Uji Skill Menembak, Srikandi Tim ABG Academy Unjuk Kebolehan di Ajang AKAS II Samarinda


person access_time 1 year ago remove_red_eyeDikunjungi 466 Kali
Uji Skill Menembak, Srikandi Tim ABG Academy Unjuk Kebolehan di Ajang AKAS II Samarinda

Anggota dan Ketua ABG Academy saat ditemui di GOR Segiri Samarinda/ Diksi.co

Tim ABG Academy menurunkan 6 atlet dalam ajang tersebut, terdiri dari 4 perempuan dan 2 laki-laki.

Ditulis Oleh: Achmad Tirta Wahyuda
27 Januari 2020

DIKSI.CO, SAMARINDA - Soal tembak menembak tidak hanya laki-laki yang jago melakukannya. Tenyata wanita tak kalah tangkas menggunakan senjata di dalam arena tembak.

Mindset yang melekat pada wanita tentang sumur, dapur dan kasur berhasil dipatahkan oleh keempat srikandi yang turut berpartisipasi pada ajang AKAS (Airsoft Kompetisi Area541 Samarinda) yang ke 2 pada Sabtu (25/1/2020) di Gor Segiri Samarinda.

"Ia benar, anggota komunitas ABG Academy  terdiri dari beberapa wanita didalamnya, pastinya berjumlah 6 orang," pungkas Diego coach tim ABG Academy.

Tim ABG Academy menurunkan 6 atlet dalam ajang tersebut, terdiri dari 4 perempuan dan 2 laki-laki.

Salah satu atlet penembak perempuan yang dimaksud pria dengan ciri khas jenggot panjangnya adalah Vika Ibrahim.

Vika merupakan wanita pertama yang bergabung bersama komunitas ABG Academy dan memiliki latar belakang pekerjaan sebagai karyawan di salah satu bank swasta di Samarinda.

Kesibukan sehari-hari Vika sebagai karyawan bank tidak menyurutkan semangatnya untuk melakoni hobi yang diakuinya, meski masih baru ia tekuni.

Sebelum bergabung dengan komunitas ABG Academy, Vika menyukai hobi running. 

 "Sebelumnya saya itu hobinya running. Saya tertarik pada hobi ini dikarenakan saya menyukai film action, kemudian saya diajak teman untuk bermain sukir airsoft gun. Sebagai perempuan pada umumnya terkena peluru Airsoft Gun pada saat bermain memang terasa sakit, namun nyatanya saya semakin tertantang,"ujar Vika.

Setelah mencoba sukir Airsoft Gun Vika diperkenalkan dengan kategori lain yang ada pada olahraga tembak menembak yaitu Tembak Reaksi (TR). 

"Sekali saya coba TR ternyata betul-betul membuat saya berpacu dengan diri saya sendiri, objeknya tidak bergerak tetapi butuh fokus tinggi untuk bisa mengenai sasaran," pungkasnya.

Tembak Reaksi (TR) adalah jenis olahraga tembak yang berlainan dengan menembak target ataupun berburu. Materi dari pertandingan adalah dengan memperhitungkan ketepatan dan kecepatan. Ini mengacu ke moto dari TR atau IPSC sendiri yaitu DVC ( Diligentia, Vis, Celeritas yang berarti Ketepatan, Kekuatan dan Kecepatan ). Ketiga hal ini adalah modal dari olahraga TR, tetapi hal yang menjadi prioritas diatas segalanya adalah safety atau keamanan.

Meski terhitung baru, melalui tahap persiapan yang matang Vika dengan cekatan beraksi di dalam arena tembak. Satu persatu objek tembak ia jatuhkan.

"Selama ini saya baru dua kali latihan bersama tim ABG Academy, alhamdulilah hasilnya cukup memuaskan, yang penting kuncinya adalah yakin dengan kemampuan kita," kata vika seraya memberi semangat kepada rekan-rekan wanitanya.

Mengulas sedikit tentang komunitas ABG Academy, saat itu diakui Kusbandono ketua komunitas Airsofter ABG Academy, komunitas dibentuk bermula dari obrolan beberapa orang dengan latar belakang hobi yang sama.

"Yang melatar belakangi terbentuknya komunitas ABG Academy ini sebenarnya hanya bermula dari beberapa orang dalam suatu perkumpulan dan kebetulan memiliki hobi yang sama yaitu olahraga menembak atau sering disebut air softer. Komunitas sendiri baru berdiri sekitar kurang lebih 2 bulan," ujar Kusbandono.

Ia menuturkan, tujuan dibentuknya komunitas ini adalah sebagai wadah bagi para pecinta olahraga airsofter untuk mengasah skill dan insting melumpuhkan objek tembak berupa kaleng atau papan tembak.

"Tujuan komunitas ini dibentuk untuk mengumpulkan para pecinta atau peminat air softer khususnya di Samarinda.Tentunya kami ingin memperkenalkan kepada masyarakat bahwa seperti inilah olahraga Airsofter, yang paling utama harus diperhatikan adalah faktor keselamatan, faktor pengendalian unit, dan penguasaan problem unit," tuturnya.

Meski menyenangkan dan terlihat keren dengan kostum layaknya pasukan anti teror, olahraga ini termasuk dalam kategori olahraga dengan biaya yang tidak sedikit.

Setidaknya untuk menggeluti hobi ini para pecinta Airsofter harus menyiapkan biaya sedikitnya Rp 5 juta untuk satu set perlengkapan bermain.

Tetapi Kusbandono menegaskan, untuk memulai olahraga ini yang terpenting adalah kemauan yang besar. Untuk pemula, soal unit peralatan masih bisa saling berbagi bersama anggota komunitas ABG Academy.

"Saya pernah melakukan audiensi kepada beberapa kalangan, awalnya mereka agak keder di budget, karena olahraga ini merupakan olahraga yang butuh biaya ekstra. Tetapi kalau di ABG Academy tidak perlu khawatir, meski tidak memiliki unit atau peralatan yang terpenting adalah berkumpul dan saling mengenal, karena unit masih bisa difasilitasi oleh sesama anggota," tegasnya. (tim redaksi Diksi) 

Iklan Saefuddin Zuhri/ Diksi.co

 



Tinggalkan Komentar



Baca Lainnya