Tagline Zairin-Sarwono Mirip Paslon di Mamuju Viral di Media Sosial, Ketua Timses: Jangan Dipermasalahkan, Konsultan Politiknya Sama


person access_time 5 days ago remove_red_eyeDikunjungi 147 Kali
Tagline Zairin-Sarwono Mirip Paslon di Mamuju Viral di Media Sosial, Ketua Timses: Jangan Dipermasalahkan, Konsultan Politiknya Sama

Tagline yang sama antara paslon Zairin-Sarwono dan Suhardi-Ado Masud/ IST

Viral di media sosial Facebook Samarinda, tagline pasangan calon nomor urut 03, Zairin-Sarwono mirip dengan tagline salah satu paslon di Pilkada Mamuju, Sutinah Suhardi-Ado Masud.

Ditulis Oleh: Er Riyadi
17 Oktober 2020

DIKSI.CO, SAMARINDA - Viral di media sosial Facebook Samarinda, tagline pasangan calon nomor urut 03, Zairin-Sarwono mirip dengan tagline salah satu paslon di Pilkada Mamuju, Sutinah Suhardi-Ado Masud.

Kedua paslon tersebut menggunakan tagline "Siap Dipilih Berani Ditagih". Tagline tersebut pun viral di Facebook.

 "Tagline calon Samarinda dan Mamuju saling tiru, kreatif sedikit dong," tulis salah satu akun netizen di media sosial.

Menganggapi hal tersebut, Mursyid Abdul Rasyid, Ketua Tim Pemenangan Zairin-Sarwono, menegaskan pihaknya tidak sedikitpun melakukan plagiat terhadap tagline pasangan lain.

Terkait kemiripan tagline dengan paslon di Mamuju, Mursyid menyebut Samarinda sebagai pencetus. Pasalnya, dirinya mengungkap bahwa pada tanggal 11 Okt lalu, tagline paslon Tina-Ado adalah Mamuju Keren, baru berubah belakangan. Sementara pihaknya menggunakan tagline Siap Dipilih Siap Ditagih, sejak 30 September.

"Tanggal 30 September Zairin-Sarwono sudah tayang tagline Siap Dipilih Berani Ditagih. Sementara 11 Oktober Tina-Ado masih Mamuju Keren. Dari sini, sudah terlihat dengan jelas mana yang pertama," kata Mursyid, dihubungi Sabtu malam (17/10/2020).

Namun kemiripan tersebut dinggap wajar oleh Timses Zairin-Sarwono. Musababnya, kedua paslon tersebut punya konsultan politik yang sama.

"Tapi wajar aja, karena konsultan politiknya orang Gelora juga di Mamuju. Jadi kalau ada kesamaan dan kemiripan tagline seperti di Samarinda bahkan di seluruh Indonesia wajar," jelasnya.

Dirinya meminta hal tersebut tidak dipersoalkan lagi. 

"Enggak perlu dipersoalkan, ketika kita mengkonfirmasi langsung dengan saudara kami di Mamuju, karena konsultan politiknya juga dari Partai Gelora," sambungnya.

Dalam penentuan tagline, Mursyid mengakui banyak campur tangan konsultan politik.

Hasil survei berbulan-bulan, mendengar langsung aspirasi masyarakat, lalu disimpulkan menjadi sebuah konten tagline.

"Hasil survei dari masyarakat, yang kemudian kami simpulkan menjadi satu kesatuan konten. Konten yang menjadi harapan khususnya orang Samarinda dan Indonesia secara umum," pungkasnya. (tim redaksi Diksi)



Tinggalkan Komentar



Baca Lainnya