Reshuffle Kabinet Prabowo Disorot Dunia, SCMP Hubungkan dengan Aksi Demonstrasi

DIKSI.CO – Media asing menyoroti perombakan Kabinet Merah Putih oleh Presiden Prabowo Subianto pada Senin (8/9/2025).

Media terkemuka asal Hong Kong, South China Morning Post (SCMP), turut menyoroti langkah tersebut dalam artikel bertajuk “Can Indonesia’s Cabinet Reshuffle Restore Public Trust and Calm Protesters?” yang terbit pada Selasa (9/9).

SCMP menyoroti sejumlah nama besar yang didepak dari kabinet, termasuk Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dan Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Budi Gunawan.

Selain itu, Presiden Prabowo juga memecat Menteri Pemuda dan Olahraga Dito Ariotedjo, Menteri Koperasi Budi Arie Setiadi, serta Menteri Perlindungan Pekerja Migran Abdul Kadir Karding.

Yang tak kalah menarik, pemerintah juga membentuk Kementerian Haji dan Umrah sebagai lembaga terpisah dari Kementerian Agama.

Langkah tersebut dinilai sebagian pihak sebagai bentuk konsolidasi kelembagaan dengan dimensi politik keagamaan.

“Perubahan tersebut dilakukan setelah berbagai pertimbangan, masukan, dan evaluasi oleh presiden. Semoga keputusan ini membawa kebaikan bagi bangsa, negara, dan masyarakat,” ujar Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi seperti dikutip SCMP.


Respon terhadap Gejolak Sosial

SCMP mengaitkan reshuffle ini dengan gelombang demonstrasi nasional yang dipicu oleh kemarahan publik atas besarnya tunjangan perumahan anggota parlemen.

Aksi yang awalnya digerakkan oleh mahasiswa itu meluas menjadi protes nasional terhadap ketimpangan ekonomi dan kenaikan biaya hidup.

Ketegangan memuncak usai seorang pengemudi ojek berusia 21 tahun tewas tertabrak kendaraan polisi saat unjuk rasa di Jakarta, 28 Agustus lalu.

Insiden tersebut memicu kemarahan publik dan bentrokan di berbagai kota.

Menurut analisis SCMP, perombakan kabinet ini juga sarat muatan politik.

Empat dari lima menteri yang dicopot merupakan pejabat era Presiden Joko Widodo.

Peneliti politik dari CSIS Indonesia, Nicky Fahrizal, menyebut langkah ini sebagai upaya Prabowo untuk memperkuat barisan loyalisnya.

“Sudah jelas Prabowo sedang memperketat barisannya, dengan alasan utama untuk menentukan siapa yang akan menjadi loyalisnya dan siapa yang bisa melaksanakan program-programnya,” pungkasnya. (*)

Daniel

Diksi.co adalah portal berita terdepan di Samarinda dan Kalimantan Timur yang menyajikan informasi terkini seputar politik, hukum, dan pemerintahan. Kami berkomitmen menghadirkan berita yang tajam, kritis, dan terpercaya. Tim redaksi kami terdiri dari jurnalis profesional yang siap mengawal isu-isu strategis, mulai dari anggaran daerah (APBD) hingga perkembangan Ibu Kota Nusantara (IKN), demi transparansi publik
Back to top button