https://diksi.co/ads.txt

Maju Jalur Independen di Pilwali Samarinda, Yusan Triananda Kesulitan Kumpulkan KTP


person access_time 1 month ago remove_red_eyeDikunjungi 101 Kali
Maju Jalur Independen di Pilwali Samarinda, Yusan Triananda Kesulitan Kumpulkan KTP

Yusan Triananda, bakal calon Wali Kota Samarinda

Memilih kendaraan politik di jalur independen membuat Yusan-Prolita harus mengumpulkan sebanyak 43.975 Kartu Tanda Penduduk (KTP) sebagai persyaratan mendaftar di Komisi Pemilihan Umum (KPU) Samarinda.

Ditulis Oleh: DIKSI.co
06 Desember 2019

DIKSI.CO, SAMARINDA - Pasangan pengusaha Yusan Triananda dan Prolita Fatmayanti masih mencari dukungan untuk bisa maju di pemilihan Wali Kota Samarinda 2020 mendatang.

Memilih kendaraan politik di jalur independen membuat Yusan-Prolita harus mengumpulkan sebanyak 43.975 Kartu Tanda Penduduk (KTP) sebagai persyaratan mendaftar di Komisi Pemilihan Umum (KPU) Samarinda.

Membawa tagline Samarinda Berbenah, Yusan tak hanya berfokus pada Pilwali saja, tapi juga program yang diusung diharapkan bisa berkesinambungan.

"Saya kan rencana masuk lewat jalur independen, berarti memang ada target untuk KTP, sementara berjalan aja terus. Gerakan Samarinda berbenah ini misinya tidak hanya pilwali ini saja, tetapi akan berkesinambungan. Pengumpulan KTP ya kalau memenuhi bagus, tidak juga tidak masalah, tetap akan dibangun simbol pembenahan, nanti akan ada komunitas dan aktivitasnya bukan hanya sosial tapi juga ada yang sifatnya komersial, terutama pembenahan SDM," kata Yusan saat dikonfirmasi di Samarinda, Kamis (5/12/2019).

Mengenai persentase pengumpulan KTP, Yusan enggan memberitahu. Ia mengaku kesulitan karena pengumpulan yang memerlukan waktu hanya sekitar 2 bulan saja.

"Waduh itu belum bisa saya sampaikan, memang kalau KTP ini hitungannya agak mepet, kepastian format KTP itu juga baru 2-3 bulan lalu, jadi memang kalau saya liat, realistis aja agak susah untuk mencapai. Apalagi kami istilahnya tidak mau money politic lah. Kalau secara pribadi kalau hitungan matematis waktunya agak mepet, kalau prosedur saya pikir bagus aja. Nanti diliat ajalah, kalau kami prosesnya yang utama dan berkesinambungan yang lebih penting, karena yang ajukan diri banyak, yang bisa jadi cuma satu, bukan berarti sudah terpilih gak bisa berbuat apa-apa buat rakyat," jelasnya.

Iklan Apri Gunawan/ Diksi.co

Dari segi segmentasi pemilih, Yusan lebih mengkhususkan kepada pemilih milenial. Menurutnya pemilih muda akan memilih untuk sekarang dan di masa yang akan datang, sedangkan pemilih berpengalaman masih menunggu penentuan partai.

"Kalau saya pastinya anak-anak muda milenial yang fleksibel, target kami itu menyasar untuk mereka yang akan memilih sekarang dan di masa depan ini dan memang masih belum terlalu banyak pengalaman memilih sebelumnya. Kalau yang bukan milenial pola memilihnya sudah klasik ya tetap masih menunggu ditentukan partai atau yang sudah menjabat," ucapnya.

Lebih lanjut, Yusan akan lebih fokus sosialisasi program yang diusungnya bersama Prolita. Kalaupun ada partai yang melirik, ia berharap bisa meneruskan programnya. Dirinya pun masih terbuka untuk masih berkomunikasi dengan partai.

"Kalau saya ada rencana untuk aksi berkesinambungan untuk menggerakkan SDM yang ada, untuk membenahi infrastruktur itukan domainnya pemerintah, tapi kalau pihak luar ya kreatifitas, ekonomi kreatif. Mudah-mudahan nanti contoh yang kami berikan mungkin dilihat oleh partai yang cocok untuk diteruskan itu akan baik, artinya program yang sudah diadopsi bagus, kalau dari segi personal yang bisa tidak masalah juga, kami terbuka saja komunikasi ke partai pun masih sampai sekarang," tuturnya.

Terkait pengumpulan formulir ke KPU, Yusan sebut kemungkinan akan dilakukan diakhir waktu sembari mengumpulkan dukungan. Jikalau hingga akhir penutupan tidak memenuhi KTP yang ditentukan, ia akan tetap akan menjalankan programnya.

"Kayaknya sih waktu paling lambat ya, februari deadlinenya, jalan aja dulu, karena yang mau dirintis inikan berbenahnya, kalaupun tidak sampai ya tetap aja berjalan karena targetnya buat gerakan yang berkesinambungan," tutupnya. (tim redaksi Diksi) 

Iklan Saefuddin Zuhri/ Diksi.co



Tinggalkan Komentar



Baca Lainnya