahan iklim global. Berdasarkan hasil riset terbaru, lembaga tersebut mengungkap bahwa ekosistem padang lamun di pesisir Benua Etam menyimpan potensi karbon biru yang sangat luar biasa besar.

Penelitian ini menunjukkan bahwa stok karbon pada sedimen di salah satu lokasi pengamatan mampu mencapai angka 383 ton per hektare. Oleh karena itu, penemuan ini menjadi data fundamental bagi pemerintah daerah dalam merumuskan kebijakan pelestarian lingkungan hidup yang lebih terukur dan berbasis sains.

Meskipun sering terlupakan dibandingkan hutan mangrove, padang lamun terbukti memiliki kemampuan menyerap emisi karbon dengan efektivitas yang tinggi. Selain itu, ekosistem ini berperan vital dalam menjaga kualitas air laut serta menjadi habitat bagi berbagai biota laut yang bernilai ekonomis tinggi bagi masyarakat nelayan.

Signifikansi Riset Potensi Karbon Biru di Kalimantan Timur

Hasil studi yang dilakukan Brida Kaltim ini menjadi angin segar bagi program penurunan emisi gas rumah kaca di tingkat nasional. Sementara itu, tim peneliti menjelaskan bahwa akumulasi karbon pada ekosistem lamun didominasi oleh penyimpanan di lapisan sedimen bawah air yang stabil dalam jangka waktu lama.

Keberadaan data ini sangat krusial karena Kalimantan Timur saat ini sedang gencar mengoptimalkan skema perdagangan karbon. Dengan demikian, validasi lapangan mengenai potensi karbon biru dari sektor pesisir akan menambah nilai tawar daerah dalam mendapatkan dana kompensasi karbon internasional.

Berikut adalah beberapa poin penting hasil riset yang dirilis oleh Brida Kaltim mengenai ekosistem pesisir:

  • Stok karbon pada sedimen padang lamun mencapai rata-rata 383 ton per hektare di wilayah penelitian tertentu.
  • Ekosistem lamun mampu menyimpan karbon 35 kali lebih cepat dibandingkan hutan tropis daratan dalam menyerap CO2.
  • Pelestarian area pesisir berkontribusi langsung pada target Net Zero Emission Indonesia pada tahun 2060 mendatang.
  • Data ini akan diintegrasikan ke dalam dokumen kebijakan Rencana Aksi Daerah Penurunan Emisi Gas Rumah Kaca (RAD-GRK).

Upaya Pelestarian dan Implementasi Kebijakan Lingkungan

Langkah selanjutnya setelah riset ini adalah memastikan bahwa kawasan padang lamun mendapatkan status perlindungan hukum yang kuat. Sebab, ancaman kerusakan pesisir akibat aktivitas antropogenik masih menjadi tantangan besar di beberapa wilayah Kalimantan Timur.

Brida Kaltim berkomitmen untuk terus menyajikan data sains yang akurat sehingga pengambilan keputusan di tingkat provinsi tidak lagi hanya berdasarkan asumsi. Oleh karena itu, kolaborasi dengan berbagai pihak seperti universitas dan pegiat lingkungan akan terus diperkuat di masa depan.

Pemanfaatan potensi karbon biru ini diharapkan tidak hanya berdampak pada aspek ekologi, namun juga pada peningkatan ekonomi masyarakat pesisir melalui program pemberdayaan. Karena lingkungan yang terjaga secara otomatis akan menjamin keberlanjutan sumber daya ikan yang melimpah.

Sebagai kesimpulan, riset ini menjadi tonggak sejarah baru dalam pemetaan aset alam Kaltim. Sementara itu, keterlibatan aktif masyarakat lokal sangat diperlukan untuk menjaga agar cadangan karbon yang tersimpan di bawah laut tersebut tetap terjaga dan tidak terlepas kembali ke atmosfer akibat kerusakan ekosistem.

DIKSI.co

Reza Fahlevi

Tim Redaksi DIKSI.co

Jurnalis senior dan Editor di Diksi.co dengan pengalaman lebih dari 10 tahun meliput dinamika politik pemerintahan, kebijakan publik, dan isu sosial di Kalimantan Timur dan Samarinda. Berdedikasi menyajikan jurnalisme investigasi yang tajam, akurat, dan berimbang untuk mengawal transparansi anggaran serta pembangunan daerah penyangga IKN. Spesialis dalam analisis APBD dan kebijakan Diskominfo