Update Keluhan Pembangunan Tangki di TBBM Cendana Samarinda - Warga Klaim Didatangi Pihak Pertamina untuk Bantuan UMKM dan Pinjaman Usaha Mikro


person access_time 1 week ago remove_red_eyeDikunjungi 146 Kali
Update Keluhan Pembangunan Tangki di TBBM Cendana Samarinda - Warga Klaim Didatangi Pihak Pertamina untuk Bantuan UMKM dan Pinjaman Usaha Mikro

Warga saat berdikusi di DPRD Samarinda mengenai keinginan dilakukan RDP akan pembangunan tangki di TBBM Pertamina Patra Niaga di Jalan Cendana Samarinda/ Diksi.co

Berawal dari keluhan warga terkait pembangunan 2 tangki baru di TBBM Samarinda, Senin (25/11/2019) lalu, beberapa perwakilan warga yang mengatasnamakan Forum Warga Peduli Keselamatan dan Lingkungan, mendatangi kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) kota Samarinda dan Balai Kota Samarinda untuk mengajukan Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan pihak Pertamina untuk disaksikan langsung bersama pihak birokrasi.

Ditulis Oleh: DIKSI.co
30 November 2019

DIKSI.CO, SAMARINDA – Keluhan warga akan pembangunan tangki di Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM), PT. Pertamina, Jalan Cendana Samarinda, masih berkembang.

Berawal dari keluhan warga terkait pembangunan 2 tangki baru di TBBM Samarinda, Senin (25/11/2019) lalu, beberapa perwakilan warga yang mengatasnamakan Forum Warga Peduli Keselamatan dan Lingkungan, mendatangi kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) kota Samarinda dan Balai Kota Samarinda untuk mengajukan Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan pihak Pertamina untuk disaksikan langsung bersama pihak birokrasi.

Warga tersebut berasal dari 5 Rukun Tetangga (RT) yang menjadi titik radius terdekat dari pembangunan 2 tangki TBBM, tepatnya di Gang Manunggal VI, Jalan Cendana Samarinda.

5 RT tersebut antara lain, RT 36, RT 37, RT 38, RT 39 dan RT 40.

Dari informasi yang dihimpun usai adanya pengajuan RDP ke DPRD Samarinda, pada Selasa (26/11/2019) sore, warga didatangi oleh 2 orang yang mengaku dari pihak Pertamina Balikpapan.

Maksud kedatangan mereka adalah ingin menawarkan pinjaman untuk Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di seputaran area TBBM Samarinda. Hal itu dijelaskan Umar Hadi Wiratno selaku juru bicara warga.

“Sore sehabis waktu Ashar saya dihubungi Pak RT soal kedatangan mereka (Pertamina) dari Balikpapan. Kemudian yang bertemu saya langsung, Pak RT 37, 38, 39 dan beberapa warga lainnya, mereka datang ingin menawarkan bantuan UMKM, pinjaman untuk usaha mikro kecil menengah di seputaran area kampung kami,” jelasnya.

Mendengar adanya penawaran bantuan itu, Umar menjelaskan kepada 2 orang tersebut, bahwasanya keadaan warga dengan Pertamina saat ini masih pada masa tenang, menunggu konfirmasi permintaan RDP dari pihak birokrasi.

“Kami jelaskan bahwasanya saat ini kondisi warga lagi masa tenang atau bisa dikatakan masa panas-panas tenang,” katanya.

Umar, warga RT39 Gang Manunggal IV, Jalan Cendana Samarinda/ Diksi.co

Tanpa pikir panjang, Umar selaku perwakilan warga pun langsung menyatakan permintaan maafnya, menolak tegas penawaran yang dimaksud. Ia juga sebut perkataan yang dilontarkan Manager Region Communication Relation & Coorporate Social Responsibility (CSR) Pertamina Kalimantan, Heppy Wulansari dalam menanggapi inisiatif penolakan warga terkait bantuan program CSR, bukan menjadi situasi yang darurat bagi warga.

“Jadi kami mohon maaf, belum bisa menindaklanjuti niat baik mereka, apalagi yang dihembuskan Bu Heppy terkait masalah CSR, warga tidak ada sama sekali menuntut itu,” ucapnya.

Sebelumnya, Heppy yang juga sempat dihubungi oleh awak media menyampaikan, prosedur yang telah dilalui Pertamina untuk membangun 2 tangki tambahan itu telah terpenuhi dan perizinannya pun sudah dimiliki. Namun mendengar adanya penolakan warga, ia mengatakan adanya permintaan warga untuk memberikan program CSR dari Pertamina.

Menurut pengakuan 2 orang yang mendatangi warga itu, menyebutkan tidak mengetahui adanya permasalahan antara warga dengan Pertamina soal pembangunan di TBBM Samarinda dan baru mengetahuinya setelah mendapat informasi dari warga saat itu. Diakuinya juga program bantuan UMKM tidak ada sangkut pautnya dengan permasalahan warga.

Iklan Apri Gunawan/ Diksi.co

Berbalas argumen pun terus berlanjut. Mendengar penjelasan warga, seketika mereka mengurungkan niat untuk menawarkan kembali bantuan UMKM kepada warga. Sebagai bentuk kehati-hatian, Umar kembali menegaskan untuk menolak adanya pemasukan bantuan kepada warga dari Pertamina manapun.

