Tak Hanya Beri Jaminan Sosial, Pemkot Samarinda Dorong Pekerja Rentan Ikut Pelatihan Keterampilan

DIKSI.CO, SAMARINDA — Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda terus memperkuat perlindungan bagi para pekerja rentan.

Tak hanya melalui skema jaminan sosial, Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) juga mendorong peningkatan keterampilan agar para pekerja ini bisa keluar dari lingkaran kerentanan ekonomi.

Kepala Bidang Hubungan Industrial dan Persyaratan Kerja Disnaker Samarinda, M. Reza Pahlevi, mengungkapkan bahwa hingga saat ini tercatat sekitar 19 ribu pekerja rentan telah masuk dalam skema perlindungan sosial yang disiapkan pemerintah.

“Skema ini memastikan pekerja rentan tetap memiliki perlindungan dasar. Jika kecelakaan kerja terjadi, seluruh biaya ditanggung hingga sembuh kalau meninggal dunia, ada santunan Rp42 juta ditambah beasiswa untuk anak sampai lulus kuliah,” ujar Reza, Rabu (27/8/2025).

Reza menerangkan bahwa melalui program ini, pekerja rentan tetap memiliki perlindungan dasar jika terjadi kecelakaan kerja.

“Tujuannya bukan hanya melindungi pekerja rentan tapi juga mengurangi kerentanan itu sendiri dengan menyiapkan skill sesuai kebutuhan industri,” jelasnya.

Namun demikian, Reza menekankan bahwa jaminan sosial bukanlah satu-satunya solusi.

Ia menilai, peningkatan keterampilan menjadi kunci penting untuk memutus rantai kerentanan jangka panjang.

“Tujuannya bukan hanya melindungi, tapi mengurangi kerentanan itu sendiri. Kami ingin para pekerja punya skill sesuai kebutuhan industri agar bisa beralih ke sektor yang lebih stabil,” ungkapnya.

Untuk itu, Disnaker telah menyiapkan berbagai pelatihan, seperti Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), Digital marketing, Manajemen perkantoran, serta pelaksanaan bursa kerja secara rutin.

Program ini ditujukan terutama bagi pekerja informal seperti tukang ojek pangkalan dan buruh harian lepas, yang dinilai memiliki risiko kerja tinggi namun penghasilan tidak menentu.

“Pelatihan ini diharapkan bisa menjadi jalan keluar agar mereka lebih berdaya dan punya peluang lebih besar masuk ke sektor formal,” tambahnya.

Meski begitu, tantangan tetap ada.

Menurut Reza, masih banyak masyarakat yang memiliki keterampilan rendah namun bersikap pilih-pilih pekerjaan.

“Kalau punya skill bagus, silakan pilih kerja, perusahaan pun akan berebut. Tapi kalau skill minim dan masih pilih-pilih, ya susah. Karena itu, kami terus dorong pelatihan,” pungkasnya. (*)

Daniel

Diksi.co adalah portal berita terdepan di Samarinda dan Kalimantan Timur yang menyajikan informasi terkini seputar politik, hukum, dan pemerintahan. Kami berkomitmen menghadirkan berita yang tajam, kritis, dan terpercaya. Tim redaksi kami terdiri dari jurnalis profesional yang siap mengawal isu-isu strategis, mulai dari anggaran daerah (APBD) hingga perkembangan Ibu Kota Nusantara (IKN), demi transparansi publik
Back to top button