Drama Final Piala Afrika 2026: Penalti Panenka Brahim Diaz Jadi Mimpi Buruk Maroko

DIKSI.CO – Brahim Diaz mencuri perhatian sepanjang gelaran Piala Afrika 2026 bersama Timnas Maroko.

Gelandang serang milik Real Madrid itu tampil konsisten dan tajam sejak fase grup hingga partai puncak.

Sayangnya, performa gemilang tersebut gagal berujung manis setelah Maroko harus mengakui keunggulan Senegal di laga final.

Brahim Diaz Tampil Gemilang Sepanjang Turnamen

Sejak laga pembuka, Brahim Diaz langsung mengambil peran sentral di lini serang Maroko.

Ia aktif menjemput bola, berani melakukan duel satu lawan satu, serta rajin menciptakan peluang.

Kontribusinya terbukti nyata lewat torehan gol demi gol yang membawa Maroko melaju mulus hingga final.

Diaz bahkan menutup turnamen sebagai top skor Piala Afrika 2026.

Catatan tersebut menegaskan perannya sebagai motor serangan sekaligus pembeda di skuad Singa Atlas.

Setiap kali Maroko menemui kebuntuan, Diaz kerap muncul dengan aksi individual maupun tembakan akurat dari luar kotak penalti.

Final Ketat Kontra Senegal

Maroko menghadapi ujian berat saat bertemu Senegal di partai final.

Kedua tim bermain disiplin dan saling menekan sejak menit awal.

Senegal mengandalkan fisik serta kecepatan serangan balik, sementara Maroko tampil sabar dengan penguasaan bola.

Laga berjalan sengit dan minim peluang bersih.

Hingga memasuki menit-menit akhir babak kedua, skor masih imbang.

Maroko terus meningkatkan intensitas serangan demi memecah kebuntuan dan menjaga asa meraih gelar juara Piala Afrika.

Penalti Penentuan yang Berujung Petaka

Drama terjadi pada injury time babak kedua ketika wasit menunjuk titik putih untuk Maroko.

Peluang emas itu membuka jalan bagi Maroko untuk mengunci kemenangan.

Brahim Diaz maju sebagai eksekutor, memikul tanggung jawab besar di momen krusial.

Namun, keputusan Diaz melakukan penalti panenka justru berbuah malapetaka.

Kiper Senegal, Edouard Mendy, tidak terkecoh.

Ia tetap berdiri tenang dan dengan mudah menangkap bola.

Stadion pun terdiam, sementara para pemain Senegal langsung merayakan keberhasilan tersebut.

Maroko Gagal Juara, Diaz Tetap Bersinar

Gagalnya penalti Diaz menjadi titik balik yang memupus harapan Maroko meraih trofi.

Senegal akhirnya keluar sebagai juara, sementara Maroko harus puas finis di posisi kedua.

Meski begitu, Brahim Diaz tetap pantas mendapat apresiasi.

Ia menutup turnamen sebagai top skor dan salah satu pemain terbaik Piala Afrika 2026.

Kegagalan di final memang menyakitkan, tetapi performa Diaz membuktikan dirinya sebagai bintang yang siap memimpin Maroko di turnamen besar berikutnya. (*)

Back to top button