“Menolak, warga tegas menolak, karena walaupun mereka bilang ini tidak terkait dengan kasus kami dengan TBBM, kami tetap menjaga. Terlebih dengan perkataan Bu Heppy, warga merasa tersinggung, karena dari 250 warga bertanda tangan yang melampirkan surat permohonan RDP itu jelas menyatakan tidak ada sosialisasi dan tidak ada meminta CSR dari Pertamina,” ujarnya.

Fakta lainnya menyebutkan bahwa pernyataan Heppy benar adanya, bahwa Pertamina pernah melakukan sosialisasi kepada warga sekitar 8 bulan yang lalu . Umar menyampaikan, memang ada sosialisasi kepada Ketua RT 39, atas nama Ahmad Rizal, terkait program CSR ke masyarakat.

Namun, hal itu tidak disampaikan kepada warga, sehingga terjadi miss komunikasi antara Ketua RT dengan warga. Setelah beberapa waktu berlalu, keberadaan pembangungan 2 tangki yang sudah mencapai 40 persen, baru disadari warga yang kaget dan mempertanyakan pembangunan itu.

Perbincangan antara warga menjadi keresahan bersama yang tidak bisa lagi mereka tanyakan kepada Ketua RT yang ternyata telah meninggal dunia sebelum pembangunan 2 tangki diselesaikan.

Menurut Umar, perlakuan Pertamina kepada Ketua RT 39 hanya sekedar pemberitahuan yang bersifat personal, tidak disampaikan ke warga. Ia juga menyayangkan sikap Ketua RT yang tidak memberikan informasi adanya kedatangan pihak Pertamina dalam rangka pembangunan 2 tangki baru.

“Betul, ada warga RT 39 namanya almarhum Bapak Ahmad Rizal, mantan Ketua RT, tapi yang kami tanyakan itu sosialisasi ke warga, bukan hanya ke RT. Belum tentu RT menyampaikan ke warga. Gak bisa dong, harusnya ada perwakilan warga, bila perlu minta RT untuk diperantarai pihak pertamina dengan warga, kan ada masjid atau aula yang bisa digunakan. Mereka tidak seperti itu, hanya sosialisasi ke RT saja. Padahal RT tidak ada sama sekali ngomong ke warga masalah pembangunan tangki baru. Setelah tangki itu berdiri dan warga heboh, ternyata pak RT telah meninggal duluan,” tuturnya.

Tidak hanya mempertegas penolakan pemberian bantuan dari Pertamina, Umar juga memperkuat aspirasi warga yang meminta ketenangan dalam menjalani aktivitas keseharian warga. Menurutnya, warga sekitar TBBM Samarinda masih dalam taraf berkecukupan dalam soal finansial.

“Saya seperti ini bergerak atas aspirasi warga, bukan karena mata duitan atau minta apa-apa dari Pertamina, bukan untuk menuntut macam-macam. Bahkan, ada salah satu warga mengatakan bahwasanya warga tidak butuh CSR, cuma butuh ketenangan. Kalau masalah keuangan, Alhamdulillah cukup-cukup saja, bahkan ada beberapa warga berlebih jadi pengusaha. Kalaupun ada sosialisasi, warga tidak akan segeram ini, jangankan warga yang jauh, saya saja yang letaknya persis depan tangki tidak ada dihubungi,” tandasnya.

Lebih lanjut, Umar sempat memberikan peringatan kepada Heppy selaku perwakilan Pertamina untuk lebih memperhatikan warga bukan hanya dari segi program CSR tetapi lebih mementingkan keselamatan jikalau terjadi hal yang tidak diinginkan akibat pembangunan 2 tangki baru TBBM.

“Omongan bu heppy ini, hati-hati bu, jangan seperti itu, ini menyakiti hati warga, kami bukan orang seperti itu yang meminta CSR, kami orang berlebih, dan maaf kelebihannya bukan dari CSR Pertamina,” pungkasnya.

Selanjutnya, dalam waktu dekat, Umar akan tetap terus mendesak pihak birokrasi untuk segera menindaklanjuti permohonan RDP dari warga. Ia meminta untuk memberhentikan pembangunan 2 tangki baru TBBM sementara hingga permasalahan dengan warga bisa terselesaikan terlebih dahulu.

“Saya harus mendorong terus, gak mau berlarut-larut, karena suratnya sudah masuk. Dalam waktu dekat ini saya akan ke DPRD lagi ingin mempertanyakan apakah sudah ada jadwal yang ditentukan. Kalau bisa sementara tangki yang dibangun, jangan sampai selesai dulu, takutnya warga bakalan ribet urusannya. Maunya kami dihentikan dulu, selesaikan urusannya dengan warga. Pihak pertamina kan sudah klaim sesuai prosedur, kami ingin pertanyakan itu juga,” tutupnya. (tim redaksi Diksi) 

Iklan Saefuddin Zuhri/ Diksi.co

 



Tinggalkan Komentar



Baca Lainnya