Usut Penjualan Batu Bara di Sekitar SMPN 25, Dinas ESDM Kaltim Beri Surat Teguran ke Perusahaan


person access_time 1 week ago remove_red_eyeDikunjungi 65 Kali
Usut Penjualan Batu Bara di Sekitar SMPN 25, Dinas ESDM Kaltim Beri Surat Teguran ke Perusahaan

Konsesi batu bara yang berjarak sekitar 10 meter dari SMPN 25 saat ini telah dihentikan aktivitasnya untuk dilakukan penyelidikan oleu pihak berwajib.

Meski saat ini aktivitas pertambangan itu telah dihentikan, Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Kaltim pun telah melayangkan surat teguran tertulisnya kepada PT Transisi Energi Satunama (TES). Hal ini disampaikan Wahyu Widhi Heranata Kadis ESDM Kaltim saat dikonfirmasi, Minggu (01/12/2019) kemarin melalui telepon selulernya.

Ditulis Oleh: DIKSI.co
02 Desember 2019

DIKSI.CO, SAMARINDA - Konsesi batu bara selalu menjadi momok selain persoalan banjir bagi masyarakat Kota Tepian--sebutan lain Samarinda.

Bagaimana tidak, beberapa konsesi penambangan "emas hitam" itu bahkan berjarak sangat dekat dengan pemukiman. Teranyar, yakni tambangan yang hanya berjarak 10 meter dari SMP 25 Samarinda. 

Dengan berkedok pematangan lahan, batu bara di keruk dari lahan sekolah seluas 17.000 meter persegi. Peraturan Lingkungan Hidup (Permen-LH) Nomor 04 Tahun 2012, nampaknya tak diindahkan. Aktivitas tersebut bahkan dikabarkan berjalan selama tiga pekan belakangan, sebelum terkuak pada 21 November lalu. 

Meski saat ini aktivitas pertambangan itu telah dihentikan, Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Kaltim pun telah melayangkan surat teguran tertulisnya kepada PT Transisi Energi Satunama (TES). Hal ini disampaikan Wahyu Widhi Heranata Kadis ESDM Kaltim saat dikonfirmasi, Minggu (01/12/2019) kemarin melalui telepon selulernya.

"Sudah kami berikan surat teguran sesuai peraturan  perundang-undangan," ucapnya. 

Ditanya mengenai perizinannya, Widhi membenarkan jika Izin Usaha Pertambangan (IUP) yang dikantongi PT TES resmi di bawah kewenangan Dinas ESDM Kaltim. 

"IUP-nya resmi di bawah kewenangan saya (ESDM Kaltim)," sambungnya. 

Lebih jauh dijelaskannya, jika surat teguran yang telah dilayangkan kepada PT TES juga akan dibuat tembusannya kepada Gubernur Kaltim Isran Noor. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Direktorat Jenderal (Dirjen) Mineral dan Batubara (Minerba). 

Iklan Apri Gunawan/ Diksi.co

Selain aktivitas pertambangan yang dihentikan, PT TES juga diminta menutup lubang pengerukan dan membuat pagar pembatas, untuk menghindari hal yang tak diinginkan. Saat disinggung soal dokumen perjanjian antara perusahaan dengan pihak sekolah, yang ditunjukan kepala sekolah SMP 25 Samarinda kepasa awak media, Widhi mengaku tak mengetahuinya secara pasti. 

"Saya nggak tahu kalau soal itu, yang pasti ini IUP resmi makanya kami tegur," tambah Widhi. 

Proses investigasi, kata Widhi, juga masih terus berlangsung guna mengetahui alur penjualan batu bara tersebut. Jika benar terdapat penjualan pada emas hitam tersebut, Widhi mengaku tidak akan segan segan memberi sanksi tegas. 

"Yah harus ada dong (sanksi tegas). Sementara investigasi masih terus berjalan," tegasnya. 

Terkait dokumen izin pematangan lahan Widhi tak mengetahui. Ia hanya menegaskan kembali jika IUP PT TES resmi dari pihaknya. Sedangkan jika ada indikasi permainan yang dilakukan perusahaan, hal tersebut sudah masuk pada kewenangan KPK. 

"Makanya kita membuat surat tembusan (KPK). karena mereka yang akan melakukan pengusutan jika ada indikasinya (permainan)," tutupnya. 

Terpisah, Kasat Reskrim Polresta Samarinda AKP Damus Asa pihaknya telah menghimpun sejumlah keterangan, termasuk dari Dinas Pendidikan. 

"Itu terkait dari penjelasan sekolah yang minta izin ke Dinas Pendidikan," terangnya. 

Persoalan perizinan, Damus belum bisa memastikan adanya praktek illegal. Saat ini pun pihaknya masih terus melakukan penyelidikan lebih lanjut mengenai hal adanya indikasi praktik ilegal pada penambangan batu bara tersebut. 

"Kami minta tolong kepada masyarakat agar bisa bantu mengawasi aktivitas tersebut. Saat ini kami juga mengawasi batu bara karungan itu agar tidak dijual," pungkasnya. (tim redaksi Diksi)

Iklan Saefuddin Zuhri/ Diksi.co



Tinggalkan Komentar



Baca Lainnya