Polling Pilwali Balikpapan 2020, Siapa Kandidat Penerus Rizal Effendi?


person access_time 4 months ago remove_red_eyeDikunjungi 560 Kali
Polling Pilwali Balikpapan 2020, Siapa Kandidat Penerus Rizal Effendi?

Polling Pilkada Balikpapan 2020/ Kolase by Diksi.co

Berbeda dengan Samarinda, dimana nama-nama calon mulai bermunculan. Sebut saja, mantan Plt Sekprov Kaltim, Meiliana, hingga Ketua DPW PPP Kaltim, Rusman Yakub yang dikabarkan siap maju. Di Balikpapan, nama-nama kandidat justru terkesan sunyi senyap hingga saat ini. 

Ditulis Oleh: DIKSI.co
19 Juni 2019

DIKSI.CO, BALIKPAPAN - Minus Penajam Paser Utara (PPU), setidaknya ada 9 Kabupaten/Kota di Kaltim yang akan menggelar Pilwali/ Pilbup serentak pada tahun 2020 mendatang. 

Balikpapan menjadi satu dari 9 Kabupaten/Kota yang langsungkan Pemilihan Kepala Daerah di 2020 itu. 

Kontestasi Pilwali Balikpapan dianggap beberapa kalangan, cukup menarik. 

Pasalnya, seperti Samarinda, petahana saat ini, yakni Walikota yang menjabat, Samarinda untuk Syaharie Jaang dan Rizal Effendi di Balikpapan dipastikan tak bisa kembali maju karena telah duduk jabatan selama 2 periode. 

Meski demikian, gaung kandidat calon Walikota di Balikpapan belum memiliki beberapa nama yang santer terdengar. 

Berbeda dengan Samarinda, dimana nama-nama calon mulai bermunculan. Sebut saja, mantan Plt Sekprov Kaltim, Meiliana, hingga Ketua DPW PPP Kaltim, Rusman Yakub yang dikabarkan siap maju. 

Di Balikpapan, nama-nama kandidat justru terkesan sunyi senyap hingga saat ini. 

Pengamat Politik Universitas Mulawarman, Prof Sarosa Hamongpranoto ikut menjelaskan terkait sunyinya nama kandidat Calon Walikota Balikpapan itu. 

Kultur masyarakat yang terbuka dan modern, disebutnya jadi salah satu alasan. 

"Balikpapan ini kan kota yang terbuka. Masyarakatnya itu kebanyakan memantapkan pilihan pada logika. Jadi, ketika calon itu masih belum matang betul, masyarakatnya juga tak mau jika hanya sekedar ramai-ramai dalam tanda kutip huru-hara," ucapnya saat dihubungi Rabu (19/6/2019). 

Alasan lain yang juga ia amini adalah, kemungkinan majunya Wawali saat ini, Rahmad Mas'ud. 

Tak bisa dipungkiri, Rahmad Mas'ud jadi salah satu kandidat kuat yang menurut sebagian pihak sulit ditandingi. 

Selain miliki modal karena menjabat sebagai Wawali saat ini, dukungan finansial disebut Prof Sarosa juga tak bisa dipungkiri dimiliki oleh Rahmad Mas'ud. Kemungkinan beberapa calon lain enggan muncul karena sulitnya finansial menyamai Rahmad Mas'ud itu, disebutnya juga bisa saja terjadi. 

"Saya kira bisa terjadi demikian. Tetapi kan Pilwali itu bukan hanya sekedar finansial, Memang pak Rahmad itu punya potensi, selain juga karena ia saat ini adalah Wawali yang pasti sudah tahu kondisi dan permasalah di Balikpapan. Kita juga tidak tutup mata secara finansial dia mumpuni. Persoalannya, bagaimana dengan yang lain? " ucapnya. 

Ia pun menyambut baik jika pihak dari media, ikut memunculkan deretan kandidat nama untuk Pilwali tersebut. 

"Ya, kalau polling kan masih murni. Tak ada gunakan uang dalam proses pemilihan tokoh. Itu juga bisa digunakan masyarakat sebagai acuan tokoh-tokoh yang dianggap mampu mengurus Balikpapan ke depan," katanya. 

Tim redaksi Diksi.co pun ikut membuat Polling Pilwali dan Pilbup untuk beberapa Kabupaten/ Kota di Kaltim. 

Hal ini untuk memberikan gambaran, siapa-siapa saja tokoh yang dapatkan respon masyarakat, terkhusus di daerahnya masing-masing. 

Link untuk Polling Pilwali Balikpapan 2020 bisa diakses di sini: 

LINK POLLING PILWALI BALIKPAPAN 2020 (KLIK DISINI)

 

Calon Independen Butuh 40 Ribuan KTP 

Ketua KPU Balikpapan Noor Thoha juga berikan konfirmasi terkait Pilwali Balikpapan 2020 mendatang. 

Meski saat ini belum masuk tahapan, KPU Balikpapan sampaikan perkiraan pada September 2019 ini, tahapan untuk pesta demokrasi pemilihan Walikota di Kota Minyak bakal dimulai. 

"Kalau untuk tahapan masih belum (dimulai). Ini masih menunggu dari KPU pusat.  Tetapi, perkiraan itu sudah mulai masuk tahapan di September 2019," ucapnya saat dikonfirmasi tim redaksi Diksi.co di hari yang sama. 

Saat ini pun KPU Balikpapan telah sampaikan usulan anggaran pelaksaan Pemilihan Kepala Daerah ke Pemkot Balikpapan. Besaran usulan yang diajukan adalah Rp 55 Miliar. 

"Sudah kami sampaikan. Besarannya Rp 55 Miliar," ucap Noor Thoha. 

Lebih lanjut, untuk calon independen yang berniat maju, disampaikan butuhkan sekitar 40 ribuan KTP di konstestasi sebagai calon Walikota Balikpapan. 

Ini berdasarkan jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) di Kota Minyak yang sejumlah 464.000 DPT. 

Untuk bisa maju sebagai calon independen setidaknya dibutuhkan 8,5 persen dari jumlah DPT. Jika dikalkulasikan jumlah itu ada di angka 40 ribuan. 

"Ya, segitu. tetapi kalau calon independen sebaiknya mulai dari sekarang sudah persiapan, sehingga saat sudah masuk tahapan, semua hal sudah lengkap untuk bisa mendaftar jalur non partai," katanya. (tim redaksi Diksi) 

BACA JUGA: Deretan Meme Banjir Samarinda, Dari Kam Hanyarkah hingga Pak Jaang Dimana

BACA JUGA: Aksi Sosial, Bubuhan Kopi Samarinda Seduhkan Kopi Untuk Korban Banjir

BACA JUGA: Cipayung Plus Kaltim Harap Jokowi-Prabowo Silaturahmi Satu Meja

Ikuti Facebook Diksi.co: 

You Tube Diksi.co: 



Tinggalkan Komentar



Baca Lainnya