Pemerintah Kecamatan Anggana menggandeng PT Pancaran Surya Abadi untuk menyalurkan bantuan tersebut. Kerja sama ini bertujuan meringankan beban warga yang harus mencari air dari lokasi lain dengan biaya tambahan.
Camat Anggana, Rokip, mengatakan pemerintah berupaya memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, terutama warga pesisir yang kesulitan memperoleh air selama musim kemarau.
“Penyaluran air bersih ini merupakan bentuk kepedulian kami terhadap masyarakat, khususnya warga pesisir Anggana yang terdampak kemarau berkepanjangan. Kami berupaya membantu agar kebutuhan air untuk aktivitas sehari-hari masyarakat tetap terpenuhi,” ujar Rokip.
Pemerintah Anggana Bantu Warga Atasi Krisis Air Bersih
Rokip menjelaskan, keterbatasan sumber air mendorong warga mencari alternatif untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga. Karena itu, pemerintah kecamatan menggandeng pihak swasta agar bantuan dapat menjangkau masyarakat yang membutuhkan.
Warga menggunakan air bersih untuk memasak, mandi, mencuci, dan berbagai keperluan rumah tangga lainnya. Ketika pasokan menipis, mereka harus mengatur pemakaian air sekaligus mencari sumber alternatif.
Kepala Dusun, M Syafarudin, mengapresiasi bantuan yang diberikan pemerintah kecamatan bersama perusahaan swasta. Ia menilai pasokan air tersebut sangat membantu masyarakat Tanjung Barukang.
“Warga sangat berterima kasih atas bantuan air bersih ini. Sudah cukup lama masyarakat kesulitan mendapatkan air untuk kebutuhan sehari-hari. Kalau harus membeli atau mengambil air dari tempat lain, tentu ada biaya tambahan yang harus dikeluarkan,” ucap Syafarudin.
Menurut Syafarudin, masyarakat membutuhkan air bersih setiap hari. Keterbatasan pasokan membuat warga harus mengeluarkan biaya tambahan jika ingin mendapatkan air dari luar wilayah.
Warga Berharap Bantuan Air Bersih Terus Berlanjut
Bantuan 100 ton air bersih ini menjadi penopang sementara bagi masyarakat pesisir selama kemarau. Warga berharap pemerintah dan pihak swasta kembali menyalurkan bantuan jika kondisi kekeringan masih berlangsung.
“Kami berharap bantuan seperti ini bisa terus diberikan apabila kemarau masih berlangsung. Masyarakat sangat membutuhkan pasokan air bersih karena air merupakan kebutuhan utama setiap hari,” harap Syafarudin.
Rokip berharap pemerintah dan perusahaan swasta terus berkolaborasi membantu masyarakat yang menghadapi kesulitan air bersih. Ia juga meminta perhatian terhadap wilayah pesisir ketika curah hujan menurun dan sumber air semakin terbatas.
Pemerintah kecamatan perlu memantau kondisi warga selama kemarau berkepanjangan. Langkah ini penting agar pemerintah dapat mengidentifikasi kebutuhan masyarakat dan menyiapkan dukungan pasokan air bersih jika kekeringan terus berlanjut.
(Redaksi)

