Dipanggil Bawaslu Samarinda Terkait Dugaan ASN Terlibat Kampanye Caleg, Rektor Unmul Tak Hadir


person access_time 2 years ago remove_red_eyeDikunjungi 594 Kali
Dipanggil Bawaslu Samarinda Terkait Dugaan ASN Terlibat Kampanye Caleg, Rektor Unmul Tak Hadir

Perwakilan pihak Rektorat Unmul saat menghadiri pemanggilan Bawaslu Samarinda terkait dugaan ASN terlibat kampanye, Selasa (12/3/2019).

Pemeriksaan pertama dengan agenda mengumpulkan keterangan saksi tempat terduga Mulyadi bekerja. Adalah Profesor Masjaya, rektor Universitas Mulawarman yang diagendakan hadir dalam pengumpulan keterangan saksi tersebut. 

Ditulis Oleh: DIKSI.co
12 Maret 2019

DIKSI.CO. SAMARINDA - Pemeriksaan kasus dugaan Aparatur Sipil Negara (ASN) terlibat aktif dalam kampanye caleg DPR RI daerah pemilihan (dapil) Kaltim asal Partai Golkar, Rudi Mas'ud mulai digelar Bawaslu Samarinda, Selasa (12/3/2019) hari ini, 

Pemeriksaan pertama dengan agenda mengumpulkan keterangan saksi tempat terduga Mulyadi bekerja. Adalah Profesor Masjaya, rektor Universitas Mulawarman yang diagendakan hadir dalam pengumpulan keterangan saksi tersebut. 

Namun, hari ini, Profesor Masjaya tak hadir dari panggilan dengan alasan sedang berada di luar kota.

BACA JUGA: Sarwono-Zuhri-Barkati, Siapa yang Dipilih Syaharie Jaang Jadi Wawali Samarinda?

BACA JUGA: Selisih Kas BLU Unmul, Polisi Bakal Lakukan Audit dan Panggil Pihak Terkait

BACA JUGA: Bawaslu Samarinda Dalami Temuan Dugaan Dosen Unmul Ikut Kampanye Caleg, Senin Depan Bakal Lapor ke Komisi ASN

Imbasnya, dalam pengumpulan keterangan oleh Bawaslu Samarinda itu, pihak rektorat hanya diwakilkan Kepala Biro Umum, Rizali Irawan, didampingi seorang rekannya.

Ketidakhadiran Masjaya sebagai pimpinan Universitas Mulawarman ini sedikit disesalkan oleh Abdul Muin, Ketua Bawaslu Samarinda. 

"Yang kami harapkan sebenarnya rektornya, cuma hadir hanya Kepala Biro Umum. Kami sebenarnya hanya ingin memastikan apakah benar terduga MY adalah ASN di Unmul," terang Abdul Muin kepada Diksi.co.

Dari hasil pemeriksaan ini, pihak Unmul membenarkan jika terduga Mulyadi adalah ASN Unmul yang mengajar di Fakultas Ekonomi.

"Jawaban perwakilan pihak rektorat membenarkan jika ia (Mulyadi) adalah ASN," tambah Muin.

Keterangan ini cukup menguatkan Bawaslu akan adanya pelanggaran kode etik ASN dalam kegiatan kampanye politik caleg Rudi Mas'ud yang digelar berbalut bimbingan teknis saksi, Sabtu (2/3/2019) lalu.

UU nomor 5 Tahun 2014 pasal 2 huruf F yang berbunyi setiap pegawai ASN tidak berpihak dari segala pengaruh manapun dan tidak memihak kepentingan siapapun.

Beragam sanksi pun menanti para ASN yang diduga ikut kampanye politik. Diantaranya penundaan pembayaran gaji, penundaan kenaikan jabatan, penurunan jabatan, pemecatan, hingga sanksi pidana.

Suasana pertemuan antara Bawaslu Samarinda dengan pihak Rektorat Unmul

Untuk mempertegas temuannya, Bawaslu Samarinda akan memanggil pihak terkait lainnya, diantaranya Rudi Mas'ud selaku penggagas acara dan caleg DPR RI, serta Mulyadi, terduga ASN aktif.

"Besok (Rabu, 13 Maret 2019) kami akan panggil RM dan MY untuk dimintai keterangan. Surat resmi udah kita layangkan. Kalau datang semua kan bisa segera kita rapatkan dengan Gakumdu untuk ambil keputusan," tutup Abdul Muin. (tim redaksi Diksi) 



Tinggalkan Komentar



Baca Lainnya