APBD Menyusut, Pemkot Samarinda Pangkas Perjalanan Dinas dan Konsumsi Rapat

DIKSI.CO – Kebijakan efisiensi mulai terasa di lingkungan Balai Kota Samarinda. Pemerintah Kota Samarinda memangkas berbagai pos belanja, mulai dari perjalanan dinas hingga konsumsi rapat, sebagai respons atas penurunan signifikan anggaran daerah.
Wali Kota Samarinda, Andi Harun, menegaskan langkah ini merupakan strategi bertahan di tengah keterbatasan fiskal yang dihadapi saat ini.
Ruang Fiskal Menyempit, APBD Turun Drastis
Andi Harun mengungkapkan, APBD Samarinda mengalami penurunan tajam. Dari sebelumnya sekitar Rp5,8 triliun, kini tersisa sekitar Rp3,18 triliun.
Penurunan itu terjadi setelah adanya kebijakan efisiensi dari pemerintah pusat, termasuk pengurangan dana transfer ke daerah.
Kondisi ini memaksa pemerintah kota melakukan penyesuaian besar dalam pengelolaan anggaran.
Perjalanan Dinas Dibatasi Ketat
Pemkot Samarinda langsung membatasi perjalanan dinas. Kini, hanya kegiatan yang memiliki dampak langsung bagi kepentingan daerah yang diizinkan.
“Perjalanan dinas kita lokalisasi. Hanya yang benar-benar penting, terutama yang mendukung upaya kita memperjuangkan kebijakan atau mencari sumber pembiayaan dari pemerintah pusat,” tegas Andi Harun.
Ia menilai, perjalanan dinas harus benar-benar selektif agar setiap pengeluaran memiliki manfaat nyata.
Efisiensi Anggaran Capai Puluhan Miliar
Kebijakan pembatasan tersebut mampu menekan anggaran hingga sekitar Rp75 miliar dalam setahun.
Efisiensi ini mencakup seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD), termasuk belanja perjalanan kepala daerah dan jajaran sekretariat.
Pemkot juga memperketat penggunaan anggaran agar tidak ada pemborosan.
Konsumsi Rapat Dipangkas hingga 80 Persen
Penghematan tidak hanya menyasar perjalanan dinas. Pemkot juga memangkas belanja makan dan minum dalam kegiatan rapat.
Kini, banyak rapat hanya menyediakan air minum tanpa makanan ringan.
Menurut Andi Harun, pengurangan konsumsi ini bisa mencapai sekitar 80 persen dari anggaran sebelumnya.
Pelayanan Publik Tetap Jadi Prioritas
Meski melakukan efisiensi besar-besaran, Pemkot Samarinda tetap memprioritaskan pelayanan dasar.
Anggaran terfokus untuk sektor penting seperti pendidikan, kesehatan, penanganan banjir, dan infrastruktur.
Beberapa proyek besar tetap berjalan, meski berjalan secara bertahap dalam dua hingga tiga tahun anggaran.
“Kita memang harus mengencangkan ikat pinggang. Tapi pelayanan dasar tidak boleh terganggu,” pungkas Andi Harun.
(Redaksi)
