Tak Tambah Murah, Tarif Tol Balsam Bisa Jadi Lebih Mahal


person access_time 1 week ago remove_red_eyeDikunjungi 48 Kali
Tak Tambah Murah, Tarif Tol Balsam Bisa Jadi Lebih Mahal

Grafis Artikel Tol Balsam/ Diksi.co

Ketiga Seksi inilah (II, III, IV) yang nantinya akan diresmikan oleh BPJT, dan dapat dilalui kendaraan per Oktober 2019. 

Ditulis Oleh: DIKSI.co
10 September 2019

Tak Tambah Murah, Tarif Tol Balsam Bisa Jadi Lebih Mahal 

DIKSI.CO, SAMARINDA - Dimulai pembangunan di 2011, rakyat Kaltim harus menunggu hingga 8 tahun untuk akhirnya bisa nikmati tol pertama di Bumi Etam. 

Kunjungan BPJT (Badan Pengatur Jalan Tol) beberapa hari lalu, sampaikan angin segar, tol Balikpapan-Samarinda (Balsam) bakal bisa dilewati kendaraan pada Oktober 2019. Itu lebih kurang satu bulan ke depan. 

Lantas, bagaimana perkembangannya, tarif serta hal-hal lain? Diksi.co merangkum soal tol Balsam. 

Jalan Tol Balsam terbagi atas 5 Seksi pengerjaan. Kelimanya yakni Seksi 1 sepanjang 22,025 KM dikerjakan APBD/Prov Kaltim (KM.13-Samboja). Lalu, seksi II sepanjang 30,975 KM dikerjakan BUJT - PT.JBS (Jasamarga Balikpapan-Samarinda. (Samboja-Muara Jawa). Seksi III sepanjang 17,300 KM dikerjakan BUJT - PT. JBS (Muara Jawa-Palaran, Seksi IV sepanjang 17,550 KM dikerjakan BUJT - PT. JBS (Palaran-Jembatan Mahkota II), dan terakhir adalah Seksi V sepanjang 11,500 KM dikerjakan APBN ( KM.13-Sepinggan). 

Perkembangan kelima Seksi pengerjaan itu tak merata. Terkhusus untuk Seksi II, III, dan IV disampaikan sudah mencapai 99 persen. 

Ketiga Seksi inilah (II, III, IV) yang nantinya akan diresmikan oleh BPJT, dan dapat dilalui kendaraan per Oktober 2019. 

“Ya, akhir Oktober. Sesudah pelantikan (Presiden). Itu untuk Seksi II, III dan IV (diresmikan). Untuk Seksi I dan IV masih belum,” ucap Danang Parikest, Kepala BPJT saat dihubungi Diksi.co, Senin (9/9/2019). 

BPJT agendakan Presiden Jokowi yang hadir dalam pelantikan pada agenda Oktober 2019 ini. 

“Kalau kami agenda kami pak Presiden meresmikan. Intinya kami ready, tergantung jadwal beliau (Presiden),” ucap Danang Parikesit. 

Jika diresmikan Oktober 2019, Diksi.co kemudian menghubungi STH Saragih,Direktur Utama PT. Jasamarga Balikpapan-Samarinda (PT. JBS), terkait jalur-jalur mana saja yang akan dilalui kendaraan. 

Informasi yang dikumpulkan, nantinya akan ada 4 gerbang tol di Balsam ini. Pertama yakni gerbang tol Manggar, Karang Joang, Samboja dan Palaran. 

Untuk peresmian Oktober 2019, PT. JBS persiapkan akan ada 2 gerbang yang akan di operasionalkan. Kedua gerbang itu adalah gerbang tol Samboja dan Palaran. 

“Gerbang tolnya ada dua (yang operasional). Yang di Samboja dan Palaran. Itu menghubungkan antara Seksi II, III dan IV,” katanya. 

