Borneo FC Liburkan Pemain Saat Bulan Ramadan, Coach Amir Harapkan Pemain Jaga Kondisi Fisik

DIKSI.CO, SAMARINDA – Borneo FC Samarinda berhasil menutup kompetisi BRI Liga 1 2021/2022 di urutan ke 6 dengan torehan 52 poin, dari 14 kali kemenangan, 10 seri, dan 10 kekalahan.

Skuad Pesut Etam, julukan Borneo FC pun telah beranjak dari Bali tempat bergulirnya Liga 1 musim ini, usai laga terakhir mereka melawan Persebaya Surabaya.

Memasuki Bulan Suci Ramadan, para pemain Borneo FC diliburkan dari agenda latihan dan kini mereka sebagian telah pulang ke kampung halamannya masing-masing.

Perihal diliburkannya pemain tersebut disampaikan langsung oleh Ahmad Amiruddin Asisten Pelatih (Aspel) Borneo FC.

"Informasi dari manajemen selama bulan puasa libur latihan fokus ibadah, karena jadwal kick off juga belum ada," ungkapnya melalui sambungan telepon, Sabtu (2/4/2022).

Coach Amir menyampaikan, untuk agenda latihan kembali ke individu pemain. Ia berharap, para pemain tetap menjaga kondisi kebugaran agar performa tidak berkurang.

"Mereka latihan paling sore, kalau mereka mudik pasti banyak komunitas yang main bola, bisa main sambil tunggu buka puasa," sebutnya.

Lanjutnya, untuk pemain ia menyebutkan dari tim pelatih tidak ada memberikan program khusus. Pihaknya hanya memberikan nasehat agar pemain bisa menjaga kondisinya.

"Harus tetap jaga performa, kalau pun ikut main bola sekedar fun aja. Karena itu juga berisiko," sambungnya.

Ia menambahkan terkait para pemain yang bertahan atau diganti untuk musim selanjutnya, tentu menjadi evaluasi.

"Pastinya ada evaluasi, siapa pemain yang bertahan atau diganti. Itu sudah pasti," pungkasnya. (tim redaksi Diksi)

Daniel

Diksi.co adalah portal berita terdepan di Samarinda dan Kalimantan Timur yang menyajikan informasi terkini seputar politik, hukum, dan pemerintahan. Kami berkomitmen menghadirkan berita yang tajam, kritis, dan terpercaya. Tim redaksi kami terdiri dari jurnalis profesional yang siap mengawal isu-isu strategis, mulai dari anggaran daerah (APBD) hingga perkembangan Ibu Kota Nusantara (IKN), demi transparansi publik
Back to top button