Perjuangkan DAU Samarinda, Andi Harun Lakukan Pertemuan dengan Kemendagri

DIKSI.CO – Wali Kota Samarinda Andi Harun memperjuangkan peningkatan Dana Alokasi Umum (DAU) setelah pemerintah pusat memangkas dana Transfer ke Daerah (TKD) hingga 42 persen yang berdampak pada kapasitas fiskal daerah.

Ia langsung memimpin langkah strategis dengan melakukan pertemuan bersama jajaran Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) di Jakarta pada Kamis (5/3/2026). Pemerintah Kota Samarinda memanfaatkan forum tersebut untuk memperbarui data yang menjadi dasar perhitungan dana transfer pusat.

Andi Harun hadir bersama Sekretaris Daerah Kota Samarinda Hero Mardanus serta sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Pertemuan tersebut juga diikuti beberapa pejabat Pemkot Samarinda secara daring dari Samarinda.

Andi Harun Tekankan Pentingnya Validitas Data Fiskal

Forum bertajuk “Rekonsiliasi dan Pemutakhiran Data TKD untuk Optimalisasi Dana TKD” menghadirkan sejumlah pejabat penting dari pemerintah pusat.

Direktur Jenderal Bina Keuangan Daerah Kemendagri Agus Fatoni, Dirjen Dukcapil Herra, Dirjen Pertimbangan Keuangan Daerah Aditya Nurysalam, serta perwakilan Badan Pusat Statistik memberikan pemaparan mengenai mekanisme perhitungan dana transfer daerah.

Dalam sesi dialog, Andi Harun menekankan bahwa validitas data sangat menentukan besaran DAU yang nantinya pemerintah daerah terima.

“Saya sengaja meminta pimpinan OPD terkait mengikuti secara daring hari ini karena kita ingin melakukan koreksi terhadap perhitungan DAU. Dasarnya harus data yang valid,” kata Andi Harun dalam forum tersebut.

Ia menyebutkan bahwa sejumlah data perlu diperbarui agar perhitungan dana transfer dapat mencerminkan kondisi riil Kota Samarinda.

“Dari pemaparan para narasumber, ternyata memang ada data yang perlu kita perbarui,” ujarnya.

Dampak Pembangunan IKN Jadi Sorotan

Dalam forum tersebut, Andi Harun juga memaparkan sejumlah faktor yang menurutnya layak menjadi pertimbangan pemerintah pusat dalam menentukan besaran DAU bagi Samarinda.

Ia menjelaskan pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) memberikan dampak signifikan terhadap dinamika ekonomi dan kebutuhan pembangunan di Samarinda.

Peningkatan aktivitas pembangunan IKN turut mempengaruhi ketersediaan material konstruksi serta memicu lonjakan harga di wilayah sekitar.

Selain itu, Samarinda juga menampung jumlah penduduk non permanen yang cukup besar karena banyak pekerja datang dan beraktivitas di kota ini.

Namun sebagian dari mereka belum sepenuhnya tercatat dalam sistem perhitungan fiskal nasional yang menjadi dasar penentuan dana transfer daerah.

Pemkot Samarinda Usulkan Peninjauan Kota Pembanding

Andi Harun juga mengusulkan agar pemerintah pusat meninjau kembali kota pembanding yang bertujuan dalam formula perhitungan DAU.

Menurutnya, karakteristik Samarinda memiliki dinamika yang berbeda daripada sejumlah kota lain yang selama ini menjadi acuan perhitungan.

Ia menilai pendekatan yang lebih proporsional akan membantu pemerintah pusat menghasilkan formula perhitungan yang lebih adil bagi daerah.

Langkah tersebut sekaligus menjadi upaya Pemkot Samarinda untuk memastikan pembangunan kota tetap berjalan meskipun terjadi tekanan fiskal akibat pemangkasan dana transfer.

Melalui pertemuan tersebut, Andi Harun berharap pemerintah pusat dapat mempertimbangkan pembaruan data yang Ia sampaikan sehingga alokasi DAU bagi Samarinda dapat meningkat.

Harapannya tambahan dana mampu memperkuat berbagai program pembangunan serta pelayanan publik yang langsung dirasakan oleh masyarakat.

(Redaksi)

Back to top button