Perayaan Hari Waisak, Simak Penjelasan Ketua Buddhist Centre Kaltim

DIKSI.CO, SAMARINDA – Hari Waisak atau Waisaka merupakan hari raya terpenting bagi Buddhisme.

Hari Waisak ini dirayakan untuk memperingati kelahiran, kecerahan, dan wafatnya Buddha Gautama.

Dalam perayaan Hari Waisak tersebut, Ketua Buddhist Centre Kalimantan Timur (Kaltim), Pandita Hendri Suwito menjelaskan bahwa perayaan Waisak di Indonesia dilaksanakan sesuai kalender lunar.

Di mana tanggal 15 bulan 4 dalam penanggalan tersebut selalu diperingati sebagai hari Tri Suci Waisak.

Meskipun demikian, pelaksanaan pada tanggal 16 seperti tahun ini tidak mengurangi hikmat dari perayaan tersebut.

“Pelaksanaan Waisak sendiri mengikuti kalender lunar yang mencakup prosesi kelahiran, pencapaian pencerahan, dan wafatnya Sang Buddha meskipun ada perbedaan tanggal dalam kalender internasional, peringatan ini tetap dijalankan dengan penuh hikmat,” ujar Hendri saat ditemui di Mahavihara Sejahtera Maitreya, Jalan D.I Panjaitan Samarinda, pada Kamis (23/5/2024).

Tradisi Waisak di Indonesia tidak hanya melibatkan ritual keagamaan, tetapi juga berbagai kegiatan sosial yang mencerminkan nilai-nilai cinta kasih dan kearifan lokal setiap provinsi di Indonesia merayakan Waisak dengan cara yang unik, mengikuti kearifan lokal masing-masing.

Misalnya, umat Buddha di Kaltim menjalankan berbagai aktivitas seperti bimbingan dharma, pelatihan agama, dan penguatan iman melalui diklat-diklat internal.

“Setiap tempat punya kearifan lokal masing-masing, tapi dalam kehidupan sosial, umat Buddha tidak lupa untuk memberikan amal ini mencakup kegiatan sosial seperti mendukung panti sosial, operasi katarak, dan bakti sosial lainnya,” ucapnya.

Meskipun terdapat berbagai aliran dalam agama Buddha seperti Mahayana dan Theravada, perayaan Waisak tetap terfokus pada penghormatan kepada Buddha setiap aliran menjalankan ritual sesuai dengan tradisi masing-masing, namun semuanya bertujuan untuk menghormati ajaran Buddha.

“Umat Buddha di Kaltim jumlahnya tidak banyak, dan mereka berasal dari berbagai aliran seperti Mahayana dan Theravada. Namun, semua ritual dan peribadatan mereka terfokus pada penghormatan kepada Buddha, meskipun caranya berbeda,” jelasnya.

Hari Waisak menjadi momen refleksi bagi umat Buddha untuk mengingat ajaran dan nilai-nilai yang ditanamkan oleh Buddha Gautama.

Peringatan ini mengajarkan pentingnya hidup dengan cinta kasih, toleransi, dan kedamaian.

Ia berharap bahwa perayaan ini dapat menjadi inspirasi bagi umat Buddha untuk terus berbuat kebaikan dan memperkuat nilai-nilai kemanusiaan dalam kehidupan sehari-hari.

“Kita harus selalu mengingat ajaran Buddha tentang cinta kasih dan jalan tengah semoga perayaan Waisak tahun ini membawa kedamaian dan kebahagiaan bagi kita semua, serta menginspirasi kita untuk terus berbuat baik dalam kehidupan kita sehari-hari,” pungkasnya. (*)

Daniel

Diksi.co adalah portal berita terdepan di Samarinda dan Kalimantan Timur yang menyajikan informasi terkini seputar politik, hukum, dan pemerintahan. Kami berkomitmen menghadirkan berita yang tajam, kritis, dan terpercaya. Tim redaksi kami terdiri dari jurnalis profesional yang siap mengawal isu-isu strategis, mulai dari anggaran daerah (APBD) hingga perkembangan Ibu Kota Nusantara (IKN), demi transparansi publik
Back to top button