Sementara dua gerbang tol lainnya, Manggar dan Karang Joang akan difungsikan setelahnya, saat progress pembangunan jalan tol di Seksi I dan V selesai dikerjakan. 

“Sisanya, untuk Seksi I dan V kan masih dikejar pengerjaannya. Kalau di Seksi I tinggal 2,2 km lagi yang belum selesai. Sementara Seksi V yang masih banyak harus dikerjakan,” ucapnya.(*) 

Grafis Tol Balsam 1/ Diksi.co

Soal Tarif 

Lantas, berapa tarif yang akan dibayar saat pengemudi kendaraan roda 4 melewati gerbang tol? 

Terkait tarif, tak lepas dari lelang investasi yang dilakukan pemerintah. Diketahui, dari proses lelang investasi pengerjaan to di 2016 lalu, keluarlah nama Konsorsium PT Jasa Marga (Persero) Tbk, PT Wijaya Karya (Persero) Tbk, PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk dan PT Bangun Cjipta Sarana untuk menyelesaikan pembangunan tol Balsam Seksi II, III dan IV. 

Ditetapkannya pemenang ini, tak lepas dari ajuan dana pengerjaan yang ditawarkan pihak konsorsium tersebut. Setelah ditetapkan, masa konsesi yang ditetapkan panitia lelang adalah 40 tahun. 

Hal ini berdasarkan penyampaian Kornel Sihaloho, Panitia Lelang BPJT saat itu. 

“Sudah ditetapkan pemerintah masa konsesinya adalah 40 tahun. Sementara untuk tarif tol untuk golongan I adalah Rp 1000/ kilometer,” kata Kornel.

Terkait hal ini, Diksi konfirmasi kepada STH Saragih, Direktur Utama PT. JBS. Ia sampaikan bahwa kewenangan tarif seluruhnya adalah ranah dari BPJT. 

“Nah, kalau tarif. Itu ke BPJT, ke pak Danang,” katanya. 

Persoalan kemudian muncul terkait tarif ini. Awalnya, tol Balsam dikerjakan selesai dengan kucuran dana Rp 9 Triliun. Namun di ujung penyelesaian, ada beberapa hal yang kemudian membuat dana pengerjaan membengkak hingga mencapai Rp 10 Trilun. 

Grafis Tol Balsan 2/ Diksi.co

Hal inilah yang membuat BPJT kembali akan lakukan hitung-hitungan tarif tol. Opsi yang saat ini tersedia, ada dua. 

Pertama, yakni memperpanjang masa konsesi tol. Kedua yakni berimbas pada tarif tol. 

Hal ini pun tidak dibantah oleh Danang Parikesit, Kepala BPJT. 

“Hitungan finalnya belum ada (jumlah penambahan). Nanti pasti ada perubahan amandemen perjanjian,” ucapnya. 

Ditanyakan tarif, Danang menjawab iya saat dikonfirmasi tarif tol sesuai perjanjian awal yakni Rp 1000/ km. 

“Ya, betul. Kami lihat hasil akhir dari hitung-hitungannya,” ucapnya. 

Angka Rp 1000/km ini bisa saja bertambah, jika hitung-hitungan BPJT nanti mau tak mau menyasar ke tarif daripada memilih perpanjang konsesi. 

“Itu pilihan terakhir (penambahan tarif). Saat ini masih pada perpanjangan konsesi,” ucap Danang. (tim redaksi Diksi) 

BACA JUGA: Raja Naga Kena Tegur Mendagri

BACA JUGA: Hoaks Piala Dunia dan Pemindahan Ibu Kota

BACA JUGA: KPK Bidik Aset Rita di Kukar dan Samarinda

BACA JUGA: PNS Aktif Diburu Jaksa

BACA JUGA: Kasus Dugaan Penyimpangan KONI Kutim Tunggu Waktu

Ikuti Facebook Diksi.co: 

You Tube Diksi.co: 

 

 



Tinggalkan Komentar



Baca Lainnya