Soal Tambang Ilegal di Belakang Kantor Bawaslu Kaltim, Pemkot Samarinda Beri Jawaban Ini


person access_time 4 weeks ago remove_red_eyeDikunjungi 73 Kali
Soal Tambang Ilegal di Belakang Kantor Bawaslu Kaltim, Pemkot Samarinda Beri Jawaban Ini

Satu buah excavator yang diamankan di lokasi tambang ilegal di Samarinda/ Diksi.co

Adanya aktivitas ilegal itu terjadi diperbatasan dua RT, dua Kelurahan, yakni RT 5 Kelurahan Air Putih dan RT 22 Kelurahan Teluk Lerong Ulu, masuk ke Jalan Banggeris. Lokasinya tepat berada di belakang gedung Bawaslu Kaltim, Jalan MT Haryono.

Ditulis Oleh: DIKSI.co
23 Juni 2019

DIKSI.CO, SAMARINDA - Pemerintah Kota Samarinda tak mau masuk lebih dalam terkait dengan kasus tambang ilegal yang berada jantung ibukota Kaltim. 

Pemkot Samarinda sampaikan bahwa  kegiatan pengerukan batu bara yang berada tepat di belakang kantor Bawaslu Provinsi Kalimantan Timur bukanlah urusan pemerintah kota.

Walikota Samarinda Syaharie Jaang tegaskan, pembuatan perizinan dan pengawasan aktifitas pengerukan tambang batu bara merupakan tugas Pemprov Kaltim. 

"Pemerintah Kota Samarinda tak ada kepentingan dengan kegiatan pertambagan di belakang kantor Bawaslu Kaltim. Karena kegiatan pengawasan pertambangan adalah tugas pemerintah Provinsi" ucapnya

Dirinya lanjut menjelaskan, Pemerintah tidak bermaksud untuk cuci tangan atau tak mau ambil tanggung jawab di hal itu.

Namun apa bila kegiatan tersebut berdalih untuk melakakan pematangan lahan, pemerintah akan bertindak tegas. 

Hal ini karena jika masuk pematangan lahan, maka perijian tersebut masuk dalam kewenangan pemkot. 

"Kami akan tegas untuk menindak pemilik lahan itu kalau berdalih kegiatan tersebut adalah pematangan lahan" tegasnya.

Gundukan batu bara di lokasi tambang ilegal di belakang kantor Bawaslu Kaltim. Diksi.co

Sementara itu, Dinas Lingkungan Hidup Samarinda, melalui Kasi Pengaduan dan Penyelesaian sengketa Aldila Rahmi juga sampaikan bahwa tidak ada pemberian izin pematangan lahan dari DLH.

Walaupun sang pemilik lahan pernah mengajukan permohonan pematangan lahan.

"Kami menganggap kegiatan pertambangan ini adalah ilegal karena kami tidak mengeluarkan izin pematangan lahan" ucapnya saat melakukan peninjaun di lokasi tambang

Adanya aktivitas ilegal itu terjadi diperbatasan dua RT, dua Kelurahan, yakni RT 5 Kelurahan Air Putih dan RT 22 Kelurahan Teluk Lerong Ulu, masuk ke Jalan Banggeris. Lokasinya tepat berada di belakang gedung Bawaslu Kaltim, Jalan MT Haryono.

Dari informasi yang dihimpun dan pantauan dilokasi galian, terdapat satu alat berat berupa excavator yang terparkir di atas gundukan batu bara.

Lahan yang dilakukan penggalian kurang lebih satu hektare. Saat ini lokasi tersebut tidak ada lagi ada aktivitas lantaran pemilik lahan dan pekerja sudah tidak ditempat. (tim redaksi Diksi)

BACA JUGA: Deretan Meme Banjir Samarinda, Dari Kam Hanyarkah hingga Pak Jaang Dimana

BACA JUGA: Aksi Sosial, Bubuhan Kopi Samarinda Seduhkan Kopi Untuk Korban Banjir

BACA JUGA: Cipayung Plus Kaltim Harap Jokowi-Prabowo Silaturahmi Satu Meja

Ikuti Facebook Diksi.co: 

You Tube Diksi.co: 

 

 

 

 



Tinggalkan Komentar



Baca Lainnya