Komisi X DPR RI Persoalkan Video Siswa SD Nyanyikan Lagu Capres, Hetifah: Tak Bisa Dibenarkan


person access_time 4 months ago remove_red_eyeDikunjungi 87 Kali
Komisi X DPR RI Persoalkan Video Siswa SD Nyanyikan Lagu Capres, Hetifah: Tak Bisa Dibenarkan

Wakil Ketua Komisi X, Hetifah Sjaifudian

Komisi X DPR RI menyayangkan beredarnya video siswa sekolah dasar (SD) menyanyikan lagu 'Pilih Prabowo-Sandi'.

Ditulis Oleh: DIKSI.co
04 Maret 2019

DIKSI.CO. JAKARTA - Komisi X DPR RI menyayangkan beredarnya video siswa sekolah dasar (SD) menyanyikan lagu 'Pilih Prabowo-Sandi'.

Komisi yang membidangi pendidikan ini meminta video yang berlatar sekolah itu ditelusuri. 

"Tidak bisa dibenarkan. Perlu ditelusuri. Pasti ada keterlibatan orang dewasa," ujar Wakil Ketua Komisi X, Hetifah Sjaifudian, kepada Diksi.co Selasa (26/2/2019). 

Hetifah mengatakan tidak seharusnya politisasi dalam dunia pendidikan dilakukan. Apalagi jika melibatkan anak-anak dibawah umur.

Menurut penghuni Senayan asal Kaltim ini, Bawaslu harus segera minta klarifikasi kepada pihak sekolah dan anak-anak di dalam video tersebut. Hal itu juga untuk mencari tahu dalang di balik pembuatan video.

"Mungkin perlu di-crosscheck dan diklarifikasi ke anak yang bersangkutan. Dari mana dia tahu lagu tersebut. Perlu dilihat juga, apakah anak tersebut menyanyi karena iseng? Atau anjuran dari guru?" tambahnya.

Hetifah Saat Berada di Kantor ATR/ BPN Kaltim

"Politisasi dalam dunia pendidikan seharusnya tidak perlu terjadi. Jika memang benar si anak itu disuruh oleh gurunya, maka tentu harus kita konfirmasi lagi ke guru yang bersangkutan. Apakah beliau bagian dari timses atau tim pemenangan?" imbuh Hetifah. 

Jika terbukti ada keterlibatan guru dalam video tersebut, Hetifah meminta Bawaslu bekerja sama dengan SKPD terkait. Mengingat, aparatur sipil negara wajib menjunjung tinggi netralitas. 

"Bawaslu juga harusnya bisa bekerja sama dengan SKPD terkait karena netralitas ASN, termasuk guru juga dilarang melakukan politik praktis atau memanfaatkan sarpras (sarana-prasarana) untuk berpolitik," ujarnya. 

"Larangan kampanye diatur di UU Pemilu pasal 280 ayat (1) huruf h, yang berbunyi kampanye dilarang 'menggunakan fasilitas pemerintah, tempat ibadah, dan tempat pendidikan'," sambung dia. 

BACA JUGA: Polisi Pastikan Andi Arief Ditangkap Karena Narkoba, Diciduk Saat Bersama Wanita di Hotel Peninsula Jakarta Barat

Sebelumnya, video siswa sekolah dasar (SD) menyanyikan lagu 'Pilih Prabowo-Sandi' beredar ke publik dan menjadi viral. Dalam video yang viral itu, terlihat sejumlah siswa SD kompak bernyanyi.

Para siswa yang ada dalam video itu memakai seragam sambil menyanyi dan menggerak-gerakkan tangan di dalam sebuah ruangan. Ada pula siswa yang berpose dua jari membentuk jari seperti pistol.

"Ayo kita pilih Prabowo-Sandi," dendang para siswa seperti dalam video yang dilihat diksi.co, Senin (4/3/2019).

Bawaslu telah angkat bicara terkait persoalan video ini. Bawaslu meminta tim cyber mencari pelaku video tersebut. 

"Kita kan minta ini kepada tim cyber untuk buat segera ditindak, dicari siapa pelakunya," ujar anggota Bawaslu Fritz Edward Siregar.  (tim redaksi Diksi) 



Tinggalkan Komentar



Baca Lainnya